Linda Walker merasa hidupnya terselamatkan karena ikut pramuka semasa ia masih sekolah. Dan ia membagikan kisahnya. (Foto: Courtesy of Nadine Jolie Courtney/Getty Images)
Linda Walker merasa hidupnya terselamatkan karena ikut pramuka semasa ia masih sekolah. Dan ia membagikan kisahnya. (Foto: Courtesy of Nadine Jolie Courtney/Getty Images)

kisah

Linda Walker: Hidupku Terselamatkan karena Pramuka

Rona pramuka kisah Linda Walker
Yatin Suleha, Kumara Anggita • 13 Mei 2020 10:08
Jakarta: Waktu sekolah, ada pelajaran pramuka yang mungkin kita anggap sebagai pelajaran biasa. Namun ternyata bila dihayati, pelajaran pramuka bisa memberikan banyak hal untuk kehidupan.
 
Hal ini tergambar dalam kisah Linda Walker, seorang pensiunan guru sekolah. Walker waktu itu pindah sekolah pada musim panas 1967. Karena masih baru, ibunya mendaftarkannya untuk Girl Scouts (pramuka).
 
Dia bergabung dengan Pisgah Girl Scout Camp di Brevard, North Carolina, di mana dia dipasangkan dengan seorang teman bernama Laurie Luna di tenda empat orang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di kemah, kehidupan Walker dan Luna terjalin erat. “Sebagai Girl Scout, Anda diajari Sistem Buddy,” ungkap Walker. “Anda akan diajarkan agar bisa diandalkan, untuk mengetahui ke mana Anda akan pergi, untuk membicarakan berbagai hal, dan untuk mengembangkan persahabatan.
 
“Sedikit yang saya tahu betapa pentingnya keterampilan tunggal itu dalam hidup saya,” tambahnya.
 
Linda Walker: Hidupku Terselamatkan karena Pramuka
(Petir menyambar hingga ke membakar tempat tidur di tenda. Foto: Ilustrasi. Dok. Cata/Unsplash.com)

Bencana melanda

Selesai berkano dengan Luna pada suatu sore, petir menabrak sebatang pohon di luar tenda anak perempuan. "Seperti yang terjadi di pegunungan di musim panas, badai bertiup dan kita semua bergegas ke tenda,” kenang Walker. 
 
“Petir menyambar dan jalur petir mengenai saya. Saya berbaring di lantai dengan sangat terbakar dan tidak sadarkan diri waktu itu,” ungkapnya.
 
Dia menjelaskan kejadian itu dengan lebih spesifik. 
 
“Petir bergerak dari tali jemuran logam yang terbentang di antara pohon itu dan yang lain membakar semua pakaian, lalu turun ke akar pohon, yang diikat ke lantai papan tenda, dan mengenai tempat tidur saya,” paparnya.
 
"Seketika, dua pertiga tubuh saya terbakar,” lanjutnya.
 
Linda Walker: Hidupku Terselamatkan karena Pramuka
(Sistem 'Buddy' membuat kedekatan antara satu sama lain dalam girls scout. Foto: Ilustrasi. Dok. Pauline Loroy/Unspalash.com)

Walker diselamatkan

Tiga gadis lain di tenda berteriak dan melarikan diri, tetapi Luna dengan cepat menyadari bahwa Walker hilang dan kembali lagi untuk mencari Walker dan menemukan Walker di lantai tenda. 
 
"Semua gadis lainnya lari dari tenda, tidak sadar, takut mati," kenang Walker.
 
"Luna menyadari Buddy-nya tidak ada di antara mereka. Dia kembali untuk saya. Melihat saya, dia pergi ke penasihat, membawa bantuan, dan dengan melakukan itu, menyelamatkan hidup saya,” ucap Walker.
 
Konselor bergegas memberikan Walker CPR, yang kemudian dilarikan ke rumah sakit oleh seorang perawat.

Terselematkan oleh teman

Saat dibawa ke rumah sakit, Walker dalam keadaan sangat parah, orang tuanya sudah diminta agar siap mendapatkan kabar terburuk. Namun berkat bantuan Luna, Walker selamat.
 
“Waktu untuk mendapatkan pernapasan buatan dan dibawa ke rumah sakit memungkinkan saya pulih. Kondisi saya sangat terbantukan dan  saya bisa melanjutkan hidup saat ini menjadi guru, istri, ibu, dan bagian dari dunia ini,” kata Walker.
 
Linda Walker: Hidupku Terselamatkan karena Pramuka
(Mengingat kegiatan pramuka, Walker bersyukur ia terselamatkan oleh temannya. Foto: Ilustrasi. Dok. Gilles Trenson/Unsplash.com)

Akhir cerita

“Saya berada dalam kondisi yang sangat buruk di rumah sakit ketika kamp berakhir,” ucap Walker memberi tahu Reader's Digest. 
 
Walker pulih dan kembali ke rumah, tetapi kenangan itu masih ada. "Setiap hari, bulan, tahun semakin meyakinkan diri bahwa hal tersebut berguna dan berterima kasih pada Luna,” ungkapnya.
 
Mereka pun berhubungan kembali, setelah bertahun-tahun sebagai pemimpin pasukan Girls Scout, diikuti oleh tiga dekade sebagai guru sains kelas delapan. Walker dan Luna akhirnya kembali berhubungan berkat seri “Missed Connections” di NPR (sebuah organisasi non profit). 
 
“Sebuah kisah NPR akhirnya memberi saya secercah harapan. Kisah itu adalah bagian dari serangkaian yang membantu koneksi yang hilang dan tersambung kembali. Mereka bekerja dengan keras untuk akhirnya menemukan Laurie menjadi kenyataan,” kata Walker.
 
Bersama-sama, mereka melakukan tur di kamp di mana hidup mereka pernah terjalin erat. “Kami mengumpulkan kenangan bersama tentang kamp. Itu sangat nyata. Ingatan saya tentang dirinya sepenuhnya disadari: peduli, baik hati, lucu, dan sangat responsif,” kenang Walker. 
 
“Kami memiliki tali yang tetap utuh selama bertahun-tahun. Saya berutang budi banyak padanya, bagaimanapun, dia ramah dan kami bisa mengobrol dengan nyaman,” paparnya.
 
“Saya telah memiliki kehidupan yang penuh dalam arti, dengan karier dan keluarga yang hebat. Ini semua karena Laurie dan sistem teman Pramuka (lewat Sistem Buddy tadi),” kata Walker. 
 
Dia berterima kasih pada Girl Scout Buddy System dan Laurie Luna. Dia merasa program ini tak hanya memberinya seorang teman namun juga masa depan.
 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif