Pernikahan adalah hal yang menyenangkan namun juga memberikan berbagai masalah. (Ilustrasi/Pexels)
Pernikahan adalah hal yang menyenangkan namun juga memberikan berbagai masalah. (Ilustrasi/Pexels)

Masalah Pengantin Baru di Usia 25-35 tahun

Rona tips pernikahan
Kumara Anggita • 26 Februari 2020 13:49
Jakarta: Pernikahan adalah hal yang menyenangkan namun juga memberikan berbagai masalah. Permasalahan tersebut seringkali tidak disadari dan lambat laun bikin frustasi satu sama lain.
 
Untuk memudahkan hubungan, perlu untuk mengidentifikasi sumber permasalahannya. Dengan seperti itu, Anda bisa menentukan hal apa yang perlu Anda lakukan dengan pasangan agar hubungan tidak tergerus kualitasnya karena permasalah yang tak terselesaikan.
 
Berikut beberapa permasalahan yang kerap kali muncul pada pasangan baru menikah khususnya di usia 25-35 tahun oleh Psikolog Klinis Dewasa, Cynthia Eveline, M.Psi, Psikolog
dari Puskesmas Kecamatan Duren Sawit.

Adaptasi

Sebelumnya Anda hidup dengan aturan Anda sendiri atau mungkin keluarga Anda yang tumbuh bersama Anda dari kecil.  Pernikahan membuat Anda harus berbagi waktu, ruang, emosi, dan masih banyak lagi pada orang yang baru.  Tentunya ini tidaklah mudah. Dibutuhkan daya adaptasi yang baik agar perjalanan pernikahan bisa lebih mulus.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Masalah adaptasi dengan pasangan seperti kebiasaan-kebiasaan yang dimiliki masing-masing. Biasanya hal kecil ya misalnya yang satu sikat gigi odolnya dipencet dari bawah yang lain di tengah. Ini bisa jadi  pertengkaran. Yang satu pakai closet ditutup yang satu dibuka sehabis memakai, itu bisa bertengkar,” ujarnya kepada Medcom.id.

Peran dalam rumah tangga

Sebelum menikah Anda memiliki peran tersendiri namun peran itu berubah saat memasuki pernikahan. Perempuan yang sebelumnya berstatus anak harus menjadi istri dan ibu begitu pula laki-laki harus menjadi suami dan ayah. Penyesuaian ini tentunya membutuhkan banyak pengertian dan komunikasi antar pasangan.
 
Baiknya Anda dan pasangan menentukan apa yang harus dikerjakan masing-masing dalam keluarga baru tersebut sesuai dengan tujuan dan kemampuan masing-masing.
 
“Suami perannya apa, istri ngapain. Apakah sama-sama boleh cari uang atau yang satu harus di rumah atau bisa juga punya kesepakatan istri kerja, suami di rumah,” ujarnya.

Perubahan ekonomi

Memulai keluarga membutuhkan banyak dana dan penyesuaian gat hidup. Hal ini bila tidak dipahami satu sama lain akan membuat banyak pertengkaran.
 
“Ekonomi Sangat mempenharuhi. Gaya hidup mungkin dulu yang cewe sama orangtuanya apa-apa ada. Pas berumah tangga harus tahan diri,” ujarnya.
 
Untuk mengatasinya, Anda dan psangan harus membuat kesepakatan siapa saja yang harus mencari nafkah. Tak hanya itu Anda juga harus tahu cara membagi pengeluaran dan pemasukan. Lihat apakah pemasukan Anda berdua bisa ditabung atau tidak.

Lahirnya anak

Menyesuaikan diri dengan pasangan saja sudah tidak mudah, permasalahan akan semakin banyak muncul ketika anak baru lahir. Ada tanggungjawab baru dan toleransi yang perlu untuk dilakukan. Banyak ibu yang mengalami baby blues atau bahkan permasalahan psilkologis lainnya.
 
“Kalau untuk perempuan sangat berpotensi, kalau tidak ada dukungan sosial di sekitarnya bisa baby blues. Gejalanya pusing lihat bayi, tak suka, tak attach, sedih mendalam. Biasanya 14 hari kalau lebih dari situ tingkatannya lebih dari baby blues,” ujarnya.
 

 
(YDH)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif