Ilustrasi-Pexels
Ilustrasi-Pexels

Pentingnya Ketegasan Orang Tua Melarang Anak di Bawah Umur Berkendara

Rona tips keluarga
Raka Lestari • 08 Februari 2020 08:13
Jakarta: Angka kecelakaan yang melibatkan anak sebagai pelanggar lalu lintas memang masih cukup tinggi di Indonesia. Berdasarkan data dari Polda Metro Jaya sendiri, dari 5.400 kecelakaan yang terjadi sepanjang 2018, sebanyak 239 kejadian melibatkan anak di bawah umur.
 
Dan, kasus yang cukup baru terjadi adalah pada 3 Desember 2019 lalu di Kabupaten Purbalingga, di mana mobil sedan yang dikendarai anak di bawah umur mengalami kecelakan dan menyebabkan enam orang mengalami luka-luka.
 
"Peran orang tua dalam hal ini tentu sangatlah penting. Ketegasan dari orang tua adalah yang paling penting. Misalnya dengan tidak membelikan kendaraan atau mengizinkan anak untuk menggunakan kendaraan sebelum mempunyai SIM,” ujar Jane Cindy Linardi, Psikolog Anak di RS Pondok Indah-Pondok Indah kepada Medcom.id.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jane juga menambahkan bahwa selain SIM, anak juga harus sudah cukup usia dan memang sudah benar-benar mahir berkendara. Sebelum diperbolehkan untuk mengendarai kendaraan sendiri. Hal ini tentu demi keamanan baik untuk anak itu sendiri dan juga orang lain.
 
Lalu, kapan waktu yang tepat bagi orang tua untuk memperbolehkan anaknya untuk berkendara sendiri? “Jika kematangan emosi anak sudah berkembang. Hal ini bertujuan agar anak tidak mudah tersulut emosi saat berkendara,” ujar Jane.
 
“Tanggung jawab juga sudah terbentuk. Hal ini bertujuan agar anak dapat mengendarai kendaraan secara bertanggung jawab. Kemandirian juga sudah matang, dan kemampuan memecahkan masalah sudah terbentuk,” saran Jane kepada orang tua yang ingin memperbolehkan anaknya untuk berkendara.
 
Namun memang, terkadang orang tua “tidak tega” ketika melarang anaknya untuk berkendara. Pada saat inilah diperlukan ketegasan dari orang tua.
 
“Nah ini orang tua harus menyadari dan memang kontrol penuh ada pada orang tua terkait ketegasan dalam pola asuhnya. Sehingga tidak apa-apa untuk sesekali tidak menuruti kemauan anak, jika memang demi kebaikan,” tutup Jane.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif