Ilustrasi-- (Foto: Ashton Bingham/Unsplash.com)
Ilustrasi-- (Foto: Ashton Bingham/Unsplash.com)

Ketahui Alasan Mengejutkan di Balik Perilaku Buruk Anak

Rona psikologi anak
Anda Nurlaila • 29 Juni 2019 15:10
Sering kali beberapa pesan yang ingin disampaikan anak tak dimengerti orangtua. Ada baiknya orangtua belajar untuk memahami apa yang diinginkan anak.
 

Jakarta: Perilaku buruk anak seperti tantrum atau bersikap tidak sopan adalah cara anak menunjukkan perasaan dan pikiran mereka. Seringkali anak mengkomunikasikan hal yang mereka rasakan namun tidak dapat diungkapkan melalui perilaku buruk. 
 
Ketika orangtua menentukan strategi disiplin, pertimbangkan penyebab mendasar untuk masalah perilaku anak. Verywellfamily memberi beberapa alasan mengejutkan perilaku tidak menyenangkan anak-anak Anda:

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ingin perhatian orangtua
 
Ketika orangtua berbicara di telepon, mengunjungi dengan teman atau keluarga, atau sibuk, anak-anak merasa tersisih. Cara menarik perhatian yang paling mudah adalah rewel, merengek, atau memukul saudara kandung. Walau pun berupa perhatian negatif, anak tetap menginginkannya. Memuji perilaku positif dan mengabaikan perbuatan negatif anak adalah cara terbaik mengatasinya. 
 
Meniru orang lain
 
Anak belajar dengan melihat orang lain, apakah dari teman sebaya yang berperilaku buruk di sekolah atau dari sesuatu di televisi. Dan mereka akan mencoba mengulanginya. Batasi paparan anak dari perilaku agresif di televisi, video game dan kehidupan nyata. Berikan teladan yang baik untuk mengajari mereka berperilaku dalam berbagai situasi.
 
Menguji batas aturan
 
Ketika orang tua menetapkan aturan mengenai yang boleh dan tidak boleh dilakukan, anak sering menguji apakah Anda serius. Mereka menguji batas untuk mengetahui akibat ketika mereka melanggar aturan.
 
Tetapkan batas yang jelas dan tawarkan konsekuensi secara konsisten. Jika mereka berpikir bisa lolos, anak akan mencobanya. Konsekuensi negatif setiap kali anak melanggar aturan akan membuat si kecil lebih patuh. 
 
Kurang keterampilan
 
Terkadang masalah perilaku berasal dari kurangnya keterampilan. Seorang anak yang tidak memiliki keterampilan sosial dapat memukul anak lain karena dia ingin bermain. Seorang anak tanpa keterampilan memecahkan masalah mungkin sulit membersihkan kamar karena tidak yakin bagaimana jika mainannya tidak muat dalam kotak.  
 
Ajari anak apa yang harus dilakukan. Tunjukkan padanya alternatif-alternatif untuk perilaku buruk sehingga dia bisa belajar dari kesalahannya.
 
Mereka ingin bebas
 
Ketika anak-anak prasekolah belajar melakukan lebih banyak hal sendiri, mereka ingin memamerkan keterampilan baru.  Anak pra remaja dan remaja juga dikenal dengan upaya mereka menjadi mandiri. Dalam prosesnya mungkin anak menjadi lebih argumentatif dan terkadang berperilaku tidak sopan.
 
Remaja memberontak untuk menunjukkan mereka dapat berpikir untuk diri sendiri. Mereka melanggar peraturan dengan sengaja untuk memperlihatkan mereka tidak dapat dipaksa melakukan hal-hal yang tidak mereka sukai.
 
Solusinya berikan anak pilihan. Tanyakan pada anak prasekolah apakah dia ingin air sirup atau teh. Berikan kebebasan terbatas pada remaja, seperti ia boleh menggunakan barang elektroniknya setelah tugas sekolahnya selesai. 
 
Tidak dapat mengontrol emosi
 
Terkadang anak-anak tidak tahu menangani perasaan mereka. Anak yang kewalahan ketika marah dapat menjadi agresif. Anak bahkan dapat bertindak buruk ketika merasa bersemangat, stres, atau bosan.
 
Anak-anak perlu belajar cara-cara sehat menghadapi perasaan seperti kesedihan, kekecewaan, frustrasi, dan kecemasan. Ajari anak-anak tentang perasaan dan tunjukkan cara sehat mengelola emosi untuk mencegah mereka dari perilaku buruk. Saat memiliki kendali terhadap emosi, anak dapat menggunakan keterampilan tersebut mengatasi perasaan mereka. Alih-alih bertindak buruk, mereka belajar menenangkan diri. 
 
Memiliki kebutuhan yang belum terpenuhi
 
Pada saat merasa lapar, lelah, atau sakit, anak sering berperilaku buruk. Kebanyakan balita dan anak-anak prasekolah tidak pandai mengomunikasikan apa yang mereka butuhkan. Akibatnya, mereka sering menggunakan perilaku mereka untuk menunjukkan kebutuhan yang belum terpenuhi. Orang tua dapat membantunya, seperti mengajak balita berbelanja setelah ia tidur siang. Tanyakan pada anak bagaimana perasaannya dan cari isyarat kebutuhan anak yang belum terpenuhi. 
 
Menginginkan kekuatan dan kontrol
 
Kekuasaan dan kontrol sering berkontribusi pada perilaku buruk. Kadang-kadang perilaku yang menantang dan argumentatif muncul ketika seorang anak berusaha untuk mendapatkan kendali.
 
Ketika masalah perilaku timbul sebagai upaya mengendalikan situasi, anak dapat saling berebut atau bertengkar dengan saudaranya. Beri anak pilihan, seperti apakah anak lebih suka membersihkan kamar sekarang atau setelah acara televisi selesai. Menawarkan pilihan akan memberi anak kendali atas situasi. Selain menghindari banyak pertengkaran, anak lebih dapat mematuhi aturan orang tua. 
 
Perilaku buruk efektif
 
Salah satu alasan sederhana perilaku buruk anak adalah karena ini efektif untuk memperoleh keinginan mereka. Tantrum dan menangis saat di tempat umum hingga orang tua setuju membelikan mainan akan memberi tahu anak bahwa marah dan menjerit efektif. 
 
Pastikan tidak menuruti keinginan anak hanya untuk membuatnya berhenti merengek. Walaupun lebih mudah menyerah pada keinginan anak saat ini, Anda hanya akan mengajari anak untuk melanggar aturan. 
 
Masalah kesehatan mental
 
Terkadang anak-anak memiliki masalah kesehatan mental mendasar dan berkontribusi pada masalah perilaku. Anak-anak dengan ADHD, misalnya, berjuang untuk mengikuti arahan dan berperilaku impulsif. Kecemasan atau depresi juga dapat menyebabkan masalah perilaku seperti gugup, kurang memiliki motivasi untuk menyelesaikan pekerjaannya atau tugas sekolah.
 
Jika Anda mencurigai anak mungkin memiliki gangguan kesehatan mental, bicarakan dengan dokter anak. Sejumlah tes dapat mengkonfirmasi dugaan tersebut sehingga anak dapat memperoleh perawatan sesuai. 
 


 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif