Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarif Bando. (Foto: Istimewa)
Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarif Bando. (Foto: Istimewa)

Pembudayaan Membaca Tanggung Jawab Bersama

Rona manfaat membaca
K. Yudha Wirakusuma • 08 Agustus 2020 21:00
Jakarta: Kebiasaaan membaca haruslah ditanamkan sejak usia dini, khususnya saat di lingkungan keluarga. Sebab, ada segudang manfaat yang didapat dari membaca.
Pembudayaan membaca juga bukan hanya tanggung jawab dari pemangku kebijakan. 
 
“Patut dipahami juga bahwa sejatinya semua pemangku kepentingan di sini adalah pembantu Presiden di bidang pengembangan perpustakaan di Indonesia, selain soal literasi dan pembudayaan kegemaran membaca. Sehingga menjadi tanggung jawab bersama, bagaimana seluruh perpustakaan yang ada di Indonesia bisa terakreditasi dan tenaga pustakawannya tersertifikasi,” kata Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarif Bando saat melantik pejabat pimpinan tinggi madya (eselon I) di lingkungan Perpusnas.
 
Dia menambahkan, setiap tindakan memiliki konsekuensi. Tidak bisa hanya berpikir situasional saja tetapi harus sistematis. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Gerakkan semua anggota tim. Maksimalkan semua potensi sumber daya manusia yang dimiliki. Setiap pemimpin adalah seorang agen perubahan (agent of change). “Jadi, tidak cukup mengubah perilaku melainkan juga mind set,” terang Kepala Perpusnas.
 
Syarif Bondo melantik dua pejabat eselen I Perpusnas yaitu Woro Titi Haryanti yang sebelumnya Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan kini diangkat sebagai Sekretaris Utama  (Sestama).
 
Selanjutnya Deni Kurniadi  yang sebelumnya Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan dan Pengkajian Minat Baca kini diangkat sebagai Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan.
 
"Pergantian ini adalah hal normal dalam organisasi, penyegaran," kata Syarief Bando.
Pelantikan keduanya berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 128 tertanggal 30 Juli 2020. 
Pembudayaan Membaca Tanggung Jawab Bersama
Pelantikan dua pejabat eselon I Perpusnas. (Foto: Istimewa)

Adapun dalam arahannya, Syarif Bando meminta pejabat terlantik untuk sama-sama memperhatikan amanah karena tugas, tantangan, dan konsekuensi akan semakin berat. 

“Pastikan program kerja berlanjut. Regulasi harus dipahami. Aturan-aturan teknis yang sifatnya makro ataupun mikro segera didistribusikan ke seluruh stakeholder di daerah,” ujarnya.
 
Secara khusus, Kepala Perpusnas meminta kepada Sestama untuk mempertahankan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang telah diraih Perpusnas secara empat kali berturut-turut selama 2016-2019. Penilaian dari Ombudsman pun wajib diperbaiki. 
 
Sedangkan, kepada Deputi Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan, Kepala Perpusnas meminta disiapkan para koordinator untuk persiapan struktur organisasi dan tata kerja (SOTK) baru di unit kedeputiannya.
 

 
(YDH)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif