Studi membuktikan bahwa Wanita yang memiliki suami dengan perilaku maskulin lebih tinggi cenderung dapat memuaskan hubungan selama ovulasi. (Foto: Pinterest/The Wedding Scoop)
Studi membuktikan bahwa Wanita yang memiliki suami dengan perilaku maskulin lebih tinggi cenderung dapat memuaskan hubungan selama ovulasi. (Foto: Pinterest/The Wedding Scoop)

Studi: Sifat Maskulin Pria Membuat Wanita Semakin Puas dengan Hubungan

Rona studi kesehatan
Sri Yanti Nainggolan • 12 Mei 2017 16:20
medcom.id, Jakarta: Hubungan dalam berpasangan, terutama setelah menikah, tak lepas dari pertengkaran. Sebuah penelitian menyebutkan, dari sekian banyak faktor, perilaku suami dapat mempengaruhi kepuasan hubungan romantis saat istri mengalami masa menstruasi.
 
Seorang psikolog asal Florida State University menemukan bahwa istri cenderung merasakan kepuasan pernikahan selama ovulasi ketika suami mereka terlihat maskulin. 
 
Studi: Sifat Maskulin Pria Membuat Wanita Semakin Puas dengan Hubungan

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Studi yang dipublikasikan dalam Evolutionary Behavioral Sciences tersebut mencatat bahwa wanita mengalami pergeseran ovulasi berdasarkan preferensi pasangan mereka selama hubungan jangka panjang. 
 
Dengan kata lain, kesuburan wanita dan maskulinitas pasangannya mempengaruhi kepuasan pernikahan. 
 
Semakin dominan, berkuasa, maskulin, dan asertif seorang pria saat masa ovulasi wanita (yang berada di tangah siklus menstruasi); maka wanita semakin senang dengan hubungan tersebut. 
 
(Baca juga: 7 Cara Merawat Pernikahan agar Bahagia)
 
Studi: Sifat Maskulin Pria Membuat Wanita Semakin Puas dengan Hubungan"Studi ini menunjukkan bahwa istri yang memiliki suami yang maskulin cenderung lebih merasakan kepuasan dalam pernikahan saat mendekati masa ovulasi dibandingkan masa lain," tukas pemimpin studi Andrea L. Meltzer pada PsyPost. 
 
Meltzer menanyai 70 pasangan suami-istri yang pertama kali menikah untuk melengkapi sebuah survei setiap malam hari selama 14 hari. Survei tersebut mengevaluasi risiko konsepsi para istri dan kepuasan pernikahan mereka setiap hari, sementara para suami menjawab bagaimana kemaskulinan yang mereka rasakan. 
 
"Hasilnya, maskulinitas pria memberi manfaat pada wanita dalam konteks hubungan jangka panjang," simpulnya. 
 
Wanita yang memiliki suami dengan perilaku maskulin lebih tinggi cenderung dapat memuaskan hubungan selama ovulasi.
 
Sementara wanita yang tidak dalam kelompok tersebut tak merasakan peningkatan kepuasan tersebut. Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa preferensi wanita lebih mengarah pada perilaku daripada tampang.
 

 

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(TIN)


social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif