Bukan hanya film horor, sebaiknya anak juga tidak menonton film yang penuh kekerasan dan seks. (Foto: Holisticnutritiondegree)
Bukan hanya film horor, sebaiknya anak juga tidak menonton film yang penuh kekerasan dan seks. (Foto: Holisticnutritiondegree)

Tidak Menonton Film Horor Bersama Anak

Rona psikologi anak
Yatin Suleha • 13 Desember 2016 11:32
medcom.id, Jakarta: Anda suka mengajak si balita menonton? Jika menonton film yang sesuai untuk usianya ini tentu saja boleh. Namun, jika Anda iseng atau malah dengan sengaja mengajak si kecil untuk melihat film horor dengan alasan "untuk membuatnya berani" sebaiknya pikirkan lagi.
 
Dr. Dono Baswardono, Psych, Graph, AISEC, MA, Ph.D, yang merupakan seorang psychoanalyst, graphologist, sexologist, serta marriage & family therapist menegaskan bahwa hal tersebut tidak dilakukan. "Mental anak belum mampu menerima jenis film horor. Horor ini bukan hanya pada tampilan darah, setan dan hal-hal menyeramkan lainnya, tetapi juga yang substansinya mengeksploitasi rasa takut, seperti bencana perang, maupun menciptakan 'suasana kegelapan'," ungkap Dr. Dono.
 
Baik di bioskop atau di rumah, Dr. Dono menjelaskan sebaiknya orangtua mengarahkan anak-anak untuk menghindari film horor. "Jika anak tersebut tetap meminta menonton film horor hendaknya orangtua menemaninya," tegas Dr. Dono.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dapat Menyebabkan Trauma
 
Cukup banyak film-film animasi yang walau diperuntukkan anak-anak, namun bernuansa ketakutan. "Karena itu, saya menegaskan agar orangtua menyadari bahwa anak usia di bawah 5 tahun belum bisa membedakan mana yang nyata dan mana khayalan. Oleh sebab itu, balita akan ketakutan jika melihat film horor. Dan dampaknya, akan trauma," tegas Dr. Dono. 
 
(Baca juga: Tips Agar Anak Belajar Mandiri)
 
Apakah itu berarti anak usia sekolah tidak takut? Walau anak-anak usia SD sudah bisa membedakan antara realitas dan khayalan, namun hanya sebatas membedakan. Mereka belum bisa berpikir lebih jauh. Akibatnya, sama saja, ketakutan.
 
Apakah Ada Referensi Film Horor yang Diperbolehkan?
 
Bukan hanya film horor, sebaiknya anak juga tidak menonton film yang penuh kekerasan dan seks. Karena jika anak kerap menonton kekerasan, di dalam pikirannya akan beranggapan kekerasan bisa menjadi solusi segala masalah. Sehingga jika suatu saat anak-anak terkena masalah, mereka akan menyelesaikannya dengan jalan kekerasan. 
 
Dr. Dono menegaskan, tidak ada referensi film horor mana yang boleh ditonton. Karena film horor hanya akan membuat anak ketakutan belaka. "Orang dewasa saja katakutan, apalagi anak-anak. Rekomendasi saya agar semua film horor yang telah, tengah dan akan diputar di bioskop, sama sekali tak usah ditonton anak-anak," tambahnya.
 

 

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(TIN)


social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif