Hal-hal yang Perlu Diketahui Ketika Menyusui
Menurut Philippa Pearson-Glaze, aktivis ASI, menyusui dapat membuat luka terutama pada hari-hari awal. (Foto: Dave Clubb/Unsplash.com)
Jakarta: Bagi para ibu baru, menyusui bisa memiliki kendala tersendiri terutama jika sang bayi sering bergerak-gerak. Banyak mitos-mitos yang berkembang mengenai menyusui dan tentunya tidak semuanya bisa dipercaya.

Oleh karena itu, dilansir dari Romper.com berikut ini adalah beberapa hal yang sebaiknya Anda ketahui ketika menyusui.

1. Beri ASI kepada bayu baru lahir setiap jam 
Menurut Fed is Best Foundation, memberikan ASI kepada bayi yang baru lahir hampir setiap jam adalah sesuatu yang normal terutama jika ASI yang Anda miliki cukup banyak.


Hal ini karena tidak semua wanita bisa memiliki ASI yang cukup banyak. Jika bayi selalu meminta ASI sangat sering, mungkin itu pertanda bahwa ASI yang Anda berikan tidak masuk dengan baik sehingga mereka masih merasa lapar. 

2. Anda takut menyusui 
Menurut D-MER.org, jika Anda merasakan emosi negatif, seperti kesedihan, kemarahan, atau kecemasan, tepat sebelum menyusui atau ketika sedang menyusui mungkin Anda mengalami kondisi bernama D-MER.

Itu terjadi karena penurunan dopamine dan biasanya terjadi kepada ibu baru.  Jika Anda mengalami hal ini, Anda dapat memilih untuk menyapih, memompa, atau melanjutkan menyusui. 


(Menurut Philippa Pearson-Glaze, aktivis ASI, menyusui dapat membuat luka terutama pada hari-hari awal. Foto: Dave Clubb/Unsplash.com)

(Baca juga: Tips agar Masa Menyusui Nyaman Bagi Ibu)

3. Anda merasa nyeri yang terus menerus
Menurut Philippa Pearson-Glaze, aktivis ASI, menyusui dapat membuat luka terutama pada hari-hari awal, karena beberapa hal seperti infeksi dari bakteri. Dan terkadang, puting akan terasa nyeri selama atau setelah menyusui meskipun posisi bayi sudah benar.

Vasospasme puting, atau penyempitan pembuluh darah dapat menyebabkan rasa sakit dan rasa panas di puting Anda dan bahkan di bagian dalam payudara Anda. 

4. Payudara Anda akan menjadi merah atau terasa panas
Mayo Clinic mencatat bahwa gejala seperti rasa panas atau payudara yang merah dan panas saat disentuh mungkin merupakan tanda-tanda infeksi payudara seperti mastitis. Jika hal ini terjadi pada Anda, sebaiknya langsung memeriksakan diri ke dokter. 

5. Bayi Anda kehilangan berat badan atau berat badannya tidak bertambah 
Dalam beberapa kasus, penurunan berat badan bayi adalah sesuatu yang normal. Namun menurut American Academy of Pediatrics (AAP) jika bayi Anda kehilangan lebih dari tujuh persen berat badan lahir mereka selama hari-hari pertama kehidupan mereka, Anda perlu memeriksakannya.

Ini untuk memastikan bahwa mereka mendapatkan cukup untuk makan atau membutuhkan tambahan susu formula jika mereka tidak mengonsumsi ASI. 






(TIN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id