Psikologi anak dan keluarga Elizabeth Santoso menjelaskan, ada banyak pemicu anak menjadi stres. Salah satunya, suasana yang tidak bersahabat di rumah.
"Kalau orang tuanya cemberut terus, jangan berharap anak-anak bisa bahagia. Sebaliknya, kalau orang tuanya happy, anak pun akan happy," kata Elizabeth, saat berbincang dalam program acara Metro Plus di Metro TV.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Jika memiliki masalah, Elizabeth mengimbau orang tua agar tidak memperlihatkannya kepada anak. Sebab, sikap orang tua sangat berpengaruh terhadap suasana hati anak.
Lebih lanjut, stres pada anak juga bisa disebabkan kurangnya aktivitas. Ada beberapa langkah untuk merangsang hormon bahagia pada anak.
"Untuk memunculkan seretonin (hormon bahagia), tubuh harus kena matahari minimal 20-30 menit dalam sehari. Untuk anak-anak yang tempramen, perbanyak gizi dari sayuran hijau. Untuk meningkatkan rasa percaya diri pada anak (oksitoksin), berikan pelukan. Sementara untuk meningkatkan dopamin dan endorfin, kasih anak tantangan," urai Elizabeth.
Pada poin terakhir, tantangan yang dimaksud, bisa dengan menjanjikan hadiah kala anak bisa menerapkan kedisiplinan.
"Kemenangan-kemenangan kecil saja terkadang cukup untuk membuat anak bahagia dan merasa diapresiasi," kata Elizabeth.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(DEV)
