Menciptakan pangan yang sehat bisa dengan menanam tanaman organik di rumah dengan sederhana di depan rumah dalam pot. (Foto: Pexels.com)
Menciptakan pangan yang sehat bisa dengan menanam tanaman organik di rumah dengan sederhana di depan rumah dalam pot. (Foto: Pexels.com)

Aksi Sederhana demi Menciptakan Pangan yang Sehat

Rona Hari Pangan Sedunia
A. Firdaus • 16 Oktober 2019 12:49
Bogor: Indonesia dikaruniai tanah yang subur serta kondisi cuaca yang mendukung untuk bercocok tanam. Tak ayal negara ini selain sebagai negara maritim, juga bisa dibilang sebagai negara agraris
 
Sayangnya, jika melihat pada kenyataan, masih banyak melihat makanan yang kita santap masih menggunakan bahan-bahan kimia. Dalam artian, minimnya menggunakan bahan organik.
 
Padahal sejak 2010, pemerintah sudah mencanangkan program penanaman tanaman organik. Namun program itu tak serta merta mulus terwujud.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bertepatan dengan Hari Pangan Sedunia pada 16 Oktober, ada baiknya kita memulai aksi dari kita sendiri, guna anak-anak pada masa mendatang dapat merasakan kenikmatan pangan yang sehat. Salah satu aksi sederhana namun memiliki makna besar adalah memulai menanam tanaman organik.
 
Aksi Sederhana demi Menciptakan Pangan yang Sehat
(John Tumiwa pemilik kebun organik Boja Farm. Foto: Dok. Medcom.id/A.Firdaus)
 
"Aksi kita adalah mulailah memotong satu komoditas yang kita beli di supermarket. Seperti cabai. Tanamlah di rumah Anda. Artinya mulailah dari itu dulu," ujar John Tumiwa, pemilik kebun organik Boja Farm, Bogor.
 
"Saya juga dulu enggak suka menanam, tapi kalau begini ya mau enggak mau jadi senang. Kalau di rumah saya 25 persen masih beli di luar, tapi sisanya saya sudah menyediakan di rumah sendiri. Jadi kita juga harus mulai, paling tidak mulainya seperti itu. Mulailah dari diri kita sendiri dulu," sambungnya.
 
Penanaman seperti cabai di rumah sendiri memberikan efek yang berguna. Sebab cabai merupakan salah satu komoditas penting, yang pada kondisi tertentu bisa menjadi bumbu yang sangat mahal.
 
"Cabai dulu kan harganya bisa sampai Rp125 ribu dan cabai itu kalau seandainya kita enggak butuh banyak cabai, ya sudah dikeringkan dijemur dan bisa dipakai lagi nanti sebagai cabai bubuk. Selain cabai, bisa juga tomat, semuanya gampang pokoknya," sahut John.
 
"Satu lagi kalau kita menanam, maka kita juga perlu rajin berkomunikasi dengan tanaman. Karena mereka semua benda hidup. Gunanya, agar kita memberikan aura positif ke tanaman tersebut. Sebab kalau kita stres, tanaman kita juga stres," tutup John.
 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif