Bahayanya, ketika kita sama-sama phubbing dengan pasangan, maka kita akan kehilangan pillow talk yang berfungsi mengeratkan pernikahan. (Foto: Ilustrasi Freepik)
Bahayanya, ketika kita sama-sama phubbing dengan pasangan, maka kita akan kehilangan pillow talk yang berfungsi mengeratkan pernikahan. (Foto: Ilustrasi Freepik)

Studi: Mabuk Gawai Lebih Banyak Terjadi di Kamar Tidur

Rona smartphone psikologi
Medcom • 22 Juli 2020 19:44
Jakarta: Pernahkah Anda berada di sekitar orang-orang yang menghabiskan lebih banyak waktu melihat ponsel mereka daripada kepada Anda? Jika iya, maka Anda menjadi korban mabuk gawai (phubbing) dan Anda mungkin juga pernah melakukan hal yang sama kepada orang lain.
 
Phubbing adalah praktik memperhatikan ponsel Anda saat berada di hadapan orang lain. Dan karena smartphone telah menjadi bagian dalam kehidupan sehari-hari, phubbing telah menjadi hal yang sangat umum, sehingga banyak orang berpikir itu normal.
 
Orang-orang lebih memperhatikan ponsel mereka selama rapat kerja, atau saat bersosialisasi dengan teman-teman di kafe, sambil makan malam bersama keluarga, saat menghadiri ceramah dan bahkan saat di tempat tidur.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun seberapa umum praktik phubbing ini? Dan pada situasi sosial apa saja perilaku tersebut paling lazim?
 
Untuk mencari jawabannya, telah dilakukan survei ke 385 orang di Australia dan menanyakan kepada mereka seberapa sering mereka melihat gawai saat sedang bertatap muka dengan orang lain. Jawaban mereka antara: tidak pernah, jarang, terkadang, sering, atau selalu.

Cenderung melakukan phubbing terhadap keluarga

Kami menemukan bahwa 62% dari responden survei melaporkan bahwa, mereka menghabiskan waktu memperhatikan gawai mereka saat melakukan percakapan tatap muka dengan orang lain.
 
Gender tidak menentukan seberapa sering seseorang melakukan phubbing. Letak geografis juga bukan faktor penentu, orang-orang yang tinggal di kota dan di pinggiran sama seringnya melakukan phubbing.
 
Namun, anak-anak muda lebih sering melakukan phubbing daripada orang-orang yang lebih tua. Sedangkan pasangan adalah orang-orang yang paling sering mengalami phubbing.
 
Riset menunjukkan bahwa para pengguna gawai lebih sering melakukan phubbing terhadap orang tua dan anak-anak mereka daripada rekan kerja, klien dan pelanggan. Temuan ini menggambarkan bahwa ada sikap profesional dalam penggunaan gawai di tempat kerja.

Situasi sosial tertentu lebih kondusif untuk melakukan phubbing

Kami menemukan bahwa orang lebih sering melakukan phubbing saat dalam perjalanan menggunakan transportasi umum, minum kopi di kantor atau istirahat makan siang, beristirahat di tempat tidur bersama pasangan, bepergian bersama menggunakan transportasi pribadi dan saat bersosialisasi dengan teman.
 
Orang akan memiliki kemungkinan lebih kecil untuk melakukan phubbing dalam rapat, selama waktu makan dengan keluarga dan sepanjang kuliah serta kelas.
 
Artikel ini telah tayang di laman The Conversation. Artikel dengan judul "Fenomena mabuk gawai lebih banyak terjadi di kamar tidur daripada saat bersama teman" ini ditulis oleh Yeslam Al-Saggaf (Associate Professor, Charles Sturt University).
 
(FIR)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif