Kak Seto Imbau Jangan Ada Sebutan Teroris Anak
Kak Seto (Foto: Antara/Refina Safri )
Surabaya: Rentetan teror bom di Surabaya pada Minggu, 13 Mei hingga Senin, 14 Mei menjadi peristiwa duka yang menyorot perhatian. Apalagi, terduga teror melibatkan anak-anak mereka dalam melakukan aksinya. 

Seto Mulyadi atau yang akrab disapa Kak Seto mengatakan agar jangan ada sebutan teroris anak. 

"Anak-anak itu sebagai korban, bukan sebagai pelaku. Mereka adalah korban bujuk rayu dan intimidasi. Anak-anak dianggap mudah masuk ke gawang lawan karena pasti tidak ada yang menyangka bahwa anak-anak bisa membawa bom," ujar Kak Seto pada acara Seminar Kesehatan dan Gizi Remaja di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Selasa, 15 Mei 2018.


"Jangan sampai ada kata-kata yang mengatakan anak-anak sebagai pelaku teroris," katanya. 

Untuk itu, Kak Seto mengimbau agar ada kepedulian dari lingkungan sekitar. Ia melanjutkan, di sekolah anak-anak perlu diajarkan untuk melaporkan jika ada hal-hal yang mencurigakan di lingkungan sekitar, termasuk lingkungan keluarga. 

Sebanyak 26 orang menjadi korban tewas teror bom sejak Minggu 13 Mei hingga Senin 14 Mei 2018, di tiga gereja di Surabaya, Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo, dan Mapolrestabes Surabaya. Sebanyak 13 korban tewas adalah masyarakat. 

Lihat video:






(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id