Ketika orang-orang gelisah, mereka dalam keadaan terangsang yang tinggi sehingga mereka akan lebih mudah marah. (Ilustrasi/Pexels)
Ketika orang-orang gelisah, mereka dalam keadaan terangsang yang tinggi sehingga mereka akan lebih mudah marah. (Ilustrasi/Pexels)

Penyebab Seseorang Mudah Marah

Rona psikologi
Raka Lestari • 23 Januari 2020 17:27
Jakarta: Cranky atau mudah marah dan jengkel biasanya identik dengan balita atau anak-anak. Mereka bisa dengan mudah untuk marah untuk hal-hal kecil.
 
Namun ternyata, orang dewasa juga bisa mengalami hal tersebut. Dan penyebabnya bisa bermacam-macam.
 
Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa seseorang mudah marah atau jengkel terhadap sesuatu, seperti dimuat thehealthy.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kurang tidur 
 
“Tidur sangat penting untuk kesehatan mental yang baik, sehingga jika Anda kurang tidur maka Anda akan mudah marah,” ujar Steven Lamm, MD, profesor klinis kedokteran dan direktur medis di Preston Robert Tisch Center for Men’s Health di NYU Langone Medical Center. Usahakan untuk mendapatkan 7 – 9 jam waktu tidur setiap harinya.
 
Demensia
 
Ketika Anda mulai melupakan hal-hal kecil, seperti mengingat nama orang atau meletakkan barang-barang itu wajar untuk menjadi frustrasi dan marah.
 
“Secara umum saya menganggap frustasi berkaitan dengan kebutuhan yang tidak terpenuhi karena lupa tersebut. Dan frustasi tersebut dapat bermanifestasi menjadi sesuatu yang seakan-akan mudah marah kepada orang lain," kata Jeffrey Deitz, MD, seorang spesialis psikiatri  di Fairfield County, Connecticut.
 
Sakit kronis
 
Rasa sakit yang tampaknya sama sekali tidak berhubungan dengan suasana hati, seperti sakit punggung, bisa membuat Anda lebih mudah marah dibandingkan biasanya. "Orang-orang tidak mau mengakui bahwa mereka kesakitan, sehingga Anda akan merasa lebih mudah marah,” kata Dr Lamm. "Mereka tidak menjadi diri mereka sendiri dan amarah mereka pendek karena mereka kesakitan."
 
Gejala depresi ringan 
 
“Ada banyak derajat depresi, mulai dari sementara, yang merupakan bagian dari kehidupan manusia normal, hingga klinis, yang dapat sangat merusak kehidupan seseorang,” kata Dr Deitz.
 
"Gejala depresi tingkat rendah tidak menghalangi fungsi sehari-hari seperti depresi klinis, tetapi mereka dapat membuat seseorang tampak terus-menerus pemarah dan pesimis," katanya.
 
Kecemasan 
 
“Ketika orang-orang gelisah, mereka dalam keadaan terangsang yang tinggi sehingga mereka akan lebih mudah marah,” kata Dr Deitz. “Sesuatu yang sebenarnya tidak terlalu menjengkelkan, jika Anda sedang merasa cemas maka akan menyebabkan reaksi yang berlebihan atau bahkan membuat Anda meledak-ledak.”
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif