NEWSTICKER
Ilustrasi-Unsplash
Ilustrasi-Unsplash

Psikolog: Ada Kebanggaan Tersendiri Bikin Konten Berbahaya

Rona minuman boba
Kumara Anggita • 30 Januari 2020 15:02
Jakarta: Pada era media sosaial ini, konten menjadi suatu hal yang begitu berharga. Alhasil semua orang jadi berlomba-lomba untuk membuat konten yang semenarik mungkin.
 
Sayangnya, banyak dari mereka sampai terbutakan dan rela melakukan apa saja. Misalnya, baru-baru ini orang rela mengikuti challenge minum lima liter boba yang sesungguhnya membahayakan kesehatan mereka.
 
Apa sesungguhnya yang mendorong mereka melakukan hal-hal yang tidak masuk akal?
Berikut penjelasannya menurut psikolog sekaligus dosen Fakultas Psikologi Universitas Indonesia Shahnaz Safitri, M.Psi., Psikolog.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurutnya, beberapa orang rela melakukan apa saja dengan tujuan ingin menunjukkan bahwa mereka bisa melakukan suatu hal lebih baik. Ada kepuasan tersendiri yang muncul saat bisa melampaui yang lain.
 
“Alasannya karena social comparison, kalau melakukan yang ‘lebih’ dari orang lain untuk hal-hal yang sedang trending, ada esteem atau kebanggaan yang meningkat pada diri kita sendiri. Kadang-kadang memang ada harga yang harus dibayar, dalam hal ini (challenge minum boba lima liter) kesehatan,” ujar Shahnaz saat dihubungi Medcom.id, Kamis, 30 Januari 2020.
 
Orang semakin mudah latah ikutan challenge yang berbahaya ketika mereka sendiri kurang informasi. Mereka tidak menyadari bahwa apa yang dilakukan sebenarnya begitu berisiko.
 
“Ditambah lagi, kalau memang seseorang tidak punya informasi yang relevan bahwa ternyata yang trending ini berbahaya,” kata Shahnaz.
 
Agar terhindar dari tren yang merugikan. Shahnaz menganjurkan agar Anda lebih banyak berpikir sebelum mengikuti sebuah challenge. Pertimbangkan apakah kesenangan ini sebanding dengan risiko yang timbul.
 
“Tanya ulang motivasi buat ikutannya apa? Dan ada risiko atau tidak ya saat melakukannya? jadi biasakan untuk berpikir sedikit lebih panjang, jangan mudah terpancing euforia sesaat,” ungkap Shahnaz.
 
“Segalanya mungkin terasa baik tetapi pada dasarnya buruk,” tambahnya.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif