Apa saja sebenarnya yang para pria seringkali komplain di balik perkawinan mereka? Brittany Wong menjelaskannya untuk Anda. (Foto: Alban Martel/Unsplash.com)
Apa saja sebenarnya yang para pria seringkali komplain di balik perkawinan mereka? Brittany Wong menjelaskannya untuk Anda. (Foto: Alban Martel/Unsplash.com)

Enam Keluhan Paling Umum Suami dan Istri

Rona keluarga psikologi
Yatin Suleha • 16 Januari 2018 15:42
Jakarta: Setiap pasangan suami dan istri pasti pernah mengalami pasang dan surut dalam hubungan. Apa saja sebenarnya yang para pria seringkali komplain di balik perkawinan mereka? Brittany Wong meringkaskan dari beberapa ahli terapis perkawinan seperti yang dilansir dari Huffingtonpost.com berikut ini.
 
1. Pasangan yang suka mengeluh
Tim Cavell seorang psikolog klinis yang telah berpengalaman lebih dari 25 tahun mengatakan bahwa hal utama dalam masalah ini terdapat dalam definisi "komplain" itu sendiri. Menurut Cavell suami seringkali menutup rapat mulutnya untuk banyak bicara karena bisa dianggap sebagai laki-laki yang banyak omong.
 
Dalam artian jika ia banyak bicara ini menunjukkan bahwa ia lemah atau terlihat rentan. "Dan laki-laki tidak melakukan hal itu." Cavell menyarankan pasangan untuk mengganti frasa"keluhan" menjadi permintaan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya memberikan mereka skejul untuk bicara dengan nyaman tanpa interupsi dan mengikuti aturan umum berkomunikasi di dalam sesi terapi kami. Contohnya, mengubah pembicaraan dari statement 'aku' menjadi 'kamu'."
 
2. Bosan dengan pasangan
Abby Rodman, seorang psikoterapis telah mendengar tentang masalah ini sejak lama. "Suami sering merasa istri tidak lagi mempunyai usaha untuk meningkatkan hubungan pasutri. Karena para suami ini seringkali merasa bahwa setelah mereka lelah pulang kerja, mereka tak nyaman mendengarkan komplain tentang binatang peliharaan yang bermasalah di rumah, atau pintu garasi yang macet, atau lingkungan pekerjaan istri yang sedang mengesalkan."
 
Rodman menyarankan untuk meningkatkan lagi koneksi dengan para pasangan bersama, misalnya pergi berlibur selama beberapa hari bersama berdua saja. "Dan dalam sesi tersebut pekerjaan rumah mereka adalah menemukan kembali sisi menariknya dari pasangan tersebut."
 
Enam Keluhan Paling Umum Suami dan Istri
(Tim Cavell seorang psikolog klinis yang telah berpengalaman lebih dari 25 tahun mengatakan bahwa hal utama dalam masalah ini terdapat dalam definisi "komplain atau keluhan" itu sendiri. Foto: Korney Violin/Unsplash.com)
 
(Baca juga: Hal-hal yang Paling Sering Disembunyikan Istri dari Suami)
 
3. Suami berpikir istri sedang bosan 
Para suami sering berpikir bahwa istri mereka sedang merasa bosan dengan mereka. "Ketika klien saya berkata mengapa saya selingkuh karena saya berpikir pasangan saya sudah tidak peduli lagi dengan saya," ucap Jim Walkup, terapis pernikahan berbasis di New York.
 
Pasangan ini menurut Walkup hanya kurang waktu bersama. "Mereka mesti berdiskusi dari hari ke hati tentang apa artinya sosok pasangan tersebut.
 
"Kata I love you saja tidak cukup. Atensi yang jelas-misalnya bertanya kabar pasangan, sudah makan atau belum, atau kapan jam pulang kerja baru bisa membuat sebuah perubahan dalam pernikahan. Ketika salah satu pasangan sudah tidak diperhatikan lagi ini rentan membuat pasangannya jatuh pada perselingkuhan dengan seseorang yang memang memberikan perhatian kepadanya."
 
4. Pasutri yang tidak melakukan hubungan seks
Bonnie Ray Kennan mengatakan bahwa hubungan seks diperlukan bagi pasangan suami dan istri. "Banyak suami tak mengerti mengapa sang istri tidak ingin melakukan hubungan seks lagi. Tapi wanita akan menginginkan seks ketika mereka merasa dipahami dan dimengerti lalu kedekatan baru bisa terjalin."
 
"Saran saya, mereka harus mencari jadwal untuk pergi hanya berdua saja. Jauhi tempat yang hiruk-pikuk lalu duduk nyaman dan mengatakan apa yang dirasakan untuk dapat lebih mengerti. Dengarkan saja walau nampak pasangan merasa tak senang tanpa adanya sikap defensif."
 
Enam Keluhan Paling Umum Suami dan Istri
(Untuk dapat satu pengertian di antara pasangan, saran Jim Walkup seorang terapis perkawinan mengatakan yaitu sebut lima hal yang meyakinkan bahwa pasangan Anda mencintai Anda. Foto: William Stitt/Unsplash.com)
 
5. Tidak satu pemahaman
Walkup sering mendengar bahwa mereka tak bicara dalam bahasa yang sama. "Mereka tak sepemahaman. Suami ingin waktu berkualitas bersama, sedangkan istri lebih suka jika suami lebih mengeskpresikan afeksinya secara verbal. Misalnya mengatakan, 'hari ini rambut kamu wangi, atau warna bajunya sangat cocok dengan sepatu, dan lainnya'."
 
Untuk dapat satu pengertian, saran Walkup adalah sebut lima hal yang meyakinkan bahwa pasangan Anda mencintai Anda. "Apakah sentuhannya? Apakah pengertiannya? Apakah hadiah-hadiah yang diberikan? Atau bisa jadi hal lainnya," ucap Walkup.
 
6. Mereka lelah dengan peran "bad or good cop"
Kennan mengatakan biasanya suami menerapkan disiplin, lalu istri justru permisif. "Mereka jadi kesal satu sama lain karena perbedaan ajaran yang diterapkan terutama untuk anak-anak."
 
Untuk itu, Kennan mengatakan bahwa sangat penting bagi anak-anak untuk mendapatkan pengajaran yang seimbang. "Utamakan kesatuan dalam pengajaran terhadap anak-anak. Kontribusi yang sehat ini bisa menciptakan anak-anak yang sehat juga nantinya."
 
"Caranya, negosiasikan apa-apa saja pengajaran masing-masing pihak inginkan dan satukan lalu hindari menyebutkan salah satu pengajaran lebih hebat dari yang lainnya. Ajarkan anak-anak kesatuan gaya parenting Anda berdua agar anak-anak tumbuh berkembang sehat dan percaya pada kedua orangtuanya."
 

 

 


 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(TIN)


social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif