Nazma Khan. Foto: Narrative.ly
Nazma Khan. Foto: Narrative.ly

World Hijab Day

Lelah Alami Diskriminasi, Nazma Cetuskan World Hijab Day

Rona fashion
Nia Deviyana • 01 Februari 2015 09:22
medcom.id, Jakarta: Bagi sebagian besar orang di negara-negara Barat, hijab memang belum sepenuhnya bisa diterima dengan baik oleh masyarakatnya. Maka itu, tidak mengherankan bila terjadi banyak kasus diskriminasi akibat penggunaan hijab di berbagai negara.
 
Karena mengalami sendiri fenomena tersebut, seorang perempuan yang tinggal di New York, Nazma Khan mengajak seluruh perempuan dunia, baik muslim maupun nonmuslim untuk menggunakan hijab. Imbauan tersebut, ditulis Nazma dalam sebuah situs jejaring sosial pada 2013.
 
Upaya Nazma pun berhasil. Seruannya, nyatanya mampu menarik perhatian dan mendapat dukungan dari lebih dari 50 negara di dunia. Sejak saat itu, 1 Februari diperingati hari yang disebut World Hijab Day atau Hari Hijab Sedunia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Bagi banyak orang, hijab merupakan simbol penindasan dan perbedaan, dan hampir selalu menjadi perdebatan (mengenai Islam) di negara-negara Barat. Hari Hijab Sedunia dirancang untuk meredakan kontroversi itu, dan mendorong perempuan nonmuslim (atau perempuan muslim yang tidak menggunakannya) untuk menggunakan dan mengalami seperti apa menggunakan jilbab, sebagai bagian dari upaya untuk saling memahami," demikian seruan yang ditulis Nazma, dilansir dari situs BBC.
 
Nazma merupakan perempuan muslim asal Bangladesh yang tumbuh di Bronx, New York City, sejak usia 11 tahun. Ia mengaku banyak mengalami diskriminasi akibat hijabnya. Sejak masa sekolah, Nazma mengaku hampir selalu mendapat julukan 'hijabi'.
 
"Di sekolah menengah, saya ibarat 'Batman' atau 'ninja'. Ketika saya kuliah tak lama setelah peristiwa 9/11, mereka memanggil saya Osama bin Laden atau teroris. Itu sangat mengerikan. Saya berpikir, satu-satunya cara untuk mengakhiri diskriminasi ini adalah jika kita meminta rekan kita untuk merasakan sendiri pengalaman berhijab," paparnya.
 
Nazma tidak menyangka akan mendapatkan dukungan dari seluruh dunia, baik dari mereka yang beragama muslim maupun nonmuslim. Dia mengatakan telah dihubungi oleh puluhan orang dari berbagai negara, termasuk Inggris, Australia, India, Pakistan, Perancis, dan Jerman. Informasi mengenai imbauan ini pun telah diterjemahkan ke dalam 22 bahasa.
 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(PRI)


social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif