Jakarta: Sebanyak 94,18 persen masyarakat Indonesia berpotensi melaksanakan salat Idulfitri 2021 di masjid dan lapangan. Data ini berdasarkan survei Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan Kementerian Agama yang diselenggarakan online pada periode 26-30 April 2021.
Peneliti Madya pada Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan Akmal Salim mengatakan berdasarkan hasil survei, masyarakat akan tetap mematuhi protokol kesehatan. Sementara itu, 18,63 persen berencana mudik.
"Lalu, sebanyak 86,54 persen masyarakat mengaku akan bersilaturahmi via video call,” ujar Akmal melalui keterangan tertulis, Jumat, 7 Mei 2021.
Sementara itu, sebanyak 97,09 persen masyarakat mengaku pandemi tak menganggu ibadah puasa. Mereka juga masih bisa salat tarawih di masjid maupun musala.
"Namun, persentasenya masih lebih tinggi yang salat tarawih di rumah, yakni 62,59 persen," ucap Akmal.
Baca: Simak, Ini Panduan Takbiran Hingga Salat Idulfitri di Masa Pandemi dari Menag
Meski masih banyak masyarakat yang menjalankan ibadah di luar rumah, mereka mengaku tetap mematuhi protokol kesehatan selama pandemi covid-19 dengan presentase 88,6 persen. Mayoritas jemaah tetap mengenakan masker dan menjaga jarak.
"Secara umum, responden mematuhi 5M, hanya saja agak kurang dalam menjauhi kerumunan dan membatasi mobilitas,” lanjut Akmal.
Survei dilakukan menggunakan metode accidental sampling (non-inferensial). Survei melibatkan 2.012 responden yang tersebar di 34 provinsi.
Kondisi ini sebangun dengan komposisi muslim Indonesia. Sebanyak 48 persen responden berusia 26-55 tahun dan 34 persen usia 40-55 tahun, umumnya pengguna medsos.
"Dari hasil analisis-silang, diketahui semakin muda usia responden, semakin abai prokes 5M. Selain itu, penerapan prokes semakin longgar pada responden di zona hijau," ucap dia.
Jakarta: Sebanyak 94,18 persen masyarakat Indonesia berpotensi melaksanakan salat
Idulfitri 2021 di masjid dan lapangan. Data ini berdasarkan survei Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan
Kementerian Agama yang diselenggarakan
online pada periode 26-30 April 2021.
Peneliti Madya pada Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan Akmal Salim mengatakan berdasarkan hasil survei, masyarakat akan tetap mematuhi protokol kesehatan. Sementara itu, 18,63 persen berencana mudik.
"Lalu, sebanyak 86,54 persen masyarakat mengaku akan bersilaturahmi via
video call,” ujar Akmal melalui keterangan tertulis, Jumat, 7 Mei 2021.
Sementara itu, sebanyak 97,09 persen masyarakat mengaku pandemi tak menganggu ibadah puasa. Mereka juga masih bisa salat tarawih di masjid maupun musala.
"Namun, persentasenya masih lebih tinggi yang salat tarawih di rumah, yakni 62,59 persen," ucap Akmal.
Baca:
Simak, Ini Panduan Takbiran Hingga Salat Idulfitri di Masa Pandemi dari Menag
Meski masih banyak masyarakat yang menjalankan ibadah di luar rumah, mereka mengaku tetap mematuhi protokol kesehatan selama
pandemi covid-19 dengan presentase 88,6 persen. Mayoritas jemaah tetap mengenakan masker dan menjaga jarak.
"Secara umum, responden mematuhi 5M, hanya saja agak kurang dalam menjauhi kerumunan dan membatasi mobilitas,” lanjut Akmal.
Survei dilakukan menggunakan metode
accidental sampling (non-inferensial). Survei melibatkan 2.012 responden yang tersebar di 34 provinsi.
Kondisi ini sebangun dengan komposisi muslim Indonesia. Sebanyak 48 persen responden berusia 26-55 tahun dan 34 persen usia 40-55 tahun, umumnya pengguna medsos.
"Dari hasil analisis-silang, diketahui semakin muda usia responden, semakin abai prokes 5M. Selain itu, penerapan prokes semakin longgar pada responden di zona hijau," ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(OJE)