TIPS

7 Tips Hemat Air di Rumah saat Musim Kemarau

Adri Prima
Minggu 19 Juli 2026 / 22:37
Ringkasnya gini..
  • Menghemat air saat musim kemarau bisa dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti menutup keran dan mandi secukupnya.
  • Air bekas mencuci dan air yang ditampung dapat dimanfaatkan kembali untuk menyiram tanaman, mengepel, atau menyiram toilet.
  • UNICEF menyarankan penggunaan air secara efisien agar mengurangi pemborosan sekaligus menjaga ketersediaan sumber daya air.
Jakarta: Musim kemarau membuat penggunaan air di rumah perlu dikelola secara lebih efisien agar tidak terjadi pemborosan.

Penghematan air tidak selalu memerlukan perubahan besar atau biaya berlebihan. Kebiasaan sederhana yang dilakukan di dalam rumah dapat membantu mengurangi penggunaan air berlebihan. Kebiasaan ini juga memberikan manfaat bagi lingkungan karena penggunaan sumber daya menjadi lebih efisien. 

Dilansir dari laman UNICEF, berikut sejumlah cara yang dapat diterapkan di rumah untuk menghemat air selama musim kemarau. Berikut ini cara hemat air di rumah saat musim kemarau:
 

1. Tampung air


UNICEF menyebut lebih dari 10 persen air yang digunakan saat mandi terbuang karena menunggu suhu air berubah menjadi hangat. Agar tidak sia-sia, tampung air tersebut dan pakai kembali untuk menyiram tanaman, mengepel lantai, mencuci kendaraan, menyiram toilet, maupun mengisi tempat minum hewan peliharaan.
 

2. Manfaatkan air bekas mencuci


Kebiasaan mencuci buah atau sayuran di bawah keran yang terus mengalir dapat membuat penggunaan air menjadi lebih banyak. Untuk menghindari pemborosan air, isi mangkuk atau wastafel dengan air, kemudian gunakan air tersebut untuk mencuci buah dan sayuran. Setelah selesai, airnya masih dapat dimanfaatkan kembali untuk menyiram tanaman di halaman maupun pot. 

3. Mandi dengan air secukupnya


Menggunakan pancuran umumnya membutuhkan air lebih sedikit dibandingkan berendam di bak mandi. Agar penggunaan air lebih hemat, pilih kepala pancuran dengan aliran rendah atau sedang untuk menghemat air tanpa mengurangi kenyamanan saat mandi.
 

4. Kurangi volume air di tangki toilet


Penggunaan air untuk menyiram toilet juga dapat dikurangi dengan cara meletakkan botol yang sudah diisi air ke dalam tangki toilet. Botol tersebut akan mengurangi ruang di dalam tangki sehingga air yang digunakan setiap kali menyiram menjadi lebih sedikit. Selain botol, benda padat yang tidak mudah rusak saat terkena air juga dapat dimanfaatkan.
 

5. Biasakan menutup keran saat menyikat gigi


Kebiasaan menutup keran saat menyikat gigi akan menghemat jumlah air lebih banyak. Kebiasaan sederhana ini menjadi salah satu langkah paling mudah untuk mengurangi pemborosan air di rumah.
 

6. Rebus air sesuai kebutuhan


Merebus air dalam jumlah yang terlalu banyak membuat sebagian air tidak terpakai. Apabila masih ada sisa air rebusan, biarkan hingga dingin sebelum digunakan kembali untuk menyiram tanaman untuk mengurangi pemborosan air sekaligus menghemat energi.
 

7. Gunakan air dingin saat mencuci pakaian


Sebagian besar energi pada mesin cuci digunakan untuk memanaskan air, sehingga penggunaan air dingin dapat membantu mengurangi kebutuhan energi. Hal ini juga mendukung penghematan air agar air dingin tidak terbuang secara sia-sia. (Syarifah Komalasari)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(PRI)

MOST SEARCH