Cara mengatasi tembok lembab dan cat mengelupas. Foto: Shutterstock
Cara mengatasi tembok lembab dan cat mengelupas. Foto: Shutterstock

Tembok Lembap dan Mengelupas? Ini Cara Mengatasinya

Rizkie Fauzian • 02 Januari 2026 16:39
Jakarta: Masalah tembok lembap dan cat yang mengelupas masih menjadi keluhan umum di banyak rumah, terutama saat musim hujan tiba. Selain mengganggu tampilan interior, kondisi ini juga bisa menimbulkan bau apek hingga jamur yang berdampak pada kesehatan.
 
Tembok lembap biasanya dipicu oleh rembesan air hujan, kebocoran pipa, hingga sirkulasi udara yang kurang optimal. Agar masalah tidak berulang, penanganannya perlu dilakukan secara bertahap dan tepat sasaran.

Cara mengatasi tembok lembab dan cat mengelupas

Tembok Lembap dan Mengelupas? Ini Cara Mengatasinya
Cara mengatasi tembok lembab dan cat mengelupas. Foto: Shutterstock

1. Kenali penyebab tembok lembap

Langkah awal yang penting adalah mengetahui sumber kelembapan. Dinding yang langsung berbatasan dengan luar rumah umumnya mengalami rembesan air hujan, sementara tembok di area kamar mandi atau dapur kerap dipicu oleh kebocoran pipa. Pada rumah lama, kelembapan juga bisa berasal dari air tanah yang naik ke pori-pori dinding.

2. Kerok dan bersihkan cat yang mengelupas

Setelah penyebab teridentifikasi, proses perbaikan dimulai dengan mengerok seluruh bagian cat yang menggelembung atau mengelupas. Bersihkan sisa debu, jamur, dan kotoran agar permukaan tembok kembali rata. Tahap ini penting agar lapisan baru dapat menempel dengan baik.

3. Keringkan tembok secara menyeluruh

Sebelum masuk ke tahap pengecatan, pastikan tembok benar-benar kering. Proses pengeringan bisa memakan waktu satu hingga beberapa hari, tergantung tingkat kelembapan. Membuka jendela atau menggunakan kipas angin dapat membantu mempercepat proses ini.
   

4. Perbaiki sumber rembesan air

Jika ditemukan retakan atau celah pada dinding, segera tutup dengan semen instan atau sealant khusus. Untuk dinding luar, disarankan melapisi permukaan dengan bahan waterproofing guna mencegah air kembali meresap ke dalam tembok.

5. Gunakan cat dasar antilembap

Setelah tembok kering dan rata, aplikasikan cat dasar anti alkali atau anti lembap. Lapisan ini berfungsi menahan kadar air yang tersisa di dalam dinding sekaligus mencegah cat akhir kembali mengelupas.

6. Cat ulang dengan cat berkualitas

Tahap terakhir adalah pengecatan ulang menggunakan cat tembok berkualitas yang memiliki perlindungan terhadap jamur dan kelembapan. Pengaplikasian sebaiknya dilakukan minimal dua lapis agar hasilnya lebih tahan lama dan rapi.

7. Perbaiki sirkulasi udara rumah

Sebagai langkah pencegahan, pastikan sirkulasi udara di dalam rumah berjalan dengan baik. Ventilasi yang cukup membantu mengurangi kelembapan dan menjaga dinding tetap kering, terutama di area tertutup seperti kamar tidur dan kamar mandi.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KIE)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan