Tenor KPR yang relatif panjang menuntut komitmen finansial jangka panjang. Tanpa perhitungan yang matang, risiko gagal bayar atau kredit macet bisa saja terjadi. Oleh karena itu, diperlukan persiapan menyeluruh sebelum mengajukan KPR agar cicilan dapat diselesaikan hingga lunas.
Meski demikian, berbagai pertimbangan tersebut bukan berarti menjadi penghalang untuk memiliki rumah. Dengan memahami faktor-faktor penting dalam memilih KPR, calon pembeli dapat mengambil keputusan yang lebih aman dan sesuai kemampuan.
Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mengajukan KPR rumah dikutip dari lama Educatips BCA.
Tips memilih KPR yang tepat

Tips memilih KPR yang tepat. Foto: Freepik
1. Mengetahui kemampuan finansial pribadi
Langkah paling krusial dalam pengajuan KPR adalah mengukur kemampuan dan kesehatan finansial pribadi. Calon debitur perlu mengetahui secara pasti jumlah pemasukan dan pengeluaran rutin setiap bulan.Idealnya, besaran cicilan KPR tidak melebihi 30 persen dari total penghasilan bulanan. Untuk memenuhi batas tersebut, beberapa opsi dapat dilakukan, seperti meningkatkan penghasilan, memperbesar uang muka atau down payment (DP), serta memilih tenor KPR yang lebih panjang.
2. Memahami jenis suku bunga KPR
Selain cicilan pokok, KPR juga dikenakan bunga. Secara umum, terdapat dua jenis bunga KPR, yakni bunga tetap (fixed rate) dan bunga mengambang (floating rate).Bunga tetap memberikan kepastian cicilan dalam jangka waktu tertentu, sedangkan bunga mengambang akan menyesuaikan dengan kondisi suku bunga pasar. Pemilihan jenis bunga sebaiknya disesuaikan dengan profil risiko dan kemampuan finansial masing-masing calon debitur.
3. Menentukan tenor cicilan
Tenor KPR sangat memengaruhi besaran cicilan bulanan. Semakin panjang tenor yang dipilih, cicilan per bulan akan semakin ringan. Sebaliknya, tenor yang lebih pendek akan membuat cicilan lebih besar, tetapi total bunga yang dibayarkan lebih kecil.Penentuan tenor perlu disesuaikan dengan kondisi keuangan. Jika kemampuan finansial mencukupi, memilih tenor lebih pendek dapat menjadi pilihan yang lebih efisien. Namun, jika pendapatan masih terbatas, tenor panjang dapat membantu menjaga stabilitas keuangan bulanan.
4. Mencari tahu proses pengajuan KPR
Pengajuan KPR melibatkan sejumlah tahapan administratif dan persyaratan dokumen. Proses ini tidak hanya bergantung pada kelengkapan dokumen nasabah, tetapi juga ketersediaan unit rumah serta koordinasi antara bank dan pengembang.Calon debitur sebaiknya mencari informasi terkait alur pengajuan KPR, dokumen yang dibutuhkan, serta estimasi waktu proses hingga persetujuan kredit diterbitkan.
5. Menghitung plafon kredit
Bank akan menentukan plafon kredit, yakni batas maksimal pinjaman yang dapat diberikan kepada nasabah. Penentuan plafon ini bertujuan untuk meminimalkan risiko gagal bayar.Apabila plafon kredit yang disetujui belum mencukupi harga rumah yang diinginkan, calon debitur dapat mempertimbangkan untuk menambah jumlah DP atau memilih unit dengan harga yang lebih sesuai agar nilai KPR tetap berada dalam batas kemampuan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News