Apa itu Sertifikat Laik Fungsi?
Petugas BPN Kab. Bekasi melayani warga yang mengurus dokumen sertifikat tanah. file/MI/Immanuel Antonius
Jakarta: Pada saat hendak memulai pekerjaan pembangunan perumahan, pengembang wajib memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dari pemda setempat. Setelah bangunan selesain dibangun dan sebelum diserahkan kepada pembelinya, ada Sertifikat Laik Fungsi (SLF) yang perlu pengembang dapatkan dari pemda setempat.

Ini adalah sertifikat yang pemda terbitkan untuk menyatakan bahwa bangunan tersebut laik fungsi secara administratif dan teknis pemanfaatan. Dokumen ini terutama dibutuhkan untuk perumahan murah bersubsidi sebagai acuan perbankan menyalurkan kreditnya.


Pemda menerbitkannya berdasar Peraturan Menteri PU 25/2007 tentang Pedoman Sertifikat Laik Fungsi Bangunan Gedung. Sebagaimana dikutip dari izingedung.com, ada sejumlah persyaratan untuk mengajukan permohonan SLF.

1. Berita acara telah selesainya pelaksanaan bangunan dan sesuai IMB & laporan Direksi Pengawas lengkap (1 set) yang terdiri:
        - Fotokopi Surat Penunjukan Pemborong dan Direksi Pengawas berikut Koordinator Direksi Pengawasnya.
        - Fotokopi TDR/SIUJK Pemborong dan surat izin bekerja/SIPTB Direksi Pengawas.
        - Laporan lengkap Direksi Pengawas sesuai tahapan kegiatan.
        - Surat Pernyataan dari Koordinator Direksi Pengawas bahwa bangunan telah selesai dilaksanakan dan sesuai IMB.

2. Fotokopi IMB (1 set) yang terdiri dari :
        - Surat Keputusan IMB.
        - Keterangan dan Peta Rencana Kota lampiran IMB.
        - Gambar arsitektur lampiran IMB.

3. Untuk bangunan tinggi, selain dilengkapi persyaratan juga haru ada Rekomendasi dan Berita Acara dari Instansi terkait tentang hasil uji coba instalasi dan perlengkapan bangunan, yang meliputi:
        - Instalasi Listrik Arus Kuat dan Pembangkit Listrik Cadangan/ Genset.
        - Instalasi Kebakaran (sistem alarm, instalasi pemadaman api, hidran, dsb.).
        - Instalasi Transportasi Dalam Gedung (Lift)
        - Instalasi Air Bersih (+Sumur Dalam) dan Buangan Air Kotor.

4. Foto bangunan dan foto perkuatan untuk keamanan bangunan parkir (Penahan ban mobil, railing dan atau parapet.

5. Foto Sumur Resapan Air Hujan yang telah dilaksanakan disertai gambar SRAH, ukuran dan perhitungan kebutuhan dan pelaksanaannya.

baca juga: Penyaluran FLPP terkendala SLF

Perpanjangan SLF


SLF diterbitkan dengan masa berlaku hingga lima tahun untuk bangunan dan 10 tahun untuk bangunan rumah tinggal. Jika masa berlaku habis, harus diajukan permohonan perpanjangan dengan menyertakan laporan hasil kajian bangunan yang dibuat pengkaji dengan Izin Pelaku Teknis Bangunan (IPTB).

Selain itu, ada beberapa persyaratan lainnya yang harus dibawa saat mengajukan perpajangan, antara lain, Formulir permohonan, SIPPT, Sertifikat Tanah, Data Perusahaan, AMDAL atau UKL/UPL, PBB, IMB lama, SLF lama, Kajian Teknis Bangunan (Arsitektur, Struktur, instalasi mekanikal dan elektrikal), As built drawing, rekomendasi Instansi berwenang tentang perlengkapan bangunan.

Kemudian foto bangunan dan bagian penting, foto dan pernyataan sumur resapan air hujan, foto dan pernyataan Sumur Resapan Air Hujan, foto dan pernyataan perkuatan/ keamanan parkir (untuk bangunan parkir).
 



(LHE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id