Tips membeli rumah bekas. Foto: Freepik
Tips membeli rumah bekas. Foto: Freepik

Tips Beli Rumah Bekas, Waspadai Riwayat Kebakaran hingga Kasus Tragis

Rizkie Fauzian • 05 Juni 2026 21:53
Ringkasnya gini..
  • Membeli rumah bekas perlu dilakukan dengan teliti, termasuk mengecek kondisi bangunan dan legalitas properti.
  • Calon pembeli disarankan mencari tahu riwayat rumah, termasuk kebakaran, banjir, hingga kasus kriminal yang pernah terjadi.
  • Harga rumah bekas yang terlalu murah perlu diwaspadai karena bisa menyimpan masalah tersembunyi dan biaya renovasi besar.
Jakarta: Membeli rumah bekas kerap menjadi pilihan karena harga yang lebih terjangkau dibanding rumah baru. Selain itu, lokasi rumah second umumnya sudah berada di kawasan yang berkembang dan memiliki fasilitas lebih lengkap.
 
Namun di balik harga yang lebih murah, pembeli tetap perlu berhati-hati sebelum memutuskan transaksi. Tidak sedikit rumah bekas dijual setelah mengalami masalah tertentu, mulai dari kerusakan berat akibat kebakaran, sengketa, banjir, hingga riwayat kejadian tragis seperti tindak kriminal atau bunuh diri.
 
Karena itu, calon pembeli disarankan melakukan pengecekan menyeluruh agar tidak mengalami kerugian di kemudian hari.

Tips membeli rumah bekas 

Tips Beli Rumah Bekas, Waspadai Riwayat Kebakaran hingga Kasus Tragis
Tips membeli rumah bekas. Foto: Freepik

1. Cek kondisi bangunan secara detail

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memeriksa kondisi fisik bangunan secara menyeluruh. Perhatikan bagian atap, plafon, instalasi listrik, saluran air, hingga struktur dinding.

Rumah bekas kebakaran misalnya, sering kali masih menyisakan kerusakan tersembunyi pada struktur bangunan maupun instalasi listrik yang berpotensi membahayakan penghuni.
 
Jika diperlukan, gunakan jasa inspeksi bangunan profesional untuk memastikan kondisi rumah masih layak dan aman ditempati.

2. Cari tahu riwayat rumah

Selain kondisi fisik, calon pembeli juga sebaiknya mencari tahu riwayat rumah sebelum membeli. Riwayat seperti kebakaran besar, banjir berulang, sengketa keluarga, hingga kasus kriminal tertentu dapat memengaruhi kenyamanan maupun nilai jual properti di masa depan.
 
Informasi tersebut biasanya bisa diperoleh dari tetangga sekitar, pengurus lingkungan, maupun agen properti yang menangani penjualan rumah.
 
Meski sebagian orang menganggap riwayat tertentu sebagai hal sensitif atau berkaitan dengan kepercayaan pribadi, mengetahui latar belakang rumah tetap penting sebagai bahan pertimbangan sebelum membeli.

3. Pastikan legalitas aman

Legalitas menjadi hal paling penting dalam transaksi rumah bekas. Pastikan sertifikat rumah sesuai dengan identitas pemilik dan tidak sedang dalam sengketa atau dijaminkan ke pihak lain.
 
Periksa juga dokumen pendukung seperti IMB atau Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), hingga status kepemilikan tanah.
 
Jika perlu, lakukan pengecekan sertifikat langsung ke kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN).

4. Jangan tergiur harga terlalu murah

Harga rumah bekas yang jauh di bawah pasaran memang terlihat menarik. Namun kondisi tersebut justru perlu diwaspadai karena bisa saja rumah memiliki masalah tersembunyi.
 
Rumah bekas kebakaran, rawan banjir, atau memiliki riwayat tertentu biasanya dijual lebih murah agar cepat laku di pasaran.
 
Karena itu, penting membandingkan harga rumah dengan properti serupa di kawasan sekitar agar dapat menilai kewajaran harga.

5. Perhatikan lingkungan sekitar

Selain rumah, lingkungan sekitar juga perlu menjadi pertimbangan. Pastikan akses jalan memadai, bebas konflik lingkungan, tidak rawan kriminalitas, serta memiliki fasilitas pendukung yang sesuai kebutuhan.
 
Lingkungan yang nyaman akan memengaruhi kualitas hidup sekaligus nilai investasi properti dalam jangka panjang.

6. Hitung biaya renovasi

Banyak pembeli rumah bekas hanya fokus pada harga awal tanpa menghitung biaya renovasi yang mungkin diperlukan.
 
Padahal, rumah dengan kondisi tua atau pernah mengalami kerusakan tertentu sering membutuhkan biaya tambahan cukup besar untuk perbaikan struktur, pengecatan, hingga penggantian instalasi.
 
Karena itu, siapkan anggaran renovasi sejak awal agar pengeluaran tetap terkendali setelah rumah dibeli.
 
Dengan melakukan pengecekan secara menyeluruh, membeli rumah bekas tetap dapat menjadi pilihan yang menguntungkan sekaligus aman untuk dihuni maupun dijadikan investasi jangka panjang.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KIE)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan