Namun di balik harga yang lebih murah, pembeli tetap perlu berhati-hati sebelum memutuskan transaksi. Tidak sedikit rumah bekas dijual setelah mengalami masalah tertentu, mulai dari kerusakan berat akibat kebakaran, sengketa, banjir, hingga riwayat kejadian tragis seperti tindak kriminal atau bunuh diri.
Karena itu, calon pembeli disarankan melakukan pengecekan menyeluruh agar tidak mengalami kerugian di kemudian hari.
Tips membeli rumah bekas
.jpg)
Tips membeli rumah bekas. Foto: Freepik
1. Cek kondisi bangunan secara detail
Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memeriksa kondisi fisik bangunan secara menyeluruh. Perhatikan bagian atap, plafon, instalasi listrik, saluran air, hingga struktur dinding.Rumah bekas kebakaran misalnya, sering kali masih menyisakan kerusakan tersembunyi pada struktur bangunan maupun instalasi listrik yang berpotensi membahayakan penghuni.
Jika diperlukan, gunakan jasa inspeksi bangunan profesional untuk memastikan kondisi rumah masih layak dan aman ditempati.
2. Cari tahu riwayat rumah
Selain kondisi fisik, calon pembeli juga sebaiknya mencari tahu riwayat rumah sebelum membeli. Riwayat seperti kebakaran besar, banjir berulang, sengketa keluarga, hingga kasus kriminal tertentu dapat memengaruhi kenyamanan maupun nilai jual properti di masa depan.Informasi tersebut biasanya bisa diperoleh dari tetangga sekitar, pengurus lingkungan, maupun agen properti yang menangani penjualan rumah.
Meski sebagian orang menganggap riwayat tertentu sebagai hal sensitif atau berkaitan dengan kepercayaan pribadi, mengetahui latar belakang rumah tetap penting sebagai bahan pertimbangan sebelum membeli.
3. Pastikan legalitas aman
Legalitas menjadi hal paling penting dalam transaksi rumah bekas. Pastikan sertifikat rumah sesuai dengan identitas pemilik dan tidak sedang dalam sengketa atau dijaminkan ke pihak lain.Periksa juga dokumen pendukung seperti IMB atau Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), hingga status kepemilikan tanah.
Jika perlu, lakukan pengecekan sertifikat langsung ke kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN).
4. Jangan tergiur harga terlalu murah
Harga rumah bekas yang jauh di bawah pasaran memang terlihat menarik. Namun kondisi tersebut justru perlu diwaspadai karena bisa saja rumah memiliki masalah tersembunyi.Rumah bekas kebakaran, rawan banjir, atau memiliki riwayat tertentu biasanya dijual lebih murah agar cepat laku di pasaran.
Karena itu, penting membandingkan harga rumah dengan properti serupa di kawasan sekitar agar dapat menilai kewajaran harga.
5. Perhatikan lingkungan sekitar
Selain rumah, lingkungan sekitar juga perlu menjadi pertimbangan. Pastikan akses jalan memadai, bebas konflik lingkungan, tidak rawan kriminalitas, serta memiliki fasilitas pendukung yang sesuai kebutuhan.Lingkungan yang nyaman akan memengaruhi kualitas hidup sekaligus nilai investasi properti dalam jangka panjang.
6. Hitung biaya renovasi
Banyak pembeli rumah bekas hanya fokus pada harga awal tanpa menghitung biaya renovasi yang mungkin diperlukan.Padahal, rumah dengan kondisi tua atau pernah mengalami kerusakan tertentu sering membutuhkan biaya tambahan cukup besar untuk perbaikan struktur, pengecatan, hingga penggantian instalasi.
Karena itu, siapkan anggaran renovasi sejak awal agar pengeluaran tetap terkendali setelah rumah dibeli.
Dengan melakukan pengecekan secara menyeluruh, membeli rumah bekas tetap dapat menjadi pilihan yang menguntungkan sekaligus aman untuk dihuni maupun dijadikan investasi jangka panjang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News