TIPS
Cara Membersihkan Kotoran Kucing di Lantai dan Karpet agar Tidak Bau
Rizkie Fauzian
Jumat 06 November 2026 / 10:46
- Noda kotoran kucing di lantai dan karpet perlu segera dibersihkan agar tidak meninggalkan bau dan bekas
- Gunakan pembersih sesuai material lantai dan karpet untuk mengangkat noda tanpa merusak permukaan.
- Membersihkan kotoran kucing perlu dilakukan dengan sarung tangan serta menghindari pencampuran bahan kimia pembersih.
Jakarta: Memelihara kucing di dalam rumah membutuhkan perhatian ekstra, terutama dalam menjaga kebersihan lantai dan perabot. Salah satu masalah yang bisa terjadi adalah noda kotoran kucing yang menempel di lantai atau karpet dan meninggalkan bau tidak sedap.
Kondisi tersebut bisa terjadi ketika kucing mengalami gangguan pencernaan atau kesulitan membersihkan tubuhnya sendiri. Jika tidak segera ditangani, noda kotoran dapat meninggalkan bekas sekaligus membuat ruangan kurang nyaman.
Membersihkan noda kotoran kucing juga membutuhkan cara berbeda, tergantung permukaan yang terkena. Lantai kayu, misalnya, memerlukan penanganan yang lebih hati-hati dibandingkan permukaan keramik. Sementara itu, karpet membutuhkan produk pembersih yang tidak merusak serat dan warnanya.
Berikut beberapa cara membersihkan noda kotoran kucing di lantai dan karpet agar rumah kembali bersih.
Setelah itu, bersihkan area menggunakan cairan pembersih lantai yang sesuai dengan jenis material. Jika menggunakan disinfektan, ikuti petunjuk pemakaian dan waktu kontak pada kemasan.
Untuk lantai kayu, hindari penggunaan pemutih klorin secara sembarangan karena dapat merusak lapisan pelindung dan warna permukaan. Gunakan pembersih khusus kayu yang aman untuk material tersebut.
Gosok perlahan menggunakan kain atau sikat berbulu lembut. Hindari penggunaan sikat kasar, terutama pada lantai kayu yang mudah tergores.
Selanjutnya, lap kembali dengan kain bersih yang sedikit lembap dan keringkan area tersebut agar tidak meninggalkan kelembapan berlebih.
Gunakan cairan pembersih khusus karpet yang sesuai dengan bahan dan warna karpet. Ikuti petunjuk penggunaan produk, termasuk cara mengaplikasikan dan membersihkan sisa cairannya.
Sebelum menggunakan produk pembersih, lakukan pengujian pada bagian karpet yang tersembunyi untuk memastikan warnanya tidak luntur.
Tekan perlahan bagian yang terkena noda untuk menyerap sisa kotoran dan cairan pembersih. Hindari menyikat terlalu keras agar serat karpet tidak rusak.
Buka jendela untuk membantu sirkulasi udara atau gunakan kipas angin agar area lebih cepat kering. Pastikan karpet tidak digunakan kembali sebelum benar-benar bersih dan kering.
Gunakan produk pembersih sesuai petunjuk dan pastikan area sudah dibilas atau dikeringkan sesuai kebutuhan sebelum kembali digunakan oleh hewan peliharaan.
Jika kucing sering mengalami gangguan pencernaan atau kesulitan membersihkan tubuhnya, sebaiknya konsultasikan kondisinya dengan dokter hewan. Dengan penanganan yang tepat, kebersihan rumah tetap terjaga dan kesehatan hewan peliharaan juga lebih diperhatikan.
(KIE)
Kondisi tersebut bisa terjadi ketika kucing mengalami gangguan pencernaan atau kesulitan membersihkan tubuhnya sendiri. Jika tidak segera ditangani, noda kotoran dapat meninggalkan bekas sekaligus membuat ruangan kurang nyaman.
Membersihkan noda kotoran kucing juga membutuhkan cara berbeda, tergantung permukaan yang terkena. Lantai kayu, misalnya, memerlukan penanganan yang lebih hati-hati dibandingkan permukaan keramik. Sementara itu, karpet membutuhkan produk pembersih yang tidak merusak serat dan warnanya.
Berikut beberapa cara membersihkan noda kotoran kucing di lantai dan karpet agar rumah kembali bersih.
Cara Membersihkan Noda Kotoran Kucing

Cara membersihkan kotoran kucing di lantai dan karpet. Foto: Freepik
1. Bersihkan Kotoran di Lantai
Langkah pertama adalah mengambil kotoran yang masih menempel menggunakan tisu atau kertas sekali pakai. Buang kotoran ke tempat sampah tertutup dan hindari menggosoknya karena dapat membuat noda semakin menyebar.Setelah itu, bersihkan area menggunakan cairan pembersih lantai yang sesuai dengan jenis material. Jika menggunakan disinfektan, ikuti petunjuk pemakaian dan waktu kontak pada kemasan.
Untuk lantai kayu, hindari penggunaan pemutih klorin secara sembarangan karena dapat merusak lapisan pelindung dan warna permukaan. Gunakan pembersih khusus kayu yang aman untuk material tersebut.
2. Gunakan Sabun untuk Mengangkat Sisa Noda
Setelah kotoran dibersihkan, masih ada kemungkinan bekas noda atau lapisan kotoran tertinggal. Gunakan sabun pembersih yang aman untuk permukaan lantai dan air secukupnya.Gosok perlahan menggunakan kain atau sikat berbulu lembut. Hindari penggunaan sikat kasar, terutama pada lantai kayu yang mudah tergores.
Selanjutnya, lap kembali dengan kain bersih yang sedikit lembap dan keringkan area tersebut agar tidak meninggalkan kelembapan berlebih.
3. Bersihkan Noda Kotoran pada Karpet
Jika kotoran kucing mengenai karpet, segera angkat bagian kotoran yang masih tersisa menggunakan tisu atau alat sekali pakai. Jangan menggosok noda karena dapat membuat kotoran masuk lebih dalam ke serat karpet.Gunakan cairan pembersih khusus karpet yang sesuai dengan bahan dan warna karpet. Ikuti petunjuk penggunaan produk, termasuk cara mengaplikasikan dan membersihkan sisa cairannya.
Sebelum menggunakan produk pembersih, lakukan pengujian pada bagian karpet yang tersembunyi untuk memastikan warnanya tidak luntur.
4. Gunakan Kain Sekali Pakai untuk Mengelap
Kain sekali pakai atau tisu tebal dapat digunakan untuk membersihkan noda kotoran pada karpet. Cara ini membantu mengurangi risiko kontaminasi silang yang bisa terjadi jika kain pembersih digunakan kembali tanpa dicuci dan didisinfeksi dengan benar.Tekan perlahan bagian yang terkena noda untuk menyerap sisa kotoran dan cairan pembersih. Hindari menyikat terlalu keras agar serat karpet tidak rusak.
5. Pastikan Area Benar-Benar Kering
Setelah proses pembersihan selesai, pastikan lantai dan karpet benar-benar kering. Kelembapan yang tertinggal dapat membuat bau tidak sedap bertahan lebih lama.Buka jendela untuk membantu sirkulasi udara atau gunakan kipas angin agar area lebih cepat kering. Pastikan karpet tidak digunakan kembali sebelum benar-benar bersih dan kering.
Hal yang Perlu Diperhatikan saat Membersihkan Kotoran Kucing
Saat membersihkan kotoran kucing, gunakan sarung tangan dan cuci tangan dengan sabun setelah selesai. Jangan mencampurkan pemutih klorin dengan sabun, cuka, amonia, atau produk pembersih lainnya karena dapat menghasilkan gas berbahaya.Gunakan produk pembersih sesuai petunjuk dan pastikan area sudah dibilas atau dikeringkan sesuai kebutuhan sebelum kembali digunakan oleh hewan peliharaan.
Jika kucing sering mengalami gangguan pencernaan atau kesulitan membersihkan tubuhnya, sebaiknya konsultasikan kondisinya dengan dokter hewan. Dengan penanganan yang tepat, kebersihan rumah tetap terjaga dan kesehatan hewan peliharaan juga lebih diperhatikan.
(KIE)