Rekaman pengawasan yang dipublikasikan di Threads diduga memperlihatkan pria yang ditangkap polisi Hong Kong dalam kasus pencemaran makanan kucing liar. (Foto: Tangkapan layar dari @sum_nicholas/Threads via HKFP)
Rekaman pengawasan yang dipublikasikan di Threads diduga memperlihatkan pria yang ditangkap polisi Hong Kong dalam kasus pencemaran makanan kucing liar. (Foto: Tangkapan layar dari @sum_nicholas/Threads via HKFP)

Teganya, Pria di Hong Kong Diduga Racuni Makanan Kucing Liar

Muhammad Syahrul Ramadhan • 28 Oktober 2026 18:55
Ringkasnya gini..
  • Pria berusia 34 tahun di Hong Kong ditangkap setelah diduga mencampurkan racun tikus ke makanan kucing liar. Polisi menyebut tidak ada kucing terluka.
  • Relawan kesejahteraan hewan mengaku telah memantau tersangka selama lebih dari sebulan sebelum mencegatnya.
  • Tersangka membantah ingin menyakiti kucing dan mengaku ingin menjaga kebersihan area. Kasusnya masih diselidiki polisi.
Jakarta: Seorang pria berusia 34 tahun di Hong Kong ditangkap polisi setelah diduga mencampurkan racun tikus ke makanan kucing liar. Penangkapan dilakukan setelah relawan kesejahteraan hewan memergoki aksi tersebut dan menyerahkannya kepada polisi.

Melansir Hong Kong Free Press (HKFP), Senin, 26 Oktober 2026, pria bermarga Ho itu diduga mencemari semangkuk makanan yang disediakan untuk kucing liar. Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi di kawasan Shek Kip Mei, Hong Kong.

Dalam pernyataan pada Sabtu, polisi mengatakan menerima laporan sekitar pukul 03.37 waktu setempat mengenai dugaan tindakan Ho yang meracuni makanan kucing. Petugas yang datang ke lokasi menemukan sebungkus umpan tikus dan pisau buah sepanjang 14 sentimeter pada tersangka.

Ho kemudian ditangkap atas dugaan kekejaman terhadap hewan dan kepemilikan senjata ofensif. Ia ditahan untuk menjalani penyelidikan lebih lanjut, sementara penanganan kasus diserahkan kepada unit kejahatan distrik Sham Shui Po.

Polisi menyatakan tidak ada kucing yang terluka dalam kasus tersebut.

Relawan Pantau Terduga Pelaku Lebih dari Sebulan

Kasus ini turut menjadi perhatian setelah rekaman pengawasan yang dibuat menggunakan kamera milik relawan beredar luas di media sosial. Rekaman tersebut diduga memperlihatkan Ho saat mencampurkan zat berbahaya ke makanan kucing. Video lain menunjukkan relawan menghadapi pria tersebut.

Kelompok Hong Kong Suspected Animal Abuse Report (HKSAAR) menyampaikan melalui Threads bahwa mereka telah memantau Ho selama lebih dari sebulan sebelum akhirnya berhasil mencegatnya.

Menurut laporan HKFP, kelompok tersebut juga merilis foto makanan kucing yang diduga terkontaminasi sejak Juni. Foto-foto itu memperlihatkan pasta hitam tebal yang menutupi potongan makanan kering serta butiran biru yang diduga merupakan umpan racun tikus di dalam mangkuk berisi air.

Salah satu relawan, Nicholas Sum, mengapresiasi orang-orang yang terlibat dalam pemantauan tersebut, termasuk relawan penyelamat kucing dan warga sekitar yang membantu mengawasi tersangka.

“Setelah menunggu selama sebulan penuh, akhirnya kami menangkapnya,” kata Sum dalam unggahannya pada Minggu.

Ia juga menyampaikan pesan agar masyarakat tidak menyakiti kucing liar meskipun tidak menyukai keberadaan hewan tersebut.

Tersangka Bantah Ingin Menyakiti Kucing

Dalam video yang beredar, Ho membantah berusaha menyakiti kucing-kucing liar. Ia mengatakan hanya ingin mencegah kucing memakan makanan di area tersebut agar lingkungan tetap bersih.

Namun, para relawan menanggapi bahwa apabila kucing mati akibat diracun, bangkainya justru dapat menimbulkan persoalan kebersihan di tempat umum.

HKFP juga melaporkan bahwa Ho terlihat mengenakan rompi lari dengan patch bertuliskan Wolfsangel, simbol yang berasal dari heraldik Jerman abad pertengahan dan kemudian digunakan dalam simbolisme Nazi. Detail tersebut turut disebutkan dalam laporan media, tetapi bukan merupakan inti dari dugaan tindak pidana yang sedang diselidiki.

Menurut HKFP, hukum Hong Kong menetapkan hukuman maksimum untuk tindak kekejaman terhadap hewan berupa denda HK$200.000 dan penjara hingga tiga tahun.
Meski demikian, kasus Ho masih dalam proses penyelidikan. Dugaan terhadapnya perlu dibuktikan melalui proses hukum yang berlaku.
(Ellen Octovia Suherman)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(RUL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan