Pasar apartemen di sejumlah kota besar menunjukkan dinamika yang beragam. Foto: Freepik
Pasar apartemen di sejumlah kota besar menunjukkan dinamika yang beragam. Foto: Freepik

Kinerja Pasar Apartemen 2025: Stabilitas dan Tantangan di Tiga Kota

Rizkie Fauzian • 22 Januari 2026 20:13
Jakarta: Pasar apartemen di sejumlah kota besar Indonesia menunjukkan dinamika yang beragam sepanjang 2025. Jakarta, Surabaya, dan Bali mencerminkan karakter pasar yang berbeda, mulai dari stabilitas permintaan, kehati-hatian pembeli, hingga pertumbuhan berbasis gaya hidup dan pariwisata.
 
Di Jakarta, proyek apartemen yang rampung sepanjang 2025 tercatat hanya sekitar separuh dari total pasok pada 2024. Jakarta Selatan masih menjadi kontributor utama pasokan baru, seiring dengan permintaan yang relatif stabil.
 
Tingkat permintaan menunjukkan peningkatan sepanjang tahun, didorong oleh keberadaan proyek-proyek yang masih dalam tahap konstruksi dan turut menopang stabilitas harga. Kondisi ini mengindikasikan bahwa preferensi pembeli kini lebih dipengaruhi oleh ketersediaan unit, kepastian penyelesaian proyek, serta kredibilitas pengembang, dibandingkan pergerakan harga semata.
 
 
Baca juga: Tren 2025: Rumah Tapak untuk Tinggal, Apartemen Disewa
Ke depan, pengembang diperkirakan akan semakin memanfaatkan perpanjangan insentif PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP). Insentif ini membuka ruang bagi pengembang untuk menawarkan jadwal penyelesaian yang lebih jelas, meningkatkan transparansi, serta menerapkan strategi harga yang lebih terstruktur guna menjaga momentum penjualan.

Pasar apartemen di Surabaya 

Sementara itu, pasar apartemen Surabaya masih berada pada fase pertumbuhan moderat. Pengembang dinilai perlu menyesuaikan pasokan mendatang dengan preferensi pembeli, khususnya terkait unit berukuran kecil, serta meningkatkan transparansi untuk memulihkan kepercayaan pasar.

Pengalaman proyek yang sempat tertunda di masa lalu masih memengaruhi persepsi terhadap unit yang belum selesai dibangun. Akibatnya, sebagian besar pembeli cenderung memilih unit siap huni, kecuali pada proyek yang dikembangkan oleh pengembang dengan reputasi kuat.
 
Untuk mendorong tingkat penyerapan, pengembang perlu menghadirkan skema insentif yang lebih kompetitif, memperkuat pemasaran digital, serta menonjolkan keunggulan lokasi secara lebih spesifik.
 
Di sisi lain, apartemen berlayanan (serviced apartment) di Surabaya tetap menarik segmen tertentu, seperti penghuni yang membutuhkan hunian sementara atau akomodasi medis, sehingga menjadi sumber permintaan alternatif di tengah perlambatan pasar secara umum.

Apartemen di Bali

Adapun pasar apartemen di Bali didominasi oleh pengembangan yang terkonsentrasi di kawasan dinamis dan padat aktivitas, seperti Canggu dan Uluwatu. Kedua kawasan ini didukung daya tarik gaya hidup, kuatnya aktivitas pariwisata, serta pertumbuhan komersial yang berkelanjutan.
 
Pengembangan apartemen di Bali umumnya mengedepankan konsep yang selaras dengan gaya hidup pembeli, seperti kesehatan dan kebugaran, ramah keluarga, serta fasilitas pendukung yang terintegrasi baik di dalam kawasan maupun sekitarnya.
 
Seiring meningkatnya permintaan, strategi pemilihan lokasi menjadi semakin krusial. Banyak pengembang memilih merevitalisasi bangunan eksisting agar dapat mempertahankan lokasi premium sekaligus mempercepat waktu penyelesaian proyek dibandingkan merencanakan pembangunan baru.
 
Secara keseluruhan, pasar apartemen nasional sepanjang 2025 masih bergerak selektif, dengan pembeli yang semakin cermat dan pengembang yang dituntut adaptif dalam merespons perubahan preferensi pasar.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KIE)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan