Kredit yang disalurkan ke sektor perumahan pun akan memberikan multiplier effect . Foto: Shutterstock
Kredit yang disalurkan ke sektor perumahan pun akan memberikan multiplier effect . Foto: Shutterstock

Keberpihakan Pemerintah Bawa Angin Segar Sektor Perumahan

Properti investasi properti perumahan BTN bisnis properti Investasi Rumah
Rizkie Fauzian • 29 Juli 2020 21:11
Jakarta: Sektor properti memiliki multiplier effect atau efek berantai terhadap 170 industri lainnya. Hal ini membuat sektor properti memiliki potensi dan daya ungkit bagi pemulihan ekonomi nasional.
 
Untuk itu, pemerintah memberikan sejumlah stimulus untuk menggerakkan sektor properti. Salah satunya skema bantuan pembiayaan kredit pemilikan rumah (KPR) melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan subsidi selisih bunga KPR.
 
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (BTN) Pahala Nugraha Mansury mengatakan adanya keberpihakan pemerintah mulai dari aturan hingga penempatan dana negara menjadi angin yang segar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kredit yang dialirkan BTN juga memiliki dampak ekonomi jangka panjang. Sebab, kredit tersebut akan menjadi tempat tinggal yang dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat," katanya dalam Webinar bertajuk Sinergi untuk Percepatan Pemulihan Sektor Perumahan di Jakarta, Rabu, 29 Juli 2020.
 
Tidak hanya itu, kredit yang disalurkan ke sektor perumahan pun akan memberikan multiplier effect terhadap sekitar 177 subsektor industri lainnya. BTN tercatat telah menerima dana negara sebesar Rp5 triliun pada medio Juni 2020.
 
"Kami meyakini perseroan bisa menyalurkan total kredit sebesar Rp15 triliun dari dana negara tersebut sebelum akhir September 2020," ungkap Pahala.
 
Pahala melanjutkan hingga kini sektor perumahan di Tanah Air baru memberikan kontribusi terhadap PDB Nasional sebesar 2,77 persen. Posisi tersebut jauh di bawah kontribusi properti di negara kawasan ASEAN lainnya yang berkisar 8-23 persen.
 
"Sehingga kami berkomitmen akan terus mendukung pengembangan sektor perumahan. Apalagi di masa pandemi ini, rumah menjadi tempat berlindung paling aman bagi masyarakat Indonesia," ujarnya.
 
Dalam kesempatan yang sama, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) menyampaikan akan mendukung penyediaan likuiditas bagi pembiayaan kepemilikan rumah.
 
"Sepanjang Semester I-2020 SMF telah berhasil menyalurkan pinjaman kepada penyalur KPR sebesar Rp4,2 triliun," jelas Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo.
 
Lebih lanjut Ananta juga menuturkan bahwa SMF sebagai BUMN di bawah Kementerian Keuangan yang mengemban tugas sebagai SMV yang membangun dan mengembangkan Pasar Pembiayaan Sekunder Perumahan tengah memeprkuat perannya.
 
Sebagai SMV, SMF aktif dalam merealisasikan Program Penurunan Beban Fiskal. Program Penurunan Beban Fiskal direalisasikan melalui pemberian dukungan kepada Pemerintah dalam program KPR FLPP.
 
"SMF berperan dalam mengurangi beban fiskal Pemerintah dengan membiayai porsi 25 persen pendanaan KPR FLPP, sehingga Pemerintah hanya menyediakan 75 persen dari total pendanaan FLPP dari semula yang sebesar 90 persen," ungkap Ananta.
 

(KIE)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif