Investor kini semakin memperhatikan konektivitas menuju pelabuhan. Foto: Suryacipta
Investor kini semakin memperhatikan konektivitas menuju pelabuhan. Foto: Suryacipta

Kawasan Industri dengan Ekosistem Lengkap Makin Diburu Investor

Rizkie Fauzian • 07 Juli 2026 17:47
Ringkasnya gini..
  • Investor mulai mengubah pertimbangan dalam memilih kawasan industri dengan mengutamakan konektivitas logistik, utilitas, dan ekosistem bisnis dibanding hanya harga lahan.
  • Meningkatnya investasi di sektor kendaraan listrik, elektronik, pusat data, dan manufaktur mendorong kebutuhan kawasan industri yang terintegrasi dengan jaringan logistik.
  • Pelaku industri menilai kualitas ekosistem kawasan akan menjadi faktor utama yang menentukan daya saing kawasan industri dalam menarik investasi baru.
Jakarta: Pertimbangan investor dalam memilih kawasan industri di Indonesia mulai mengalami perubahan. Jika sebelumnya keputusan investasi lebih banyak ditentukan oleh harga lahan dan ketersediaan ruang produksi, kini perusahaan juga menaruh perhatian pada konektivitas logistik, akses rantai pasok (supply chain), ketersediaan utilitas, hingga dukungan ekosistem bisnis.
 
Perubahan tersebut sejalan dengan meningkatnya investasi di sektor kendaraan listrik (electric vehicle/EV), elektronik, pusat data (data center), serta manufaktur berorientasi ekspor yang membutuhkan dukungan infrastruktur dan jaringan logistik yang lebih terintegrasi.
 
Chief Commercial Officer PT Suryacipta Swadaya, Abednego Purnomo, mengatakan perubahan preferensi investor mencerminkan transformasi yang lebih luas dalam lanskap industri nasional. Dalam beberapa tahun terakhir kami melihat perubahan yang cukup signifikan.

"Investor tidak lagi hanya mengevaluasi biaya lahan atau kecepatan pembangunan fasilitas produksi, tetapi juga mempertimbangkan bagaimana sebuah kawasan dapat mendukung efisiensi supply chain dan keberlangsungan operasional mereka dalam jangka panjang," ujar dia dalam keterangan tertulis, Selasa, 7 Juli 2026.
 
Menurut dia, investor kini semakin memperhatikan konektivitas menuju pelabuhan, akses ke jaringan transportasi nasional, ketersediaan utilitas yang andal, serta fasilitas pendukung yang mampu menunjang kegiatan operasional perusahaan.
 
Ia menambahkan, tren tersebut juga terlihat dari meningkatnya minat investor asing maupun domestik terhadap kawasan industri yang memiliki infrastruktur strategis. Berdasarkan catatan perusahaan, permintaan datang dari investor asal Tiongkok, Korea Selatan, Taiwan, hingga Jepang.
 
Minat tersebut didominasi sektor otomotif, khususnya kendaraan listrik dan industri komponen otomotif, disusul sektor alat berat, elektronik, pusat data, serta pergudangan.
 
Selain mencari lokasi untuk membangun fasilitas produksi, investor juga mulai mempertimbangkan layanan pendukung investasi dan pengembangan ekosistem bisnis secara menyeluruh. Hal ini menunjukkan kawasan industri kini dipandang sebagai bagian dari strategi pertumbuhan perusahaan dalam jangka panjang, bukan sekadar lokasi pembangunan pabrik.
 
Abednego menilai persaingan kawasan industri ke depan akan semakin ditentukan oleh kualitas ekosistem yang ditawarkan kepada investor.
 
"Ke depan, daya saing kawasan industri akan semakin ditentukan oleh kualitas ekosistem yang dimiliki. Kawasan yang mampu mengintegrasikan kebutuhan industri, logistik, dan pengembangan bisnis akan memiliki posisi yang lebih kuat dalam menarik investasi baru," ujar dia.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KIE)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan