Melihat perubahan tersebut, tiket.com menghadirkan rekomendasi destinasi wellness di Jawa Tengah melalui fitur tiket Green. Mulai dari pengalaman aromatic wellness di lereng Gunung Lawu, resort bernuansa alam di tepi Sungai Progo, hotel dengan desain modern tropis di Magelang, hingga eco-luxury escape dengan panorama Borobudur.
SVP of Accommodations tiket.com, Cisyelya Bunyamin, mengatakan wisatawan kini semakin mencari pengalaman menginap yang dekat dengan alam, menenangkan, sekaligus mendukung gaya hidup mindful.
“Melalui tiket Green, kami ingin membantu masyarakat menemukan akomodasi yang tidak hanya nyaman, tetapi juga menghadirkan pengalaman menginap yang lebih bermakna,” ujar Cisyelya.
tiket.com merekomendasikan empat destinasi wellness dan eco- hospitality di Jawa Tengah yang menghadirkan pendekatan keberlanjutan yang autentik serta relevan dengan kebutuhan wisatawan masa kini.
1. Rumah Atsiri Indonesia, Tawangmangu

Rumah Atsiri Indonesia. Foto: Medcom.id/Rizkie Fauzian
Di lereng Gunung Lawu yang berhawa sejuk, Rumah Atsiri Indonesia menghadirkan pengalaman aromatic wellness yang memadukan relaksasi dan edukasi. Kawasan yang dulunya merupakan pabrik penyulingan citronella ini kini berkembang menjadi destinasi wellness dengan fasilitas Atsiri Glamping.
Suasana alam yang tenang berpadu dengan aktivitas seperti workshop, trekking, hingga eksplorasi tanaman atsiri. Penggunaan amenities ramah lingkungan dan pengurangan plastik sekali pakai turut menjadi bagian dari pengalaman menginap di sini.
Rumah Atsiri memiliki area taman yang luas dengan berbagai jenis tanaman dan bunga. Dari aktivitas tersebut, sampah organik seperti daun gugur dan bunga layu dihasilkan setiap hari dalam jumlah besar.
General Manager Rumah Atsiri Indonesia, Dewi Soesilowati mengatakan pengelola berupaya agar limbah organik tidak berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).
“Kalau yang organik, kita hampir sudah tidak ada yang ke TPA. Yang ke TPA itu sampah plastik yang dibawa pengunjung,” katanya.
Untuk mendukung pengelolaan sampah, Rumah Atsiri juga memiliki unit khusus bernama Kosara yang bertugas memilah dan mengolah sampah di kawasan tersebut.
“Nah itu kita namakan Kosara, adalah bagian unit kita yang mengolah, memilah dan mengolah sampah,” ujar Dewi.
2. Puri Asri Hotel & Resort Magelang

Puri Asri. Foto: Medcom.id/Rizkie Fauzian
Berada di tepi Sungai Progo, Puri Asri menawarkan suasana hijau yang cocok untuk short escape maupun family getaway. Gemericik sungai dan area terbuka hijau menjadi daya tarik utama resort ini.
Tak hanya menghadirkan ketenangan, hotel ini juga menerapkan berbagai praktik ramah lingkungan, mulai dari pengolahan sampah organik, penggunaan lampu hemat energi, hingga program penghematan air dan listrik.
Tak hanya menghadirkan ketenangan, hotel ini juga menerapkan berbagai praktik ramah lingkungan, mulai dari pengolahan sampah organik, penggunaan lampu LED hemat energi, penggunaan solar lamp, hingga penghematan air dan listrik di seluruh area resort.
General Manager Puri Asri Resort & Hotel Magelang, Muhammad Munir, mengatakan konsep sustainability dijalankan secara menyeluruh sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus masa depan generasi berikutnya.
“Kami sadar hidup di bumi ini tidak bisa sesuka hati. Karena itu di Puri Asri kami berusaha menjaga lingkungan lewat berbagai program sustainability, mulai dari pengolahan sampah organik menjadi pupuk sendiri, penggunaan lampu LED dan solar lamp, hingga pengurangan plastik sekali pakai,” ujar Munir.
Menurutnya, seluruh daun dan limbah organik di area resort seluas 10 hektare dikumpulkan untuk diolah menjadi pupuk alami bagi tanaman di kawasan hotel. Puri Asri juga memanfaatkan sistem pengairan alami untuk menyiram area hijau tanpa penggunaan mesin tambahan.
Munir menambahkan, konsep terbuka di berbagai fasilitas hotel juga sengaja diterapkan untuk memaksimalkan cahaya dan sirkulasi udara alami sehingga penggunaan AC dan listrik dapat ditekan.
“Luxury resort bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga bagaimana tamu bisa menikmati udara yang bersih dan suasana alam yang sehat,” katanya.
3. ARTOTEL Leguna Magelang

Artotel Leguna Magelang. Foto: Medcom.id/Rizkie Fauzian
Bagi wisatawan yang menyukai suasana modern dan artistik, ARTOTEL Leguna Magelang menawarkan pengalaman berbeda lewat desain modern tropis karya Andra Matin.
Bangunan hotel dirancang dengan konsep terbuka untuk memaksimalkan cahaya alami dan sirkulasi udara. Banyak area dibuat dengan void dan ruang terbuka agar angin serta cahaya dapat masuk secara alami ke berbagai sisi bangunan sehingga penggunaan AC dan lampu dapat diminimalkan.
Director of Marketing & Communication Artotel Group, Yulia Maria, mengatakan konsep tersebut lahir dari keinginan menghadirkan pengalaman menginap yang tetap dekat dengan lanskap alam Magelang.
“Desain hotel ini memang dibuat agar tamu bisa menikmati pemandangan gunung dari berbagai sudut. Konsep terbuka dan banyaknya ruang void juga membantu sirkulasi udara dan pencahayaan alami sehingga penggunaan AC bisa diminimalkan,” ujar Yulia.
Menurutnya, konsep eco-friendly sudah diterapkan sejak tahap perancangan bangunan. Selain mengedepankan efisiensi energi, ARTOTEL Leguna Magelang juga tengah mempersiapkan berbagai implementasi sustainability dalam operasional hotel.
Artotel Group sendiri telah tersertifikasi Global Sustainable Tourism Council (GSTC) dan berencana mendaftarkan ARTOTEL Leguna Magelang dalam program sertifikasi sustainability berikutnya.
“Kami akan mulai membentuk green team untuk mendorong implementasi sustainability di operasional hotel, mulai dari pemilahan sampah, penghematan energi, hingga edukasi kepada tamu untuk melakukan saving water dan saving energy,” katanya.
Tak hanya itu, hotel ini juga melibatkan seniman lokal dalam menghadirkan karya seni di berbagai sudut hotel sebagai bagian dari dukungan terhadap ekosistem kreatif di Magelang dan Yogyakarta.
4. Plataran Borobudur Resort & Spa

Plataran Borobudur. Foto: Medcom.id/Rizkie Fauzian
Tak jauh dari Candi Borobudur, Plataran Borobudur Resort & Spa menghadirkan pengalaman luxury eco-resort dengan panorama Pegunungan Menoreh dan Gunung Merapi.
Nuansa budaya Jawa terasa kental melalui desain, pelayanan, hingga aktivitas berbasis budaya dan alam. Resort ini juga melibatkan masyarakat lokal dalam berbagai aktivitas hospitality sehingga wisatawan dapat merasakan pengalaman yang lebih autentik dan berkelanjutan.
Executive Assistant Manager Plataran Borobudur Resort & Spa, Maria Widya, mengatakan wisatawan premium kini tidak lagi hanya mencari kemewahan secara fisik, tetapi juga pengalaman perjalanan yang lebih personal, tenang, dan bermakna.
“Tren wellness berkembang menjadi sesuatu yang lebih holistik, mulai dari kualitas tidur, koneksi dengan alam, mindfulness, hingga pengalaman budaya yang autentik,” ujar Maria.
Menurutnya, Plataran Borobudur menghadirkan pengalaman tersebut melalui suasana resort yang intimate, panorama alam yang menenangkan, hingga akses dekat dengan situs budaya dan spiritual seperti Borobudur.
Nuansa budaya Jawa terasa kuat melalui desain arsitektur, interior, pelayanan, hingga pengalaman kuliner yang dihadirkan. Resort ini juga aktif melibatkan masyarakat lokal dan pelaku UMKM dalam operasional maupun aktivitas wisata.
“Kami tidak hanya menawarkan tempat menginap yang nyaman, tetapi juga pengalaman yang memiliki cerita dan koneksi emosional dengan destinasi Borobudur itu sendiri,” katanya.
Melalui tiket Green, tiket.com ingin membantu wisatawan menemukan akomodasi yang mendukung gaya perjalanan lebih mindful. Mulai dari efisiensi energi, pengelolaan limbah, hingga pelestarian budaya lokal, seluruh pengalaman tersebut menjadi bagian dari tren wisata masa kini yang semakin mengutamakan kualitas dan keberlanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News