WISATA

Braga Bukan Cuma Tempat Nongkrong, di Sini Ada Jejak Diplomasi Dunia

A. Firdaus
Kamis 16 Juli 2026 / 22:00
Ringkasnya gini..
  • Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi sejarah.
  • Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya de Braga by ARTOTEL untuk menghubungkan pengalaman menginap dengan kekayaan sejarah yang dimiliki kawasan Braga.
  • Kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkuat publikasi mengenai warisan sejarah Indonesia.
Bandung: Kawasan Braga selama ini dikenal sebagai salah satu spot favorit untuk nongkrong, berburu kuliner, dan menikmati suasana heritage Kota Bandung. Namun, di balik hiruk-pikuk jalanannya, Braga juga menyimpan jejak sejarah besar yang pernah mengubah arah diplomasi dunia.

Melalui rangkaian eksplorasi destinasi sejarah dan budaya, Sindikasi Media Network (SMN) bersama de Braga by ARTOTEL mengunjungi Museum Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi sejarah sekaligus memperkenalkan potensi wisata heritage yang menjadi daya tarik utama Kota Kembang.
 

Menelusuri Jejak Konferensi Bersejarah


Di museum yang berada di kawasan Jalan Asia Afrika tersebut, rombongan diajak menelusuri perjalanan bersejarah Konferensi Asia Afrika yang berlangsung pada 18–24 April 1955 di Gedung Merdeka.

Melalui tur edukatif yang dipandu oleh edukator museum, peserta mendapatkan penjelasan mengenai latar belakang penyelenggaraan konferensi, peran Indonesia sebagai tuan rumah, serta semangat solidaritas negara-negara Asia dan Afrika dalam memperjuangkan kemerdekaan, perdamaian, dan kerja sama internasional.
 

Edukator museum menjelaskan bahwa Konferensi Asia Afrika merupakan konferensi internasional pertama yang mempertemukan 29 negara Asia dan Afrika. Indonesia bersama India, Pakistan, Burma (kini Myanmar), dan Ceylon (kini Sri Lanka) menjadi negara sponsor penyelenggaraan pertemuan bersejarah tersebut.
 

Koleksi yang Membawa Pengunjung ke Tahun 1955


Selama berada di museum, peserta mengamati berbagai koleksi autentik yang menggambarkan suasana Bandung menjelang dan selama Konferensi Asia Afrika berlangsung.

- Perlengkapan jurnalistik yang digunakan wartawan pada 1955.

- Dokumentasi persiapan Konferensi Asia Afrika.

- Foto-foto renovasi Gedung Merdeka dan kawasan Bandung.

- Arsip perubahan nama Jalan Raja Timur menjadi Jalan Asia Afrika.

Koleksi-koleksi tersebut memperlihatkan bagaimana Bandung pada masa itu menjadi pusat perhatian dunia dan simbol kebangkitan bangsa-bangsa Asia-Afrika.
 

Ruang Sidang yang Jadi Saksi Diplomasi Dunia


Salah satu bagian yang paling menarik perhatian adalah ruang Sidang Gedung Merdeka, lokasi berlangsungnya pembukaan dan penutupan Konferensi Asia Afrika.


Ruang Sidang Gedung Merdeka, saksi bisu berlangsungnya konferensi Asia Afrika 8 April 1955. Dok. A. Firdaus/Medcom

Di ruangan bersejarah tersebut, peserta mendapatkan penjelasan mengenai transformasi gedung yang awalnya menjadi tempat berkumpul masyarakat Belanda pada masa kolonial, kemudian diambil alih setelah Indonesia merdeka dan diresmikan Presiden Soekarno sebagai Gedung Merdeka pada 8 April 1955.

Nama “Gedung Merdeka” dipilih sebagai simbol kebebasan bangsa-bangsa dari penjajahan, sekaligus menegaskan posisi Indonesia sebagai negara yang aktif memperjuangkan kemerdekaan dan kesetaraan di tingkat internasional.
 

Wisata Heritage yang Tak Lekang oleh Waktu


Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya de Braga by ARTOTEL untuk menghubungkan pengalaman menginap dengan kekayaan sejarah yang dimiliki kawasan Braga.

Berlokasi hanya beberapa langkah dari Museum Konferensi Asia Afrika, hotel ini mendorong wisatawan untuk tidak hanya menikmati suasana heritage Braga, tetapi juga mengeksplorasi situs-situs bersejarah yang membentuk identitas Kota Bandung.

Di tengah tren wisata yang semakin mengutamakan pengalaman dan cerita, Museum Konferensi Asia Afrika menawarkan lebih dari sekadar koleksi benda bersejarah. Tempat ini menghadirkan kesempatan untuk memahami bagaimana Bandung pernah menjadi panggung penting dalam perjalanan diplomasi dunia.

Bagi wisatawan yang ingin melihat sisi lain Kota Kembang, menyempatkan diri berkunjung ke Museum KAA bisa menjadi cara menarik untuk mengenal Bandung lebih dalam—bukan hanya sebagai kota wisata, tetapi juga sebagai kota yang menyimpan jejak sejarah global yang masih relevan hingga hari ini.
 

Bandung, Kota dengan Cerita yang Mendunia


Bagi Sindikasi Media Network, kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkuat publikasi mengenai warisan sejarah Indonesia sekaligus mengangkat potensi wisata heritage sebagai bagian penting dari ekosistem pariwisata nasional.

Kolaborasi antara media, industri perhotelan, dan institusi budaya diharapkan mampu memperluas edukasi publik mengenai nilai-nilai Konferensi Asia Afrika yang hingga kini tetap relevan sebagai simbol persahabatan, kesetaraan, dan kerja sama antarbangsa.

Jadi, kalau kamu sedang menjelajah Braga, jangan hanya berhenti untuk nongkrong atau berburu foto estetik. Sisihkan waktu untuk masuk ke Museum Konferensi Asia Afrika, karena di tempat inilah Bandung menyimpan salah satu cerita terbesar yang pernah menghubungkan Asia, Afrika, dan dunia.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)

MOST SEARCH