WISATA
48 Jam Menjelajah Bandung, Dari Pabrik Pesawat hingga Lorong Bersejarah Braga
A. Firdaus
Kamis 16 Juli 2026 / 18:57
- Selama dua hari, para peserta diajak menjelajahi Bandung dari sudut pandang yang berbeda.
- Sekitar 40 jurnalis dari berbagai media nasional dan daerah dalam kegiatan "Let's Go, Let's Grow"
- Melalui sinergi antara industri perhotelan, pelaku pariwisata, industri teknologi, hingga media, Bandung menawarkan cara baru menikmati sebuah destinasi.
Bandung memang selalu punya alasan untuk dikunjungi. Selain dikenal sebagai surga kuliner dan belanja, Kota Kembang kini semakin memperlihatkan wajahnya sebagai destinasi yang memadukan sejarah, seni, teknologi, hingga gaya hidup dalam satu pengalaman wisata.
Itulah yang dirasakan sekitar 40 jurnalis dari berbagai media nasional dan daerah dalam kegiatan "Let's Go, Let's Grow", sebuah family gathering perdana yang digelar Sindikasi Media Network (SMN) bersama Artotel Group pada 14–15 Juli 2026.
Selama dua hari, para peserta diajak menjelajahi Bandung dari sudut pandang yang berbeda. Bukan sekadar berpindah dari satu hotel ke hotel lain, tetapi menyusuri bagaimana sektor perhotelan dapat terhubung dengan wisata sejarah, industri kreatif, hingga inovasi teknologi yang menjadi identitas kota ini.
Perjalanan dimulai dari ARTOTEL Suites Aquila Bandung, hotel premium di kawasan Pasteur yang memadukan nuansa historis dengan sentuhan desain modern.
General Manager ARTOTEL Suites Aquila Bandung, Anton Susanto, mengatakan hotel saat ini tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat bermalam. Menurutnya, wisatawan juga mencari pengalaman yang membuat mereka lebih dekat dengan karakter sebuah kota.

General Manager ARTOTEL Suites Aquila Bandung, Anton Susanto menyebut, wisatawan juga mencari pengalaman dengan karakter sebuah kota. Dok. SMN
"Kami ingin tamu tidak hanya menginap, tetapi juga menikmati berbagai pengalaman yang dimiliki Kota Bandung. Karena itu, kami membangun kolaborasi dengan berbagai mitra agar wisatawan memperoleh pengalaman yang lebih bermakna," ujar Anton.
Semangat tersebut diwujudkan melalui kolaborasi dengan PT Dirgantara Indonesia (PTDI), yang menghadirkan paket Edutainment Factory Tour bagi para tamu.
Salah satu pengalaman yang paling menarik adalah kunjungan ke hanggar produksi PTDI. Di sini, peserta dapat melihat langsung proses pengembangan pesawat buatan Indonesia seperti CN235, NC212, hingga N219, sekaligus mengenal perjalanan industri dirgantara nasional yang produknya telah diekspor ke berbagai negara.

Biasanya menggunakan pesawat hanya sekadar untuk berpindah kota, tapi di PTDI, kamu bisa melihat dan masuk ke dalamnya dengan banyak pengalaman tak terlupkakan dan tentunya informasi penting. Dok. SMN
Factory tour ini memperlihatkan bahwa wisata tak selalu identik dengan alam atau kuliner. Dunia teknologi dan industri pun dapat menjadi destinasi edukasi yang menarik, terutama bagi keluarga dan generasi muda.
Eksplorasi berlanjut ke Rooms Inc. d'Botanica Bandung, hotel yang mengusung konsep social hub.
Terintegrasi dengan pusat perbelanjaan d'Botanica Mall di kawasan Pasteur, hotel ini menawarkan konsep one stop living yang menggabungkan akomodasi, kuliner, ruang kerja, hiburan, hingga fasilitas pertemuan dalam satu kawasan.

Para peserta SMN X Artotel mampir ke Rooms inc. Awalnya mengira ini sebuah kafe, namun ini merupakan lobby hotel dari Rooms Inc. Dok. SMN
General Manager Rooms Inc. d'Botanica Bandung, Tin Kartini, menjelaskan konsep tersebut lahir untuk menjawab kebutuhan wisatawan modern yang menginginkan pengalaman menginap yang praktis, fleksibel, dan tetap nyaman.
Perjalanan kemudian berakhir di kawasan Braga, salah satu ikon Kota Bandung yang tak pernah kehilangan pesonanya.
Melalui de Braga by ARTOTEL, peserta diajak menikmati suasana heritage yang dipadukan dengan seni kontemporer dan gaya hidup modern.

Museum Konferensi Asia Afrika menjadi tempat wisata sejarah yang populer di Braga. Dok. A. Firdaus/Medcom
Tak jauh dari hotel, rombongan juga mengunjungi Museum Konferensi Asia Afrika, tempat bersejarah yang menjadi saksi lahirnya Konferensi Asia Afrika pada 1955.
Kunjungan ini mengingatkan bahwa Bandung bukan hanya kota wisata, tetapi juga kota yang memiliki peran penting dalam sejarah diplomasi dunia.
Ketua Sindikasi Media Network, Arief Suharto, mengatakan kegiatan bertajuk "Let's Go, Let's Grow" tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antara media dan Artotel Group, tetapi juga upaya membangun kolaborasi untuk memperkuat promosi pariwisata Indonesia melalui pendekatan storytelling.

Ketua SMN, Arief Suharto dan General Manager ARTOTEL Suites Aquila Bandung, Anton Susanto. Dok. A. Firdaus/Medcom
Melalui sinergi antara industri perhotelan, pelaku pariwisata, industri teknologi, hingga media, Bandung menawarkan cara baru menikmati sebuah destinasi.
Sebab, liburan tersebut bukan lagi sekadar soal mengunjungi tempat yang indah, tetapi tentang menemukan cerita di balik setiap perjalanan. Dan Bandung, tampaknya, masih menyimpan banyak cerita yang layak untuk dijelajahi.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)
Itulah yang dirasakan sekitar 40 jurnalis dari berbagai media nasional dan daerah dalam kegiatan "Let's Go, Let's Grow", sebuah family gathering perdana yang digelar Sindikasi Media Network (SMN) bersama Artotel Group pada 14–15 Juli 2026.
Selama dua hari, para peserta diajak menjelajahi Bandung dari sudut pandang yang berbeda. Bukan sekadar berpindah dari satu hotel ke hotel lain, tetapi menyusuri bagaimana sektor perhotelan dapat terhubung dengan wisata sejarah, industri kreatif, hingga inovasi teknologi yang menjadi identitas kota ini.
Menginap Sambil Menikmati Cerita Kota
Perjalanan dimulai dari ARTOTEL Suites Aquila Bandung, hotel premium di kawasan Pasteur yang memadukan nuansa historis dengan sentuhan desain modern.
General Manager ARTOTEL Suites Aquila Bandung, Anton Susanto, mengatakan hotel saat ini tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat bermalam. Menurutnya, wisatawan juga mencari pengalaman yang membuat mereka lebih dekat dengan karakter sebuah kota.

General Manager ARTOTEL Suites Aquila Bandung, Anton Susanto menyebut, wisatawan juga mencari pengalaman dengan karakter sebuah kota. Dok. SMN
"Kami ingin tamu tidak hanya menginap, tetapi juga menikmati berbagai pengalaman yang dimiliki Kota Bandung. Karena itu, kami membangun kolaborasi dengan berbagai mitra agar wisatawan memperoleh pengalaman yang lebih bermakna," ujar Anton.
Semangat tersebut diwujudkan melalui kolaborasi dengan PT Dirgantara Indonesia (PTDI), yang menghadirkan paket Edutainment Factory Tour bagi para tamu.
Melihat Pesawat Karya Anak Bangsa dari Dekat
Salah satu pengalaman yang paling menarik adalah kunjungan ke hanggar produksi PTDI. Di sini, peserta dapat melihat langsung proses pengembangan pesawat buatan Indonesia seperti CN235, NC212, hingga N219, sekaligus mengenal perjalanan industri dirgantara nasional yang produknya telah diekspor ke berbagai negara.

Biasanya menggunakan pesawat hanya sekadar untuk berpindah kota, tapi di PTDI, kamu bisa melihat dan masuk ke dalamnya dengan banyak pengalaman tak terlupkakan dan tentunya informasi penting. Dok. SMN
Factory tour ini memperlihatkan bahwa wisata tak selalu identik dengan alam atau kuliner. Dunia teknologi dan industri pun dapat menjadi destinasi edukasi yang menarik, terutama bagi keluarga dan generasi muda.
Hotel Kini Jadi Social Hub
Eksplorasi berlanjut ke Rooms Inc. d'Botanica Bandung, hotel yang mengusung konsep social hub.
Terintegrasi dengan pusat perbelanjaan d'Botanica Mall di kawasan Pasteur, hotel ini menawarkan konsep one stop living yang menggabungkan akomodasi, kuliner, ruang kerja, hiburan, hingga fasilitas pertemuan dalam satu kawasan.

Para peserta SMN X Artotel mampir ke Rooms inc. Awalnya mengira ini sebuah kafe, namun ini merupakan lobby hotel dari Rooms Inc. Dok. SMN
General Manager Rooms Inc. d'Botanica Bandung, Tin Kartini, menjelaskan konsep tersebut lahir untuk menjawab kebutuhan wisatawan modern yang menginginkan pengalaman menginap yang praktis, fleksibel, dan tetap nyaman.
Menutup Perjalanan di Jantung Sejarah Bandung
Perjalanan kemudian berakhir di kawasan Braga, salah satu ikon Kota Bandung yang tak pernah kehilangan pesonanya.
Melalui de Braga by ARTOTEL, peserta diajak menikmati suasana heritage yang dipadukan dengan seni kontemporer dan gaya hidup modern.

Museum Konferensi Asia Afrika menjadi tempat wisata sejarah yang populer di Braga. Dok. A. Firdaus/Medcom
Tak jauh dari hotel, rombongan juga mengunjungi Museum Konferensi Asia Afrika, tempat bersejarah yang menjadi saksi lahirnya Konferensi Asia Afrika pada 1955.
Kunjungan ini mengingatkan bahwa Bandung bukan hanya kota wisata, tetapi juga kota yang memiliki peran penting dalam sejarah diplomasi dunia.
Kolaborasi Jadi Kunci Pengalaman Wisata
Ketua Sindikasi Media Network, Arief Suharto, mengatakan kegiatan bertajuk "Let's Go, Let's Grow" tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antara media dan Artotel Group, tetapi juga upaya membangun kolaborasi untuk memperkuat promosi pariwisata Indonesia melalui pendekatan storytelling.

Ketua SMN, Arief Suharto dan General Manager ARTOTEL Suites Aquila Bandung, Anton Susanto. Dok. A. Firdaus/Medcom
Melalui sinergi antara industri perhotelan, pelaku pariwisata, industri teknologi, hingga media, Bandung menawarkan cara baru menikmati sebuah destinasi.
Sebab, liburan tersebut bukan lagi sekadar soal mengunjungi tempat yang indah, tetapi tentang menemukan cerita di balik setiap perjalanan. Dan Bandung, tampaknya, masih menyimpan banyak cerita yang layak untuk dijelajahi.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)