NEWS
Harga Rumah di Kuartal IV-2020 Diprediksi Kembali Melambat
Rizkie Fauzian
Jumat 13 November 2020 / 16:17
Jakarta: Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan harga properti residensial pada triwulan IV-2020 akan kembali melambat. Dalam Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) Bank Indonesia terindikasi pertumbuhan hanya 1,29 persen (yoy), lebih rendah 1,51 persen dibanding triwulan III-2020.
Pertumbuhan harga diperkirakan melambat pada semua tipe rumah. Untuk rumah tipe kecil diperkirakan hanya tumbuh 1,77 persen (yoy), tipe menengah 1,43 persen (yoy), dan tipe besar 0,69 persen (yoy) dibandingkan dengan triwulan sebelumnya.
Perlambatan diperkirakan terjadi di sebagian kota yang di survei, terutama Surabaya dan Medan yang hanya tumbuh 1,59 persen dan 2,02 persen (yoy).
Harga properti residensial tumbuh terbatas pada kuartal III-2020. IHPR kuartal III-2020 tercatat tumbuh 1,51 persen (yoy). Meski demikian, pertumbuhan tersebut masih relatif stabil bila dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, yakni 1,59 persen (yoy).
Secara spasial, perlambatan kenaikan harga properti residensial pada triwulan III-2020 terutama disebabkan kontraksi yang terjadi di kota Manado sebesar -0,13 persen (qtq). Bandar Lampung dari 1,06 persen (qtq) menjadi nol persen.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KIE)
Pertumbuhan harga diperkirakan melambat pada semua tipe rumah. Untuk rumah tipe kecil diperkirakan hanya tumbuh 1,77 persen (yoy), tipe menengah 1,43 persen (yoy), dan tipe besar 0,69 persen (yoy) dibandingkan dengan triwulan sebelumnya.
Perlambatan diperkirakan terjadi di sebagian kota yang di survei, terutama Surabaya dan Medan yang hanya tumbuh 1,59 persen dan 2,02 persen (yoy).
Harga properti residensial tumbuh terbatas pada kuartal III-2020. IHPR kuartal III-2020 tercatat tumbuh 1,51 persen (yoy). Meski demikian, pertumbuhan tersebut masih relatif stabil bila dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, yakni 1,59 persen (yoy).
Secara spasial, perlambatan kenaikan harga properti residensial pada triwulan III-2020 terutama disebabkan kontraksi yang terjadi di kota Manado sebesar -0,13 persen (qtq). Bandar Lampung dari 1,06 persen (qtq) menjadi nol persen.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KIE)