Jenis suku bunga KPR tidak hanya menentukan besar kecilnya cicilan, tetapi juga berpengaruh terhadap stabilitas keuangan jangka panjang. Setiap skema memiliki karakteristik, kelebihan, serta potensi risikonya masing-masing.
Jenis suku bunga KPR

Mengenal jenis suku bunga KPR. Foto: Freepik
1. Suku bunga tetap (Fixed Rate)
Suku bunga tetap merupakan jenis bunga yang nilainya tidak berubah selama periode tertentu. Dengan skema ini, debitur akan membayar cicilan dalam jumlah yang sama setiap bulan sesuai kesepakatan awal.Keunggulan utama bunga tetap adalah memberikan kepastian dan kemudahan dalam perencanaan keuangan. Skema ini banyak diminati oleh debitur pemula atau mereka yang memiliki penghasilan tetap karena mampu meminimalkan risiko kenaikan cicilan secara tiba-tiba.
2. Suku bunga mengambang (Floating Rate)
Berbeda dengan bunga tetap, suku bunga mengambang mengikuti pergerakan suku bunga acuan yang ditetapkan Bank Indonesia atau kondisi pasar.Ketika suku bunga acuan turun, cicilan KPR juga berpotensi lebih ringan. Namun, saat suku bunga naik, angsuran pun ikut meningkat. Karena sifatnya dinamis, jenis bunga ini lebih cocok bagi debitur yang memiliki fleksibilitas finansial.
3. Suku bunga capped
Suku bunga capped merupakan kombinasi antara bunga mengambang dengan batas maksimal tertentu. Artinya, meski mengikuti pergerakan pasar, besaran bunga tidak akan melebihi batas yang telah disepakati.Skema ini memberikan perlindungan tambahan bagi debitur agar tidak terbebani kenaikan bunga yang terlalu tinggi, sekaligus tetap memungkinkan menikmati penurunan bunga saat kondisi pasar membaik.
4. Suku bunga hybrid (Campuran)
Jenis bunga hybrid menggabungkan skema bunga tetap dan mengambang. Biasanya, bank memberikan bunga tetap pada beberapa tahun awal, kemudian beralih ke bunga mengambang hingga akhir tenor.Skema ini menawarkan keseimbangan antara kepastian di awal masa kredit dan fleksibilitas di periode berikutnya.
Metode perhitungan bunga KPR
Selain memahami jenis suku bunganya, calon debitur juga perlu mengetahui metode perhitungannya. Secara umum, terdapat tiga metode yang digunakan, yakni efektif, flat, dan anuitas.Metode efektif menghitung bunga berdasarkan sisa pokok pinjaman, sehingga jumlah bunga menurun seiring waktu.
Metode flat menetapkan bunga berdasarkan pokok awal sehingga cicilan cenderung tetap. Sementara itu, metode anuitas mengombinasikan keduanya sehingga total cicilan per bulan relatif sama, meski komposisi pokok dan bunganya berubah.
Dengan memahami berbagai jenis dan metode suku bunga KPR, masyarakat diharapkan dapat memilih produk pembiayaan yang paling sesuai dengan kondisi dan rencana keuangannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News