Sepanjang kuartal pertama 2026, berbagai inisiatif dijalankan secara terarah di bawah kerangka “Lippo untuk Indonesia PASTI”, yang mencakup lima pilar utama, yakni pendidikan, lingkungan, sosial kemasyarakatan, kesehatan, dan pertumbuhan ekonomi lokal.
Deputy COO Lippo Cikarang Cosmopolis, Lukas Budi Setiawan, menegaskan bahwa rangkaian program ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam menciptakan dampak sosial yang terukur.
“CSR bukan lagi sekadar program tambahan, tetapi telah menjadi bagian dari strategi bisnis berkelanjutan kami. Melalui kerangka Lippo untuk Indonesia PASTI, kami ingin memastikan setiap inisiatif memberikan dampak yang terukur dan relevan bagi masyarakat,” ujar Lukas dalam keterangan tertulis, Senin, 20 Maret 2026.
Dengan pendekatan yang semakin terarah dan berkelanjutan, Lippo Cikarang Cosmopolis optimistis dapat terus berkontribusi dalam membangun masyarakat yang lebih sehat, tangguh, dan mandiri, sejalan dengan pertumbuhan kawasan yang berdaya saing.
Salah satunya melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) yang kini menjadi bagian integral dari pembangunan kawasan yang inklusif dan berkelanjutan. Tidak sekadar aktivitas filantropi, CSR diposisikan sebagai instrumen penciptaan nilai bersama (creating shared value) yang berdampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.
Pendekatan ini memastikan setiap program tidak hanya responsif terhadap kebutuhan jangka pendek, tetapi juga berkontribusi pada solusi jangka panjang. Respons cepat terhadap situasi darurat menjadi pijakan pada awal tahun ini.
Pada Januari 2026, Lippo Cikarang menyalurkan bantuan bagi warga terdampak banjir di Kecamatan Sukatani. Bantuan berupa kebutuhan pokok seperti beras, telur, ikan kaleng, dan air mineral didistribusikan secara langsung, mencerminkan kesiapsiagaan perusahaan dalam mendampingi masyarakat di masa krisis.
Memasuki Februari, fokus program bergeser pada penguatan kehidupan sosial-keagamaan masyarakat. Melalui pemberian perlengkapan ibadah ke sejumlah masjid di kawasan Cikarang, perusahaan berkontribusi dalam mendukung kenyamanan dan keberlangsungan aktivitas keagamaan masyarakat.
Momentum Ramadan pada Maret dimanfaatkan untuk mempererat hubungan sosial melalui kegiatan buka puasa bersama anak yatim di Pasar Central. Lebih dari 200 anak menerima santunan dalam kegiatan ini, sebagai wujud kepedulian sekaligus upaya memperkuat hubungan antara kawasan dan komunitas di sekitarnya.
Memasuki April, arah program semakin strategis dengan fokus pada isu kesehatan masyarakat, khususnya percepatan penurunan stunting. Hal ini dilakukan melalui pelatihan kader Posyandu yang melibatkan sekitar 100 kader dari wilayah kerja Puskesmas Cibatu.
Pelatihan ini menghadirkan narasumber profesional, Bernas Napitupulu, Sp.OG dari RS Metro Hospitals Cikarang, yang memberikan edukasi komprehensif terkait pemenuhan gizi balita, pencegahan anemia, serta penanganan ibu dengan kekurangan energi kronis (KEK).
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News