LPCK mencatatkan nilai prapenjualan sebesar Rp1,65 triliun. Foto: LPCK
LPCK mencatatkan nilai prapenjualan sebesar Rp1,65 triliun. Foto: LPCK

Lippo Cikarang Capai Marketing Sales Rp1,65 Triliun di 2025

Rizkie Fauzian • 03 Maret 2026 13:25
Ringkasnya gini..
  • PT Lippo Cikarang Tbk mencatat marketing sales Rp1,65 triliun pada 2025, setara 100% dari target tahunan.
  • Pendapatan Perseroan melonjak 133% menjadi Rp4,52 triliun, didorong serah terima rumah tapak, apartemen, dan unit komersial.
  • LPCK membukukan EBITDA Rp381,3 miliar dengan margin 8%, mencerminkan efisiensi operasional di tengah peningkatan aktivitas bisnis.
Jakarta: PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) mencatatkan nilai prapenjualan (marketing sales) sebesar Rp1,65 triliun hingga akhir Desember 2025. Angka tersebut setara dengan 100 persen dari target yang telah ditetapkan Perseroan untuk tahun buku 2025.
 
Pada periode yang sama, LPCK membukukan pendapatan sebesar Rp4,52 triliun atau tumbuh 133 persen dibandingkan periode sebelumnya. Kenaikan signifikan ini terutama didorong oleh percepatan serah terima rumah tapak, apartemen, unit komersial (ruko), serta penjualan lahan industri.
 
Selain segmen properti, kontribusi juga datang dari segmen non-properti melalui pengelolaan kawasan, yang turut memperkuat struktur pendapatan Perseroan.

Direktur LPCK, Indryanarum, menyampaikan bahwa pencapaian 2025 mencerminkan respons pasar yang positif terhadap produk yang ditawarkan Perseroan. Target prapenjualan tahunan tercapai, didukung oleh minat terhadap produk rumah tapak dan komersial.
Baca juga: LPCK Terapkan Strategi ESG untuk Penguatan Kawasan Perkotaan

"Ke depan, kami tetap berfokus pada penyelesaian pembangunan tepat waktu serta memastikan proses serah terima berjalan sesuai komitmen kepada konsumen,” ujar Indryanarum dalam keterangan tertulis, Selasa, 3 Maret 2026.
 
Dengan capaian tersebut, LPCK melanjutkan penguatan kinerja operasionalnya seiring pengembangan kawasan Lippo Cikarang sebagai kota mandiri terintegrasi di koridor timur Jakarta.

Pertumbuhan segmen dan profitabilitas

Segmen rumah tapak dan apartemen mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 369 persen secara tahunan, seiring meningkatnya realisasi serah terima unit kepada konsumen. Sementara itu, segmen pengelolaan kota membukukan pendapatan sebesar Rp474,5 miliar.
 
Dari sisi profitabilitas, Perseroan mencatat laba kotor sebesar Rp783 miliar dengan margin laba kotor 17 persen.
 
Hingga akhir Desember 2025, LPCK membukukan EBITDA sebesar Rp381,3 miliar dengan EBITDA margin sebesar 8 persen terhadap total pendapatan. Capaian ini mencerminkan upaya Perseroan dalam menjaga efisiensi operasional di tengah peningkatan aktivitas bisnis dan serah terima proyek.

Komposisi prapenjualan

Realisasi pra-penjualan sebesar Rp1,65 triliun pada FY25 terutama ditopang oleh tingginya permintaan produk residensial.
 
Rumah tapak berkontribusi sebesar 58 persen, unit komersial menyumbang 38 persen, lahan industri berkontribusi 4 persen.
 
Sepanjang 2025, Perseroan berhasil mencatatkan penjualan sebanyak 1.486 unit. Angka tersebut didukung oleh peluncuran sejumlah produk baru, seperti The Allegra @Casa De Lago dan Neo Top.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KIE)




TERKAIT

BERITA LAINNYA