Pembangunan rumah subsidi. Foto: Kementerian PKP
Pembangunan rumah subsidi. Foto: Kementerian PKP

Realisasi FLPP Tembus 77.532 Unit per Juni 2026

Rizkie Fauzian • 15 Juni 2026 12:13
Ringkasnya gini..
  • Penyaluran FLPP rumah subsidi mencapai 77.532 unit atau 22,15 persen dari target 350.000 unit pada 2026.
  • Kelompok usia 19–25 tahun menjadi penerima manfaat terbesar dengan porsi 36,19 persen.
  • Bank BTN masih menjadi penyalur FLPP terbesar dengan realisasi 37.657 unit rumah.
Jakarta: Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mencatat realisasi penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) hingga 11 Juni 2026 mencapai 77.532 unit rumah subsidi. Angka tersebut setara dengan 22,15 persen dari target pemerintah tahun ini yang mencapai 350.000 unit rumah.
 
Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho mengatakan penyaluran bantuan pembiayaan rumah subsidi melalui skema FLPP terus menunjukkan tren positif. Pihaknya terus memperkuat koordinasi dengan berbagai mitra untuk memperluas akses masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) terhadap program tersebut.
 
"Selain melakukan monitoring terhadap kinerja bank penyalur dan asosiasi pengembang, kami juga terus melakukan sosialisasi agar semakin banyak masyarakat berpenghasilan rendah yang dapat mengakses dan memanfaatkan program rumah subsidi," ujar Heru dalam keterangannya.

Menurut BP Tapera, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan 36 bank penyalur dan 21 asosiasi pengembang. Penyaluran KPR Sejahtera FLPP telah menjangkau 8.859 perumahan subsidi yang dibangun oleh 9.163 pengembang di 375 kabupaten/kota pada 35 provinsi di Indonesia.

Penyalur FLPP terbesar

Dari sisi perbankan, Bank BTN masih menjadi penyalur FLPP terbesar dengan realisasi sebanyak 37.657 unit rumah atau sekitar 48,56 persen dari total penyaluran nasional.
 
Posisi berikutnya ditempati Bank Syariah Nasional dengan penyaluran 19.088 unit atau 24,61 persen. Kemudian disusul Bank BRI sebanyak 6.275 unit (8,09 persen), Bank BNI 5.608 unit (7,23 persen), serta Bank Mandiri 2.755 unit (3,55 persen). Sisanya berasal dari sejumlah bank penyalur FLPP lainnya.
 
Dari kalangan pengembang, Real Estat Indonesia (REI) menjadi kontributor terbesar dengan realisasi 32.026 unit rumah atau 41,3 persen dari total penyaluran FLPP saat ini.
 
Selanjutnya, Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) mencatat realisasi 23.048 unit atau 29,72 persen. Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) menyumbang 10.426 unit (13,44 persen), Asosiasi Pengembang dan Pemasar Rumah Nasional (Asprumnas) 3.532 unit (4,55 persen), serta PI sebanyak 2.475 unit (3,19 persen).

Generasi muda jadi penerima terbesar

Data BP Tapera menunjukkan generasi muda menjadi kelompok penerima manfaat FLPP terbesar sepanjang tahun ini. Kelompok usia 19 hingga 25 tahun tercatat menerima 28.060 unit rumah atau sekitar 36,19 persen dari total realisasi nasional.
 
Capaian tersebut menunjukkan tingginya minat generasi muda untuk memiliki rumah pertama melalui program pembiayaan bersubsidi yang disediakan pemerintah.
 
Dari sisi pekerjaan, pekerja sektor swasta masih menjadi kelompok penerima terbesar dengan 52.592 unit rumah atau 67,83 persen. Disusul wiraswasta sebanyak 12.699 unit (16,38 persen), pegawai negeri sipil (PNS) 6.343 unit (8,18 persen), kategori lainnya 4.723 unit (6,09 persen), serta anggota TNI/Polri sebanyak 1.175 unit (1,52 persen).
 
Heru optimistis realisasi penyaluran FLPP akan terus meningkat hingga akhir tahun. BP Tapera, kata dia, secara rutin melakukan pemantauan dan koordinasi dengan bank penyalur maupun asosiasi pengembang guna memastikan target penyaluran rumah subsidi 2026 dapat tercapai.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KIE)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan