Memasuki 2026, tren rumah minimalis semakin berkembang seiring keterbatasan lahan di kawasan perkotaan dan suburban. Tidak hanya fokus pada tata ruang interior, desain eksterior khususnya model atap juga mengalami banyak inovasi untuk menunjang kenyamanan.
Kini, pilihan atap rumah minimalis tidak lagi monoton. Beragam bentuk atap hadir untuk menyesuaikan kebutuhan iklim, fungsi ruang, hingga karakter visual hunian. Di bawah ini ada beberapa jenis atap rumah yang sering digunakan.
Model atap rumah minimalis

Jenis atap rumah minimalis. Foto: Freepik
1. Atap pelana
Atap pelana menjadi model paling populer di Indonesia. Bentuknya menyerupai segitiga dengan dua sisi miring yang bertemu pada satu garis puncak. Keunggulan utama atap pelana terletak pada sistem aliran air hujan yang optimal.Air langsung mengalir ke kedua sisi tanpa menggenang, sehingga mengurangi risiko kebocoran dan kerusakan struktur. Selain itu, konstruksinya relatif sederhana, membuat biaya pembangunan lebih efisien.
| Baca juga: Atap Baja Ringan vs Kayu: Mana Lebih Kuat untuk Rumah Modern? |
Untuk rumah minimalis, atap pelana dapat dikombinasikan dengan plafon tinggi atau ventilasi di bagian atas agar sirkulasi udara lebih maksimal dan suhu ruangan tetap sejuk.
2. Atap datar
Atap datar menjadi simbol hunian minimalis modern, khususnya di kawasan perkotaan padat. Desainnya yang simpel memungkinkan pemanfaatan ruang secara vertikal, seperti rooftop, taman kecil, atau area jemur.Meski tampil modern, atap datar membutuhkan perencanaan matang, terutama pada sistem drainase. Penggunaan waterproofing berkualitas, dak beton yang tepat, serta saluran air tersembunyi menjadi kunci agar air hujan tidak menggenang.
3. Atap limasan
Atap limasan memiliki empat bidang miring yang bertemu di satu titik puncak. Model ini merupakan pengembangan dari atap pelana dengan struktur yang lebih kompleks.Cocok untuk iklim tropis, atap limasan mampu mengalirkan air hujan secara merata dan lebih tahan terhadap terpaan angin kencang. Bentuknya yang simetris juga memberi kesan kokoh, hangat, dan elegan, sehingga ideal untuk hunian keluarga.
4. Atap sandar atau atap miring
Atap sandar memiliki dua sisi dengan panjang dan kemiringan yang tidak seimbang. Desain ini menciptakan tampilan unik sekaligus modern.Selain estetis, atap sandar bersifat fungsional. Penempatan skylight atau jendela atap memungkinkan cahaya alami masuk lebih optimal, sehingga rumah terasa lebih terang dan hemat energi di siang hari.
5. Atap kombinasi
Model atap kombinasi semakin diminati karena mampu menghadirkan karakter visual yang dinamis. Umumnya, atap pelana diaplikasikan pada bangunan utama, sementara atap datar digunakan pada area teras, dapur, atau carport.Perpaduan ini menciptakan keseimbangan antara garis vertikal dan horizontal bangunan. Hasilnya, rumah tampak modern, lapang, sekaligus fungsional tanpa kehilangan identitas minimalisnya.
Dengan memilih model atap yang tepat, rumah minimalis tidak hanya tampil menarik dari luar, tetapi juga lebih nyaman, awet, dan sesuai dengan kebutuhan penghuni di tahun 2026. (Umi Kulsum)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News