Rusun berbasis TOD di Stasiun Rawa Buntu. Foto: Kementerian PUPR
Rusun berbasis TOD di Stasiun Rawa Buntu. Foto: Kementerian PUPR

Keuntungan Tinggal di Rusun Berbasis TOD

Rizkie Fauzian • 28 Mei 2021 16:28
Banten: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membangun rusun Samesta Mahata Serpong. Rusun berbasis Transit Oriented Development (TOD) tersebut terletak di Stasiun Rawa Buntu, Kota Tangerang Selatan, Banten. 
 
Direktur Utama Perum Perumnas Budi Saddewa Soediro mengatakan, rusun ini merupakan proyek sinergi BUMN. Rusun yang dimana penyediaan lahan dari PT KAI dan pembangunannya oleh Perumnas dengan kontraktor PT Adhi Karya. 
 
Rusun tersebut berada diatas lahan seluas 24.626 meter persegi dan dibangun sebanyak enam tower dengan total hunian sebanyak 3.632 unit. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pada tahap pertama dibangun sebanyak tiga tower terdiri dari 1.816 unit terbagi menjadi 330 hunian subsidi dan 1.486 hunian nonsubsidi," katanya dalam keterangan tertulis, Jumat, 28 Mei 2021.
 
Sementara itu, Direktur Rumah Umum dan Komersial Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Fitrah Nur mengungkapkan, konsep hunian berbasis TOD merupakan upaya pengembangan perkotaan yang menuntut keterpaduan antarpola dan struktur ruang wilayah mulai dari perumahan, komersial, dan ruang rekreasi dengan saran transportasi umum yang dapat dijangkau masyarakat dengan berjalan kaki. 
 
"Salah satu keuntungan tinggal di TOD masyarakat adalah mereka bisa diantar jemput kereta api saat melakukan mobilisasi dari tempat tinggal ke tempat kerja. Jadi ada integrasi antara hunian dengan transportasi massa misalnya commuter line," jelasnya. 
 
Fitrah menambahkan, selain Rusun Samesta Mahata Serpong, saat ini juga ada beberapa Rusun berkonsep TOD yang juga sedang dalam proses pembangunan yaitu Rusun TOD di Stasiun Tanjung Barat, Stasiun Pondok Cina, dan Stasiun MRT Lebak Bulus.
 
Ada juga keuntungan lain yang dapat diperoleh masyarakat jika nantinya memilih tinggal di rumah susun TOD adalah tersedianya hunian layak, transportasi murah dan mudah dan yang paling penting bisa ikut serta dalam mengurangi polusi udara karena penggunaan kendaraan pribadi bisa berkurang. 
 
"Konsep hunian berbasis TOD ini bisa dikembangkan di daerah lain untuk mengurangi polusi di Indonesia," ungkapnya. 
 
Anggota Komisi V DPR RI Sri Rahayu mengatakan TOD merupakan hunian alternatif selain rumah tapak yang dapat menjadi pilihan tempat tingal masyarakat. Untuk itu, sinergi antara Kementerian/ Lembaga pemerintah dengan BUMN sangat dibutuhkan. 
 
"Kami sangat mengapresiasi pembangunan TOD ini karena memang masyarakat sangat membutuhan hunian yang dekat dengan sarana transportasi," katanya.
 
(KIE)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif