Proyeksi apartemen sewa di Jakarta. Foto: Shutterstock
Proyeksi apartemen sewa di Jakarta. Foto: Shutterstock

Penerapan Staycation Jadi Strategi Bisnis Apartemen Sewa di Jakarta

Rizkie Fauzian • 12 Agustus 2022 16:42
Jakarta: Pandemi sangat berdampak sektor properti hunian sewa selama dua tahun terakhir karena banyak WNA (Warga Negara Asing) dan tenaga ahli dari berbagai perusahaan ini sempat
menghilang, mengoreksi tingkat huniannya.
 
Berdasarkan laporan Jakarta Property Highlight, rerata tingkat penyewaan sektor apartemen sewa di semester I-2022 tercatat sebesar 58,8 persen. Angka tersebut cenderung stagnan jika dibandingkan dari semester sebelumnya, tapi lebih baik 1,45 persen dibanding tahun lalu.
 
Namun ketahanan dari sektor ini terlihat dari berbagai inovasi layanan yang ditawarkan pengelola untuk terus bertahan seperti penerapan strategi paket sewa harian, short
stay
, dan staycation.
 
Baca juga: Sektor Kondominium Stabil, Penjualan Segmen Menengah Jadi Penopang

Senior Research Advisor Knight Frank Syarifah Saukat mengatakan para operator service harus menawarkan promo yang menarik konsumen. Seperti Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang ditanggungkan atau dibayarkan oleh pengelola apartemen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Untuk jangka pendek, pengelola apartemen bisa berinovasi dengan menciptakan ruang yang memberikan inspirasi atau alternatif space untuk penghuni di tengah pandemi," jelasnya dalam paparan, dikutip Jumat, 12 Agustus 2022.
 
Tak hanya itu, para pengelola juga bisa menawarkan perjalanan singkat ke lokasi pariwisata yang jaraknya berdekatan dengan apartemen. Cara lainnya dengan menciptakan interaksi untuk setiap penghuni apartemen.
 
"Inovasi tak hanya dibutuhkan untuk menyusun program menarik, tapi diperlukan redesain misalnya dengan membuat ruangan terbuka untuk apartemen di Jakarta saat ini," jelasnya.

Harga sewa

Jakarta Property Highlight juga mencatat pelemahan harga sewa sebesar 3,34 persen pada semester I-2022.  Sebanyak 34 persen proyek pengembang masih menahan kenaikan harga sewa.
 
"Rerata harga sewa unit di CBD menurun di kisaran 0,3 persen, sementara rerata harga sewa unit di area prime-non CBD naik berkisar 1,5 persen dari semester lalu," jelasnya.
 
Semester I, terdapat 429 unit baru dengan total 9.348 unit apartemen sewa di Jakarta. Hingga 2025, akan ada 10 proyek baru yang memberikan pasokan hingga 1.619 unit ke pasar.
 
Country Head Knight Frank Indonesia Willson Kalip menambahkan, performa tahunan dari subsektor apartemen sewa di tahun ini seharusnya lebih baik dari tahun sebelumnya,.
 
"Dengan 83 persen future project yang berada dalam fase konstruksi memberikan sinyal dalam perbaikan performa sektor apartemen sewa tahun ini," ungkapnya.
 
(KIE)




LEAVE A COMMENT
LOADING
social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif