Berdasarkan data Rumah123, total permintaan (enquiries) terhadap proyek properti baru sepanjang 2025 tumbuh 16,8 persen dibandingkan 2024. Kenaikan semakin terasa sejak Juli 2025, dengan lonjakan permintaan mencapai 30 persen dibandingkan bulan sebelumnya, seiring berjalannya insentif PPN DTP.
Pemerintah resmi memperpanjang kebijakan PPN DTP melalui PMK Nomor 90 Tahun 2025 yang berlaku mulai 1 Januari 2026. Insentif ini mencakup hunian dengan harga jual hingga Rp5 miliar, dengan pembebasan 100 persen PPN untuk rumah berharga maksimal Rp2 miliar.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari Paket Ekonomi 2025–2026 untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dan daya beli masyarakat.
Pembeli rumah pertama paling responsif terhadap insentif

Perpanjangan PPN DTP berpotensi kembali mendorong minat beli properti. Foto: Freepik
Head of Research Rumah123, Marisa Jaya, menilai perpanjangan PPN DTP berpotensi kembali mendorong minat beli di awal 2026, meski saat ini masih bersifat indikasi awal.
“Konsumen kini lebih rasional dan selektif. Faktor lokasi, harga, serta kesiapan unit menjadi pertimbangan utama sebelum membeli,” ujar Marisa dalam keterangan tertulis, Jumat, 9 Januari 2026.
Data Rumah123 juga menunjukkan bahwa first-time home buyer masih menjadi kelompok paling responsif terhadap insentif fiskal. Sepanjang 2025, pencari properti berusia 18–34 tahun mendominasi 45,5 persen dari total permintaan properti baru.
Segmen rumah dengan harga di bawah Rp2 miliar menjadi yang paling diminati karena dinilai paling relevan dengan kemampuan finansial pembeli pertama.
Dari sisi pasokan, lebih dari 7.000 listing properti baru yang memenuhi syarat PPN DTP tersedia di platform Rumah123. Ketersediaan ini memperkuat kesiapan pasar untuk mengakomodasi peningkatan permintaan menjelang 2026.
Meski demikian, Rumah123 mencatat bahwa keberlanjutan pertumbuhan sektor properti tidak hanya ditentukan oleh insentif pajak. Faktor lain seperti suku bunga KPR, akses pembiayaan, serta keseimbangan antara pasokan dan permintaan tetap menjadi penentu utama.
Head of Brand Communication Rumah123, Bayu Qresna, menyampaikan bahwa pihaknya berupaya membantu konsumen mengambil keputusan secara lebih terukur melalui berbagai fitur pencarian, kurasi properti, dan layanan pembiayaan.
“PPN DTP 100 persen menjadi momentum yang baik bagi masyarakat yang sedang mempertimbangkan membeli rumah. Kami ingin membantu konsumen memahami pilihan yang tersedia dan mengambil keputusan dengan lebih percaya diri,” kata Bayu.
Perpanjangan PPN DTP 2026 dinilai tidak hanya berfungsi sebagai stimulus jangka pendek, tetapi juga menjadi indikator penting untuk membaca arah dan sentimen pasar properti Indonesia ke depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News