Sektor perkantoran belum menunjukkan pemulihan. Foto: Shutterstock
Sektor perkantoran belum menunjukkan pemulihan. Foto: Shutterstock

Okupansi Terus Terkoreksi, Banyak Perkantoran Tahan Kenaikan Harga Sewa

Rizkie Fauzian • 12 Agustus 2022 18:56
Jakarta: Pelonggaran pembatasan interaksi membuka harapan berbagai sektor ekonomi
untuk kembali menata pertumbuhannya, termasuk sektor perkantoran. Di skala regional, hal ini ditandai dengan meningkatnya tingkat hunian perkantoran di Asia Pasifik yang berkisar 1,9 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.
 
Namun, pola kembalinya para karyawan ke gedung perkantoran belum dapat cukup membantu meningkatkan pertumbuhan transaksi sewa ruang kantor, khususnya di area CBD (Central Business Disctrict) Jakarta, mengingat pola ini baru berlaku di tengah semester tahun 2022.
 
Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia Syarifah Syaukat mengatakan, sektor perkantoran masih menemui berbagai tantangan untuk bangkit, meski beberapa transaksi masih bergulir untuk relokasi dan perpanjangan masa sewa, tapi untuk ekspansi ruang kantor sebagai refleksi dari pengembangan bisnis tercatat masih sangat terbatas.
 
Baca juga: Tantangan Sektor Properti, Perkantoran Kelebihan Pasok hingga Pasar Apartemen Lesu

Jakarta Property Highlight mencatat di semester I-2022, tingkat hunian sektor perkantoran masih terus terkoreksi di kisaran 73,3 persen, bahkan terdapat lebih dari 90 persen proyek perkantoran yang terpaksa masih harus menahan kenaikan harga sewa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tidak adanya penambahan pasokan baru bagi sektor perkantoran, sama seperti semester sebelumnya. Terdapat juga dua gedung perkantoran yang pada akhirnya menghentikan operasionalnya dikarenakan proses renovasi," jelasnya dalam paparan, dikutip Jumat, 12 Agustus 2022.
 
Walau dengan berbagai tantangan, pasokan gedung perkantoran tetap mengalami pertumbuhan stok ruang kantor baru sejumlah tujuh proyek hingga 2023 di mana dua di antaranya merupakan gedung yang tahun lalu sempat tertunda konstruksinya.
 
Sementara itu, beberapa sektor seperti (Infromation & Technology) IT, Fintech, Mining, Insurance, serta Agrobusiness saat ini menjadi penggerak transaksi utama di sektor
perkantoran CBD Jakarta.
 
(KIE)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif