Warga berolahraga di pelataran SU GBK yang bermandi cahaya warna biru. Seluruh venue Asian Games 2018 dilengkapi fasilitas ramah penyandang cacat sesuai standart internasional. AFP Photo/Adek Berry
Warga berolahraga di pelataran SU GBK yang bermandi cahaya warna biru. Seluruh venue Asian Games 2018 dilengkapi fasilitas ramah penyandang cacat sesuai standart internasional. AFP Photo/Adek Berry

Kaleidoskop 2018 (3): Ruang Terbuka Hijau dari Senen Sampai Merauke

Properti monumen renovasi gbk lapangan banteng Kaleidoskop 2018
Rizkie Fauzian • 30 Desember 2018 12:12
Jakarta: Sejumlah proyek monumental berlangsung pada sepanjang 2018 yang fokusnya adalah pengadaan ruang terbuka hijau baru. Ada renovasi kompleks Gelora Bung Karno (SUGBK), revitalisasi Lapangan Banteng dan Monumen Waktu Waktu.

Renovasi GBK


Kementerian PUPR anggaran Rp 2,8 triliun untuk merehabilitasi 14 venues. Sebanyak Rp 770 miliar di antaranya untuk renovasi Stadion Utama GBK dengan berbagai fasilitas berstandar dunia, seperti sistem pencahayaan dan keamanan.
 
Kegiatan renovasi yang berlangsung sejak 2016, tujuan utamanya adalah pengadaan venue pertandingan Asian Games 2018 dan Asian Para Games 2018. Tapi rancangannya tidak mengabaikan ruang terbuka hijau yang justru kemudian menjadi daya tarik utamanya.
 
Kaleidoskop 2018 (3): Ruang Terbuka Hijau dari Senen Sampai Merauke
Selasar menuju SUGBK merupakan ruang terbuka yang dapat warga manfaatkan untuk berbagai aktifitas. Detail desainnya dirancang dengan inspirasi budaya Nusantara. Antara Foto/Wahyu A Putro


Revitalisasi Lapangan Banteng


Proyeknya bermula dari 'matinya' ruang terbuka hijau di tengah Jakarta itu. Lapangan Banteng yang di dalamnya terdapat monumen Pembebasan Irian Barat itu tampak suram dan berkesan seram.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Yori Antar yang menjadi arsiteknya, merombak total wajah lapangan. Tak hanya menonjolkan kembali Monumen Pembebasan Irian Barat, Lapangan Banteng juga memiliki fungsi sebagai hutan kota dan tempat warga berolahraga
 
Lapangan Banteng yang luasnya 12 hektare dibagi dalam zona Monumen Pembebasan Irian Barat, olahraga dan taman. Khusus area monumen yang dilengkapi panggung yang melayang di atas kolam dengan tempat duduk ala amphiteater melingkarinya.
 
Kaleidoskop 2018 (3): Ruang Terbuka Hijau dari Senen Sampai Merauke
Suasana malam hari Lapangan Banteng usai revitalisasi menbuat Monumen Pembebasan Irian Barat tak lagi kesepian. Di sini masyarakat bisa menggelar berbagai kegiatan kesenian dan olah raga. Antara Foto/Akbar Nugroho Gumay

Monumen Kapsul Waktu


Monumen Kapsul Waktu di Merauke, Papua disebut juga sebagai markas kelompok superhero tokoh komik The Avengers. Sebelumnya monumen Kapsul Waktu ini memiliki desain Benih kelapa, persawahan, proklamator dan Borobudur.
 
Dibangun sebagai kapsul waktu, monumen di atas lahan seluas 2,5 hektare tersebut menyimpan Impian Indonesia 2015-2085. Impian dalam Kapsul Waktu ini dihimpun lewat ekspedisi melintasi 34 provinsi.
 
Kaleidoskop 2018 (3): Ruang Terbuka Hijau dari Senen Sampai Merauke
 
Yori Antar Awal mendapatkan inspirasinya dari unsur budaya Papua. Monumennya terinspirasi menara perang Suku Dani, dengan lima akses masuk bangunan yang merepresentasikan lima suku asli Merauke (Malind, Muyu, Mandobo, Mappi dan Auyu) sebagai penjaganya.
 
Dimensi bangunannya adalah lebar 17 meter, tinggi 8 meter dan panjanganya 45 meter. Sementara itu, interior monumen dihiasi relief mengenai perjalanan kemerdekaan Republik Indonesia, Pancasila, serta kebudayaan Papua.
 


 


 

(LHE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif