Awalnya Monumen Kapsul Waktu Berupa Hologram
Rendering desain awal Monumen Kapsul Waktu di Merauke di akun Instagram @YoriAntar
Merauke:Sebelum jadi menyerupai markas The Avengers, monumen Kapsul Waktu di Merauke usulan desainnya tak kalah keren. Benih kelapa, persawahan, proklamator dan Borobudur jadi sumber inspirasi bagi tim arsitek.

Semangat semua desainnya adalah cita-cita setiap provinsi yang ada di Indonesia. "Saya diminta untuk menterjemahkan gagasan itu ke dalam arsitektur, Beberapa kali saya menyerahkan desain, yang tidak bisa diubah adalah Soekarno-Hatta dan Pancasila," ungkap arsitek Yori Antar kepada Medcom.Id.


Desain pertama yang tawarkan adalah lanskap kontur persawahan yang membentuk trap. Ide ini diambil dari status Merauke yang merupakan lumbung padinya Papua.  Di bagian tengah ditanam kapsul waktu berbentuk benih kelapa yang bertumbuh besar.



Benih kelapa yang melambangkan cita-cita bangsa Indonesia yang telah dikumpulkan dan akan dilindungi beton dan tertutup sawah. Pada malam hari akan muncul hologram wajah duet proklamator Soekarno-Hatta.

"Ketika dipresentasikan muncul pemikiran konturnya mengingatkan bekas tambang yang jadi wajah muram eksplorasi kekayaan alam, lingkungan dan budaya di Papua. Gagasan menanam benih cita-cita di dalam tanah kontras dengan cita-cita yang harusnya setinggi langit," papar Yori.

Kesimpulannya desain awal dinilai kurang sesuai aspirasi Gerakan Nasional 70 Tahun Indonesia Merdeka (G70). Atas masukan Kementerian Sekretariat Negara. Sehingga, tim Han Awal & Partners Architects kemudian membuat desain baru.

Desain baru idenya adalah Wawasan Nusantara. Wilaya terluar NKRI yang kaya keanekaragaman hayati, adat dan budaya.

Ide kapsul ini diambil dari benih kelapa yang nyaris hadir diseluruh kepulauan Indonesia sebagai simbol gagasan yang terus tumbuh di masa depan. Selain itu terdapat kawasan ruang terbuka hijau yang cukup luas.

Di dalam monumen tersebut ada narasi yang mencuplik relief Candi Borobudur. Narasi tersebut menceritakan sejarah dan pencapaian anak bangsa dari 17 Agustus 1945 sampai 17 Agustus 2085, menjadikan relief ini sebagai Borobudur II.



"Gagasan inilah yang kami dan tim G70 ke Merauke. Setelah melihat berbagai calon lokasi yang yang cenderung rata, kami sepakat mengubah total konsep desain. Lokasi monumen kami harapkan di pusat kota yang bisa menjadi ruang publik dan generator pembangunan Merauke sekaligus menjadi daya tarik wisata," papar Yori.

Yori mengaku selama pembangunan, desain Monumen Kapsul Waktu terus berkembang dan belum membentuk ide seperti saat ini. Ketika proyek ditangani Kementerian PUPR pun desain lengkapnya belum diketahui akan seperti apa,

"Saat itu baru ada momumen, melingkarnya kita setelanya. Jadi desainnya kita buat berkembang terus sampai akhirnya baru dibangun setelah lahannya dibebaskan. Waktu desainnya dipresentasikan, Pak Meneri PUPR minta proyek ini tak diberikan kepada CSR tapi ditangani kementerian. Proyek baru lancar setelah lahan dibebaskan dua tahun lalu," jelasnya.



Monumen Kapsul Waktu diresmikan Presiden Joko Widodo pada 16 November 2018 lalu. Pekerjaan pondasi monumen ini menelan biaya Rp 7 miliar. Sedangkan pembangunan kontruksinya sejak Juli 2017 hingga November 2018 berbiaya Rp 82,9 miliar.

Pembangunan monumen ini melibatkan G70, Kementerian Sekretariat Negara dan serta Kementerian PUPR sebagai pemberi tugas. Han Awal & Partners Architect dan Yori Antar sebagai Principal Architect, Hanafi sebagai penggagas benih impian, serta architect in charge Faiz Suprahman, Inggita Saraswati, Nadya Azalia, Paskalis Khrisno, Titus Pandu dan Ryan Ridge.



 



(LHE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id