NEWS

Sampah Rumah Tangga Bisa Diolah Jadi Sumber Penghasilan

Rizkie Fauzian
Senin 24 Agustus 2026 / 23:21
Ringkasnya gini..
  • Program PERURI Asri yang memasuki tahun kedua untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga.
  • Sebanyak 40 ibu rumah tangga mengikuti kegiatan kick-off, terdiri dari anggota Kelompok Sadar Sampah PERURI dan peserta dari lingkungan sekitar.
  • Program tahun kedua berfokus pada pemberdayaan ekonomi, dengan mengajarkan peserta mengolah sampah menjadi produk yang dapat digunakan kembali dan memiliki nilai jual.
Karawang: Pengelolaan sampah rumah tangga tidak hanya menjadi upaya mengurangi timbunan limbah, tetapi juga dapat membuka peluang pemanfaatan kembali barang yang masih memiliki nilai guna. Dengan pengolahan yang tepat, sampah dapat diubah menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus membantu masyarakat memperoleh tambahan penghasilan.

Peruri kembali menjalankan Program Peruri Asri (Aksi Sustainable untuk Resiliensi Indonesia) yang memasuki tahun kedua. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga sekaligus membuka peluang ekonomi.

Kick-off Program Peruri Asri 2026 digelar di Rumah BUMN Karawang, Telukjambe, Karawang, pada 26 Agustus 2026. Kegiatan tersebut dibuka Koordinator Corporate Communication & TJSL Peruri Yahdi Lil Ihsan dan turut dihadiri Penelaah Teknis Kebijakan Bidang Kebersihan Pengelolaan Sampah dan Limbah Dinas Lingkungan Hidup Karawang Melinda Rose Diana serta Kepala Dusun Sukamanah, Desa Telukjambe, Helili.

Sebanyak 40 ibu rumah tangga mengikuti kegiatan tersebut. Peserta terdiri dari 25 anggota Kelompok Sadar Sampah Peruri (KSSP) dan 15 ibu rumah tangga dari lingkungan sekitar yang memiliki ketertarikan terhadap pengelolaan sampah.

Program Peruri Asri dirancang untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam memilah serta mengolah sampah rumah tangga. Sampah yang masih memiliki nilai guna kemudian dapat dimanfaatkan kembali melalui kegiatan daur ulang.

Yahdi mengatakan program tersebut tidak hanya memberikan edukasi mengenai pengelolaan sampah, tetapi juga memberikan pengalaman praktik kepada peserta.

"Melalui Peruri Asri, kami ingin mendorong masyarakat agar mampu melihat sampah sebagai sebuah sumber daya yang dapat diolah secara kreatif. Pengalaman praktis langsung kami berikan melalui pelatihan pembuatan produk recycle berbahan dasar sampah rumah tangga. Dengan begitu, pengelolaan sampah tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakat," ujar Yahdi.
   

Fokus pemberdayaan ekonomi

Memasuki tahun kedua, Peruri Asri mengembangkan fokus program dari edukasi dasar pengelolaan sampah menuju pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Pada tahun pertama, kegiatan lebih diarahkan pada pengenalan pemilahan sampah rumah tangga dan pengolahan sampah organik menggunakan metode Takakura.

Sementara pada tahun kedua, peserta mendapatkan pelatihan untuk mengolah sampah melalui proses recycle menjadi barang yang dapat digunakan kembali. Produk hasil pengolahan tersebut juga diarahkan agar memiliki nilai ekonomi sehingga berpotensi menjadi sumber pendapatan tambahan bagi keluarga.

Pendekatan tersebut sejalan dengan konsep ekonomi sirkular yang mendorong pemanfaatan kembali material agar tidak langsung berakhir sebagai limbah.

Anggota KSSP jadi mentor

Program tahun kedua juga diarahkan untuk memperluas penerima manfaat. Anggota KSSP yang telah mendapatkan pengetahuan dan keterampilan mengenai pengelolaan sampah didorong untuk membagikan pengetahuan tersebut kepada ibu rumah tangga lain di lingkungan sekitar.

Dengan pendekatan tersebut, peserta tidak hanya menjadi penerima pelatihan, tetapi juga dapat berperan sebagai mentor bagi masyarakat lainnya.

Peruri juga memberikan dukungan sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan KSSP. Kolaborasi dengan komunitas, pemerintah setempat, dan masyarakat diharapkan dapat mendukung keberlanjutan pengelolaan sampah di lingkungan sekitar.

Melalui program tersebut, pengelolaan sampah diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan, tetapi juga meningkatkan keterampilan dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(KIE)

MOST SEARCH