Rumah tipe 36 merujuk pada luas bangunan sebesar 36 meter persegi. Foto: Kementerian PKP
Rumah tipe 36 merujuk pada luas bangunan sebesar 36 meter persegi. Foto: Kementerian PKP

Jangan Salah Paham, Ini Ukuran Asli Rumah Tipe 36

Rizkie Fauzian • 02 Januari 2026 21:53
Jakarta: Di tengah keterbatasan lahan dan tingginya harga properti di kawasan perkotaan, rumah tipe 36 masih menjadi salah satu pilihan hunian paling diminati masyarakat. Ukurannya yang ringkas, harga relatif terjangkau, serta fleksibilitas untuk dikembangkan membuat tipe rumah ini banyak diburu, terutama oleh keluarga muda dan pembeli rumah pertama.
 
Di tengah tantangan ketersediaan lahan dan kenaikan harga properti, rumah tipe 36 tetap menjadi solusi realistis bagi masyarakat yang ingin memiliki hunian sendiri. Fungsional, fleksibel, dan relatif terjangkau, rumah tipe ini masih akan menjadi bagian penting dari pasar perumahan Indonesia.

Apa itu rumah tipe 36?

Jangan Salah Paham, Ini Ukuran Asli Rumah Tipe 36
Rumah tipe 36 merujuk pada luas bangunan sebesar 36 meter persegi. Foto: Kementerian PKP
 
Rumah tipe 36 merujuk pada luas bangunan sebesar 36 meter persegi. Angka tersebut menunjukkan total luas seluruh ruang di dalam bangunan, bukan ukuran tanah.
 
Karena itu, rumah tipe 36 bisa berdiri di atas lahan dengan ukuran yang berbeda-beda, tergantung konsep dan kebijakan pengembang.

Ukuran bangunan rumah tipe 36

Secara umum, luas bangunan 36 meter persegi bisa diwujudkan dalam beberapa kombinasi ukuran, seperti:

6 x 6 meter
 
9 x 4 meter
 
12 x 3 meter
 
Meski bentuknya bervariasi, total luas bangunan tetap sama, yakni 36 meter persegi.

Ukuran tanah yang umum digunakan

Rumah tipe 36 biasanya dibangun di atas lahan dengan ukuran:
 
36/60 (6 x 10 meter)
 
36/72 (6 x 12 meter)
 
36/84 (7 x 12 meter)
 
36/90 (6 x 15 meter)
 
Semakin luas tanahnya, semakin besar peluang pemilik rumah untuk melakukan pengembangan di kemudian hari.

Denah dan pembagian ruangan

Secara standar, rumah tipe 36 umumnya memiliki:
  1. Dua kamar tidur
  2. Satu kamar mandi
  3. Ruang tamu yang menyatu dengan ruang keluarga
  4. Dapur sederhana
  5. Teras depan
  6. Sisa lahan di bagian depan atau belakang
Denah ini dirancang agar tetap fungsional meski berada di lahan terbatas.
 
Ada beberapa faktor yang membuat rumah tipe 36 tetap menjadi favorit, yakni harga lebih terjangkau dibanding tipe rumah yang lebih besar, biaya perawatan relatif rendah, cocok untuk keluarga kecil, hingga mudah direnovasi dan dikembangkan sesuai kebutuhan.
 
Tak heran jika rumah tipe 36 banyak dijumpai pada proyek rumah subsidi maupun perumahan komersial kelas menengah. Meski ukurannya terbatas, rumah tipe 36 memiliki potensi pengembangan yang cukup besar.
 
Pemilik rumah bisa menambah ruang di bagian belakang, membangun lantai dua, atau mengubah tata letak interior agar terasa lebih lega. Dengan perencanaan yang tepat, rumah tipe 36 dapat tumbuh mengikuti kebutuhan penghuninya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KIE)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan