The One akhirnya laku terjual Rp1,8 triliun. Foto:  Marc Angeles
The One akhirnya laku terjual Rp1,8 triliun. Foto: Marc Angeles

Populer Properti, Kontroversi Rumah Seharga Rp1,8 Triliun hingga Pasar Tradisional Bak Mal

Rizkie Fauzian • 09 Maret 2022 08:22
Jakarta: Beberapa berita di kanal properti Medcom.id menjadi sorotan pembaca. Di antaranya rumah penuh kontroversi yang laku terjual Rp1,8 triliun hingga pasar tradisional bak mal.
 
Berikut tiga berita terpopuler properti Medcom.id pada Selasa, 8 Maret 2022:

1. Digadang-gadang Jadi yang Termahal, Rumah Ini Hanya Laku Rp1,8 Triliun

Setelah berbulan-bulan di lelang, salah satu rumah terbesar dan mungkin saja termahal di dunia akhirnya terjual. Rumah mewah yang berada di Bel Air tersebut terjual dengan harga USD126 juta atau Rp1,8 triliun (kurs Rp14.369).
 
Harga tersebut lebih rendah dari yang diminta pemiliknya yakni pengembang Nile Niami. Dia meminta harga Rp4,2 triliun. Angka tersebut bahkan masih jauh dari permintaan awal yakni Rp7,1 triliun.
 
Niami pertama kali membeli lahan seluas 3,8 hektar pada 2012 dengan harga USD28 juta (Rp401 miliar) dari Rita Kogan seorang pewaris dari perusahaan game "Space Invaders" milik Michael Kogan. 
 
Baca selengkapnya di sini

2. Viral, Pasar Tradisional Berarsitektur Menawan dan Rapi Bak Mal

Bayangan kondisi pasar tradisional umumnya terlihat kotor dan becek. Namun, siapa sangka ada penampakan pasar tradisional yang arsitekturnya sangat bagus dan rapi seperti mal.
 
Pasar tersebut terletak di Tulang Bawang Barat (Tubaba), Lampung, Sumatra Selatan. Pasar Modern Pulung Kencana itu didesain Andra Matin, seorang arsitek ternama di Indonesia.
 
Saking bagusnya, desain pasar tradisional karya Andra Matin langsung viral di media sosial. Salah satunya, seperti yang diunggah akun TikTok @DINZIE
 
Baca selengkapnya di sini

3. Bangun Rumah untuk MBR Informal, Kementerian PUPR Ajak BTN

Kementerian Pekerjaan dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Perumahan dan Bank Tabungan negara (BTN) melaksanakan sinergi program bantuan perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) informal. 
 
Hal tersebut dilaksanakan untuk meningkatkan akses MBR informal terhadap program perumahan sehingga mampu mendukung capaian Program Sejuta Rumah di tahun ini.
 
"Kementerian PUPR sangat mendukung penyelenggaraan program perumahan khususnya bagi MBR informal di seluruh wilayah Indonesia," ujar Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto dalam keterangan tertulis, Selasa, 8 Maret 2022.
 
Baca selengkapnya di sini 
 
(KIE)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif