BI naikkan bunga acuan, REI berhati-hati
Strategi penetapan harga menjadi faktor penting menghadapi kenaikan suku bunga acuan BI. file/Antara Foto
Jakarta:Menyusul pelemahan rupiah yang sudah Rp 14 ribu per USD 1, Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan. Sektor properti yang dipastikan sebagai salah satu yang terimbas.

"Kita harus hati-hati karena saat ini, orang lebih senang untuk bermain dolar daripada beli properti. Tapi jadi pengambang tetap harus berproduksi," ujar Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia (REI) Soelaeman Soemawinata.


Kepada para pengembang anggota REI diingatkannya untuk antisipasi. Antara lain evaluasi ulang rencana ekspansi dengan menyusun ulang hal-hal yang diprioritaskan agar beroperasi.

"Pengembang masih harus jualan terus, istilahnya pre-sale, sebelum produk jadi kita harus sudah menetapkan harganya," jelasnya.

baca juga: Suku bunga acuan naik ke 4.5%

Dirut Bank BTN Maryono yang ditemui secara terpisah, memperkirakan kenaikan suku bunga acuan tidak terlalu besar pengaruhnya terhadap harga rumah murah dan KPR. Ini karena ada subsidi dari pemerintah.

"Sebab stuktur ekonomi Indonesia sudah bagus, sudah on track seperti rencana pemerintah," jelasnya.

 



(LHE)