NEWS
WINR Siapkan 15 Proyek Properti Baru di Jabodetabek hingga Jawa
Rizkie Fauzian
Selasa 01 September 2026 / 14:30
- WINR menyiapkan 15 proyek properti baru di Jabodetabek, Yogyakarta, dan Jawa Tengah dengan target marketing sales Rp1,28 triliun.
- Ekspansi bisnis WINR tidak hanya di sektor hunian, tetapi juga merambah hospitality dan infrastruktur digital.
- Strategi ekspansi WINR mendapat apresiasi IPBA ke-20 melalui penghargaan The Most Expansive of Mid Scale Property Developer 2026.
Jakarta: PT Winner Nusantara Jaya Tbk (WINR) terus memperluas bisnis propertinya dengan menyiapkan sejumlah proyek baru di berbagai wilayah. Pada 2026, perseroan menargetkan pengembangan 15 proyek di Jabodetabek, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Tengah dengan nilai target marketing sales mencapai sekitar Rp1,28 triliun.
Ekspansi tersebut menjadi bagian dari strategi WINR untuk memperluas cakupan bisnis properti sekaligus memperkuat posisi perseroan sebagai pengembang nasional.
Pada semester pertama 2026, WINR telah menyiapkan lima proyek strategis di kawasan Jabodetabek. Proyek tersebut tersebar di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi dan akan dikembangkan secara bertahap sepanjang 2026-2027.
Kelima proyek tersebut memiliki target marketing sales sekitar Rp400 miliar. Pengembangan di kawasan Jabodetabek dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan hunian di wilayah penyangga Jakarta serta semakin berkembangnya konektivitas melalui infrastruktur transportasi seperti LRT, MRT, dan jalan tol.
Memasuki semester kedua 2026, perseroan kembali memperluas ekspansi dengan menyiapkan 10 proyek baru, terutama di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. Dari proyek tersebut, WINR menargetkan marketing sales sekitar Rp880 miliar.
Dengan demikian, total target marketing sales dari ekspansi proyek di Jabodetabek dan Pulau Jawa mencapai sekitar Rp1,28 triliun.
Salah satunya melalui bisnis hospitality di Batam. Perseroan bekerja sama dengan Artotel Group untuk mengelola tiga hotel, yakni ROOMS INC Baloi Batam, Artotel Casa Tiban Batam, dan Artotel Trans Barelang Batam.
ROOMS INC Baloi Batam menjadi proyek yang paling dekat dengan tahap operasional. Hotel bintang tiga tersebut memiliki 64 kamar di Tower A serta meeting room dan kafe di Tower B dan ditargetkan mulai beroperasi pada 2026.
Sementara itu, Artotel Casa Tiban dan Artotel Trans Barelang menjadi bagian dari pengembangan hospitality lanjutan di Batam.
Artotel Casa Tiban merupakan hotel bintang empat dengan lima tower dan total 265 unit di kawasan Winner Mangrove. Adapun Artotel Trans Barelang terdiri dari tiga tower dengan total 201 unit di kawasan Winner Gosyen Park, dekat Jembatan Barelang.
Strategi diversifikasi juga dilakukan WINR melalui masuknya perseroan ke bisnis infrastruktur digital. WINR mengakuisisi 60 persen saham PT Laxo Global Akses (LGA), perusahaan yang bergerak di bidang layanan internet dan infrastruktur digital.
Infrastruktur tersebut dapat mendukung pengembangan kawasan melalui layanan internet, fiber optik, smart home, smart security, hingga Internet of Things (IoT).
Pengembangan ekosistem digital tersebut sejalan dengan rencana WINR membangun kawasan berbasis Smart City di Bogor. Pada tahap awal, kawasan tersebut direncanakan mencakup sekitar 30 hektare dan dapat dikembangkan secara bertahap hingga sekitar 1.000 hektare.
"Kami ingin membangun ekosistem yang memberikan nilai tambah bagi penghuni, tenant, dan seluruh pemangku kepentingan. Selain memperkuat daya saing proyek-proyek Perseroan, kami melihat potensi terciptanya sumber pendapatan berulang (recurring revenue)," ujar Direktur Utama WINR Yusmen Liu.
Penghargaan tersebut diberikan atas kiprah perseroan dalam memperluas pengembangan bisnis, baik melalui ekspansi geografis maupun diversifikasi sektor.
Selain penghargaan untuk perusahaan, Direktur Utama WINR Yusmen Liu juga menerima penghargaan Young Developer with Diversified Business Vision.
Adapun Laxo Global Akses memperoleh penghargaan The Most Recommended Digital Internet Service Provider Solutions for the Rural Digital Ecosystem Development.
Penghargaan tersebut menjadi apresiasi terhadap arah pengembangan bisnis WINR yang tidak hanya bertumpu pada penjualan properti, tetapi mulai diarahkan pada pembentukan ekosistem kawasan yang menggabungkan hunian, hospitality, konektivitas, dan infrastruktur digital.
(KIE)
Ekspansi tersebut menjadi bagian dari strategi WINR untuk memperluas cakupan bisnis properti sekaligus memperkuat posisi perseroan sebagai pengembang nasional.
Pada semester pertama 2026, WINR telah menyiapkan lima proyek strategis di kawasan Jabodetabek. Proyek tersebut tersebar di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi dan akan dikembangkan secara bertahap sepanjang 2026-2027.
Kelima proyek tersebut memiliki target marketing sales sekitar Rp400 miliar. Pengembangan di kawasan Jabodetabek dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan hunian di wilayah penyangga Jakarta serta semakin berkembangnya konektivitas melalui infrastruktur transportasi seperti LRT, MRT, dan jalan tol.
Memasuki semester kedua 2026, perseroan kembali memperluas ekspansi dengan menyiapkan 10 proyek baru, terutama di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. Dari proyek tersebut, WINR menargetkan marketing sales sekitar Rp880 miliar.
Dengan demikian, total target marketing sales dari ekspansi proyek di Jabodetabek dan Pulau Jawa mencapai sekitar Rp1,28 triliun.
Diversifikasi bisnis properti
Selain memperluas proyek hunian dan kawasan komersial, WINR mulai mengembangkan sumber pendapatan dari sektor lain yang masih berkaitan dengan ekosistem properti.Salah satunya melalui bisnis hospitality di Batam. Perseroan bekerja sama dengan Artotel Group untuk mengelola tiga hotel, yakni ROOMS INC Baloi Batam, Artotel Casa Tiban Batam, dan Artotel Trans Barelang Batam.
ROOMS INC Baloi Batam menjadi proyek yang paling dekat dengan tahap operasional. Hotel bintang tiga tersebut memiliki 64 kamar di Tower A serta meeting room dan kafe di Tower B dan ditargetkan mulai beroperasi pada 2026.
Sementara itu, Artotel Casa Tiban dan Artotel Trans Barelang menjadi bagian dari pengembangan hospitality lanjutan di Batam.
Artotel Casa Tiban merupakan hotel bintang empat dengan lima tower dan total 265 unit di kawasan Winner Mangrove. Adapun Artotel Trans Barelang terdiri dari tiga tower dengan total 201 unit di kawasan Winner Gosyen Park, dekat Jembatan Barelang.
Strategi diversifikasi juga dilakukan WINR melalui masuknya perseroan ke bisnis infrastruktur digital. WINR mengakuisisi 60 persen saham PT Laxo Global Akses (LGA), perusahaan yang bergerak di bidang layanan internet dan infrastruktur digital.
Infrastruktur tersebut dapat mendukung pengembangan kawasan melalui layanan internet, fiber optik, smart home, smart security, hingga Internet of Things (IoT).
Pengembangan ekosistem digital tersebut sejalan dengan rencana WINR membangun kawasan berbasis Smart City di Bogor. Pada tahap awal, kawasan tersebut direncanakan mencakup sekitar 30 hektare dan dapat dikembangkan secara bertahap hingga sekitar 1.000 hektare.
"Kami ingin membangun ekosistem yang memberikan nilai tambah bagi penghuni, tenant, dan seluruh pemangku kepentingan. Selain memperkuat daya saing proyek-proyek Perseroan, kami melihat potensi terciptanya sumber pendapatan berulang (recurring revenue)," ujar Direktur Utama WINR Yusmen Liu.
Ekspansi WINR dapat apresiasi IPBA
Strategi ekspansi dan diversifikasi tersebut kemudian mendapat apresiasi dalam ajang Indonesia Property&Bank Award (IPBA) ke-20 Tahun 2026. WINR meraih penghargaan The Most Expansive of Mid Scale Property Developer 2026.Penghargaan tersebut diberikan atas kiprah perseroan dalam memperluas pengembangan bisnis, baik melalui ekspansi geografis maupun diversifikasi sektor.
Selain penghargaan untuk perusahaan, Direktur Utama WINR Yusmen Liu juga menerima penghargaan Young Developer with Diversified Business Vision.
Adapun Laxo Global Akses memperoleh penghargaan The Most Recommended Digital Internet Service Provider Solutions for the Rural Digital Ecosystem Development.
Penghargaan tersebut menjadi apresiasi terhadap arah pengembangan bisnis WINR yang tidak hanya bertumpu pada penjualan properti, tetapi mulai diarahkan pada pembentukan ekosistem kawasan yang menggabungkan hunian, hospitality, konektivitas, dan infrastruktur digital.
(KIE)