Rumah di Rengasdengklok jadi saksi penyusunan teks Proklamasi Kemerdekaan. Foto:  Disparbud Jabar
Rumah di Rengasdengklok jadi saksi penyusunan teks Proklamasi Kemerdekaan. Foto: Disparbud Jabar

Rumah Rengasdengklok Jadi Saksi Penyusunan Teks Proklamasi

Properti bangunan bersejarah bangunan sejarah HUT ke-76 RI GenerasiMerdeka
Rizkie Fauzian • 16 Agustus 2021 17:53
Jakarta: Tak ada yang istimewa dari tampilan rumah yang berada di Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Namun, rumah sederhana tersebut menjadi salah satu saksi Kemerdekaan Republik Indonesia. 
 
Peristiwa Rengasdengklok tak bisa dipisahkan dari Proklamasi Kemerdekaan negeri ini. Di sebuah rumah seorang Tionghoa di bantaran Citarum, sekelompok pemuda mendesak Soekarno dan Hatta segera memproklamirkan Kemerdekaan Indonesia.
 

Pada saat itu, rumah tersebut merupakan tempat tinggal keluarga Djiauw Kie Siong. Fatmawati dan bayinya ikut dijemput paksa oleh Soekarni, Wikana, dan Chaerul Saleh yang mengasingkan Soekarno-Hatta ke Rengasdengklok pada 16 Agustus 1945.
 
Rumah berdinding kayu tersebut dipilih karena dekat dengan markas PETA (Pembela Tanah Air, pasukan paramiliter bentukan Jepang). Djiauw Kie Siong sehari-harinya adalah petani yang juga salah seorang prajurit PETA.

Rumah penentu sejarah di bantaran Citarum

Hingga kini, rumah tersebut masih mempertahankan dinding kayu dan anyaman bambu sebagai plafonnya untuk menjaga keaslian serta nilai sejarah rumah
 
Bangunan sederhana ini memiliki bentuk atap limasan berbahan genting. Dinding berwarna putih dengan pintu dan jendela berwarna hijau. Bagian depan rumah memiliki serambi yang terbuka.
 
Baca juga:  Sejarah Rumah Pembuatan Teks Proklamasi, Markas Tentara Inggris hingga Jadi Museum

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Rumah dengan luas 9x6 meter tersebut memanjang ke samping. Rumah tersebut terbagi dalam beberapa bagian. Lantainya terbuat dari ubin berwarna terakota yang biasa digunakan untuk rumah keturunan Tionghoa.
 
Pada bagian dalam terdapat ruang tamu dan dua kamar yang sempat digunakan Soekarno dan Hatta beristirahat. Pada 1957, rumah aslinya yang berada di pinggiran Sungai Citarum dipindahkan ke lokasi yang berjarak sekitar 150 meter dari tempat aslinya di Kampung Bojong. 
 
Meski dipindahkan, namun kondisi rumahnya masih dipertahankan. Rumah singgah Bung Karno dan Bung Hatta saat menjelang proklamasi Kemerdekaan Indonesia ini sekarang masih merupakan milik keluarga Djiauw Kie Siong. 
 
Sebagai rumah tinggal, rumah ini sarat dengan nilai-nilai luhur perjuangan pemuda ketika itu untuk mewujudkan Kemerdekaan Indonesia.
 
(KIE)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif