Puing bangunan dan mobil tak jauh dari bibir Pantai Anyer, Serang, setelah tsunami menerjang pada 22 Desember 2018 malam.. AFP Photo/Dasril Roszandi
Puing bangunan dan mobil tak jauh dari bibir Pantai Anyer, Serang, setelah tsunami menerjang pada 22 Desember 2018 malam.. AFP Photo/Dasril Roszandi

Lahan Relokasi Korban Tsunami Tetap di Pesisir

Properti tsunami banten Gunung Anak Krakatau Tsunami di Selat Sunda
Rizkie Fauzian • 04 Januari 2019 04:04
Pandeglang: Pemerintah memastikan akan langsung merelokasi para korban tsunami Selat Sunda. Mengingat mayoritas korban adalah nelayan, maka lokasi baru nanti akan tetap di kawasan pesisir tapi lebih menjauhi bibir pantai.

"Kita belum mengetahui persis di mana, tetapi secepatnya direalisasikan relokasi bagi warga yang terdampak tsunami," kata Gubernur Banten Wahidin Halim saat memimpin Rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana Tsunami Banten di Labuan, Pandeglang, seperti dikutip dari Antara, Kamis (3/1/2019).

Selain tidak terlalu jauh dari pantai, lahan untuk tempat tinggal baru tersebut haruslah lahan tidur atau tidak sedang digarap. Proses pengadaan tentu tidak mudah dan karenanya akan melibatkan Badan Pertanahan Nasional (BPN).


"Relokasinya di lahan yang tidak digarap, tidak jauh dari pantai tapi aman dari terjangan tsunami," papar Wahidin.


Tahap awal relokasi yang sedang pemda jalankan adalah mendata pasti jumlah KK terdampak tsunami dan besaran kerugian yang korban derita. Terutama memastikan status tempat tinggal dan skala kerusakan yang terjadi.
 

baca juga: Jokowi: Tak ada hunian sementara untuk korban tsunami


Data sementara ada 457 unit rumah yang rusak berat. "Jumlah rumahnya masih terus di-update. Ada 1.300-an sampai 1.800-an rumah dari Anyer sampai Sumur," paparnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Jumlah pengungsi saat ini mulai berkurang hingga 17 ribu jiwa dari sebelumnya sebanyak 33.316 jiwa. Sedangkan jumlah korban meninggal dunia di wilayah Pandeglang berdasarkan laporan Puskesmas sebanyak 479 jiwa dan berbeda dengan data Badan SAR nasional (Basarnas) di atas 200 jiwa. Saat ini para korban ditampung di zona merah dan menempati tanah bengkok milik desa. Jika penanganannya lama, sangat dikhawatirkan berdampak buruk terhadap kondisi sosial dan ekonomi mereka.

"Kami berharap bantuan relokasi rumah hunian tetap itu bisa direalisasikan satu hingga dua bulan ke depan," kata Bupati Pandeglang Irna Narulita dalam kesempatan sama.

 


(LHE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi