Suasana di Dusun Tiga Regahan Lada, Pulau Sebesi, (30/12/2018), usai tsunami Selat Sunda. Sebanyak 2.514 warganya diungsikan ke Kalianda, Lampung Selatan. Antara Foto/Adam Bariq
Suasana di Dusun Tiga Regahan Lada, Pulau Sebesi, (30/12/2018), usai tsunami Selat Sunda. Sebanyak 2.514 warganya diungsikan ke Kalianda, Lampung Selatan. Antara Foto/Adam Bariq

Jokowi: Korban Tsunami Direlokasi, Tak Ada Hunian Sementara

Properti Gunung Anak Krakatau Tsunami di Selat Sunda
Dero Iqbal Mahendra • 02 Januari 2019 17:12
Lampung Selatan: Pemerintah memastikan akan melakukan relokasi terhadap tsunami di Lampung Selatan. Hingga selesainya proses pembangunan tempat tinggal pengganti di tempat lebih aman, tidak ada hunian sementara yang dibangun.

"Kita akan masuk tahap rekonstruksi dan pembangunan. Tidak ada hunian sementara," ujar Presiden Joko Widodo usai meninjau Way Muli dan Kunjir yang merupakan desa terdampak tsunami Selat Sunda, Rabu (3/1/2019).

Pernyataan di atas menanggapi harapan warga tentang bantuan pembangunan kembali tempat tinggal yang hancur diterjang tsunami. "Jadi langsung akan dibangun rumah kira-kira 400 meter dari sini di tempat yang lebih tinggi. Ada tanah 2 hektare,” sambung Jokowi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Presiden menilai penataan tata ruang terutama bagi wilayah-wilayah yang berada di sekitar garis pantai sudah mendesak untuk dilakukan. Mengurangi risiko jatuhnya korban jiwa akibat bencana salah satunya dapat dilakukan dengan penataan tata ruang itu. "Kita tidak hanya berbicara sekarang, tidak hanya berbicara lima atau 10 tahun ke depan. Tapi soal 20, 30, atau 50 tahun ke depan," tuturnya di lokasi pengungsian lapangan tenis indoor Kalianda.


baca juga: Jokowi tengok korban tsunami di Kalianda


Presiden dalam kunjungan ini didampingi Plt Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto. Kesanggupan dan rencana relokasi dia sampaikan setelah mendapat laporan dari pemda, Kementerian PUPR dan BNPB.

Bencana tsunami menghempas Banten dan Lampung pada 22 Desember 2018 malam. Gelombang tsunami diyakini terjadi akibat longsor dari runtuhnya dinding kepundan Gunung Anak Krakatau yang erupsi.

Berdasarkan data sementara BNPB per 31 Desember 2018, jumlah korban tewas 437 jiwa, 14.059 orang luka-luka dan 33.721 jiwa diungsikan. Masa tanggap darurat diperpanjang hingga 5 Januari 2019 lantaran masih banyak korban warga yang melaporkan kehilangan keluarga.

 


(LHE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi